Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Menuju Naskah Bebas Cacat

leave a comment »

LPDS 25 Mar 2009. Warief Djajanto Basorie.

Menyunting naskah merupakan salah satu tugas seorang redaktur. Setiap redaktur serius mau naskah hasil suntingannya itu layak muat. Tetapi karya jurnalistik sering tak luput dari cacat. Makalah kecil ini meninjau apa saja cacat umum berita, sejumlah contoh cacat dalam naskah jurnalistik, dan panduan bagaimana wartawan, khususnya redaktur, dapat menyajikan naskah bebas cacat.

Cacat Umum

Kualitas sebuah karya jurnalistik dinilai dari segi isi, gaya tulis, dan bahasa. Isi mencakup informasi hasil reporting. Gaya tulis berkaitan dengan penyajian informasi itu secara komunikatif dan mengalir. Bahasa berhubungan dengan ketaatan pada aturan-aturan baku dalam berbahasa.

Dalam tiga hal ini, adanya cacat dalam naskah akan mengganggu pembaca untuk menyimak makna dan menikmati alur sajian karya tersebut.

Cacat umum dalam hal isi mencakup antara lain keterangan tidak akurat dan keterangan tidak lengkap. Dalam hal gaya tulis, cacat umum berupa kalimat terlalu panjang, kalimat berbunga-bunga, intro tidak menjerat perhatian pembaca. Dalam hal bahasa, cacat berwujud salah ejaan, kalimat tidak logis, tata bahasa tidak dipatuhi, tanda kalimat tidak taat asas, terjemahan tidak tepat.

Contoh Cacat dan Komentar Tentang Cacat

(Sumber: karya pelatihan di LPDS)

  1. Harga stasiun pengisian bahan baker gas (SPBBG) itu mahal. Berapa harganya?
  2. Sebuah SPBBG dilengkapi microbox dan compressor. Apa arti istilah teknis ini?
  3. Pemerintah memberikan bantuan ongkos sekolah (BOS) mulai 2005. Mengapa?
  4. Wawancarai sumber relevan dengan masalah pokok.
  5. Naskah jurnalistik bernada khotbah. Apa harus demikian?
  6. Panjang paragraf lebih dari 10 baris? Apa ini jumlah memadai?
  7. Latar belakang masalah pokok tidak diberikan.
  8. Sejumlah kutipan langsung berasal dari sumber sama.
  9. Masalah pokok tidak terfokus.
  10. Keterangan jatidiri sumber tidak jelas.
  11. Naskah berita berisi pendapat pribadi penulis.

Panduan Bebas Cacat

  1. Periksa Seksama. Memeriksa naskah secara seksama perlu menjadi kebiasaan tertanam. Baca secara ringkas keseluruhan naskah untuk menangkap arah dan saripatinya. Kemudian periksa alinea demi alinea, kalimat demi kalimat, frase demi frase, kata demi kata untuk mendeteksi dan merawat cacat.
  2. Pakai ABC. Pakailah pedoman umum ABC menulis berita dengan baik. A: accurate. B: brief, balanced. C: clear, complete. Cacat terjadi bila ada ketidak sesuaian dengan salah satu butir pedoman tersebut. Cacat isi terjadi bila ada keterangan tidak akurat (inaccurate) dan tidak lengkap (incomplete). Juga bila keterangan tidak berimbang (unbalanced) karena ada pihak relevan belum dihubungi. Cacat gaya tulis dan bahasa terungkap bila kalimat tidak ringkas (not brief) dan bagian naskah tidak jelas (unclear). Bagian naskah mencakup alinea, kalimat, frase, kata.
  3. Buka kamus dan panduan lain.
  4. Konsultasi dengan reporter, rekan, ahli.
About these ads

Written by Rubrik Bahasa

25 Maret 2009 pada 00.00

Ditulis dalam LPDS

Dikaitkatakan dengan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.542 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: