Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Ihwal Penyerapan

with 2 comments

KOMPAS, 17 Jun 2011. Anton M Moeliono, Pereksa Bahasa

Pengembangan kosakata akibat persentuhan bahasa terutama dilakukan lewat pemadanan makna. Proses itu dapat berupa penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan.

Jenis penerjemahan pertama dilakukan berdasar kesesuaian makna atau konsep, tetapi bentuknya tidak sepadan. Contohnya supermarket menjadi pasar swalayan, elevated highway menjadi jalan layang, interchange menjadi simpang susun. Penerjemahan jenis kedua dapat pula dilakukan berdasar kesuaian makna dan bentuk. Misalnya skyscraper menjadi pencakar langit, inorganic menjadi takorganik, dan bonded zone menjadi kawasan berikat.

Pemadanan cara kedua berlangsung lewat penyerapan. Seperti yang sudah ditegaskan lebih dulu, proses penyerapan bertolak dari bentuk tulisnya karena tulisan dapat lebih bertahan daripada bunyi dalam lintasan ruang dan waktu. Di dalam tata ejaan yang baik diupayakan agar setiap huruf melambangkan satu bunyi bahasa. Kenyataan menunjukkan bahwa ideal itu sulit tercapai.

Abjad yang dewasa ini paling banyak dipakai oleh bahasa modern di dunia ialah abjad Latin. Karena tatabunyi Latin berbeda dari tatabunyi Melayu dan Indonesia, terjadilah beberapa modifikasi. Misalnya, huruf <c> Latin dapat melambangkan bunyi /s/ dan /k/; huruf <f> dan <v> melambangkan bunyi /f/; huruf <k> dan <q> melambangkan bunyi /k/; huruf <x> melambangkan deret bunyi /ks/; dan deret huruf <ng> dan <ny> melambangkan bunyi sengau Melayu atau Indonesia.

Dengan memperhatikan catatan di atas, dapat dirinci empat jenis penyerapan. Pertama, penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal: internet, de facto, orbit, divide et impera. Kedua, penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal: bias /baiæs/: bias, nasal /neisæl/: nasal, laser /leisær/: laser, tanpa /tanpo/: tanpa. Ketiga, penyerapan dengan penyesuaian ejaan, tetapi tanpa penyesuaian lafal file: fail, design: desain, photocopy: fotokopi, science: sains. Keempat, penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal: manajemen, mikrofon, konstitusi, marinir.

Penyerapan yang bertolak dari bentuk visualnya ternyata tidak boleh ditafsirkan secara harfiah. Baik karena berlainan bahasa sumber maupun karena berlainan tatabunyi, seperti ulasan Samsudin Berlian, mau tak mau sering ada huruf yang harus diubah dalam proses penyerapan.

Masih ada satu jenis pemadanan yang berupa gabungan penerjemahan dan penyerapan. Contohnya pramutama, bar, swakelola, asam nitrat.

Masyarakat yang beradab bertumpu pada aturan, kaidah, dan ketertiban. Kita boleh setuju atau tidak, tetapi ketentuan itu kita patuhi. Begitu juga dengan kaidah bahasa adab.

About these ads

Written by Rubrik Bahasa

17 Juni 2011 pada 10.16

Ditulis dalam Anton M Moeliono, KOMPAS

Dikaitkatakan dengan

2 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Terima kasih Pak Anton, uraian tentang penyerapan sangat mencerahkan. Masyarakat Indonesia yang mencintai bahasanya akan selalu menanti ulasan-ulasan Bapak selanjutnya. Perbedaan pendapat dapat terjadi dan itu biasa dalam ranah berbagi pengetahuan. Bahasa Indonesia yang telah berkembang dinamis seperti sekarang tentulah merupakan karya banyak orang, termasuk Bapak sendiri yang tanpa lelah senantiasa tekun memelihara bahasa kita sebagai jati diri, identitas, dan kebanggan nasional kita. Sekali lagi terima kasih.
    Agus Dharma

    Agus Dharma

    17 Juni 2011 at 13.08

  2. Sepertinya perlu dibaca 2-3 kali lagi baru bisa dipahami, terutama contoh-contohnya. Ulasan yang mencerahkan, terima kasih Pak Anton. Sempat beberapa kali mengikuti seminar beliau saat saya masih menyandang predikat mahasiswa FIB UI , jadi seakan bernostalgia sekarang.

    Abu Usamah as-Sulaimani

    3 Januari 2013 at 11.33


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.544 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: