Pesta Narkoba

KOMPAS, 15 Feb 2013. Rainy MP Hutabarat, Cerpenis.

Negeri ini memiliki banyak jenis pesta dengan atau tanpa perjamuan makan minum. Yang kerap diberitakan di media massa, misalnya, pesta demokrasi, pesta olahraga, pesta sepak bola, pesta kesenian, pesta gol. Di situs-situs internet daftar ini bertambah panjang: pesta durian, pesta topeng, pesta budaya, pesta adat. Semua pesta ini dirayakan dengan sukacita dan keterbukaan terhadap tetamu. Jakarta Night Festival dan Pesta Tahun Baru warga Ibu Kota dihadiri warga kota-kota sekitar. Pesta gol disambut teriakan histeris oleh para pendukung kesebelasan.

Pesta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi IV, adalah ’perjamuan makan minum (bersukaria dan sebagainya)’ atau ’perayaan’. Adanya kegembiraan disertai makan-makan itu membuat orang menamakan pesta durian, dan bukan pesta cabai atau pesta serai. Jelas, secara konseptual pesta dirayakan bersama tamu-tamu yang jumlahnya relatif banyak dan bersifat terbuka bagi banyak orang. Termasuk pesta gila. Pesta ini tak berhubungan dengan perilaku gila-gilaan, sebagaimana konon pesta Kaisar Nero dengan seks bebas, mabuk-mabukan, dan memuntahkan makanan yang sudah ditelan agar bisa makan lagi. Pesta gila artinya pesta dansa yang tamu-tamunya berpakaian aneh-aneh, berkedok, dan sebagainya. Demikian KBBI Edisi IV.

Namun, konsep ini tak berlaku untuk pesta narkoba, pesta miras, dan pesta seks, istilah-istilah yang disukai wartawan untuk menyentak benak. Pesta-pesta ini tak perlu dihadiri banyak tamu, bahkan cukup 2-5 orang, bersifat rahasia atau sembunyi-sembunyi. Karena itu, juga tak butuh surat undangan atau pemberitahuan kepada publik. Dan, meski disebut ”pesta”, ia dimusuhi masyarakat, melanggar hukum atau etika dan, karenanya, justru dilarang.

Bahasa Indonesia memiliki banyak padanan untuk pesta dan pemakaian tiap kata diberi penekanan tertentu terkait agama, adat, dan peristiwa sejarah. Festival, kenduri, resepsi, selamatan, dan syukuran pada dasarnya padanan pesta. KBBI IV mencatat: festival berarti ’pesta rakyat atau hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting dan bersejarah’; kenduri adalah ’perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, minta berkat, dan sebagainya’; selamatan diartikan ’kenduri untuk meminta selamat, dan sebagainya’; dan syukuran berarti ’ucapan syukur’, atau sebagai kata kerja ’mengadakan selamatan untuk bersyukur kepada Tuhan karena terhindar dari maut, sembuh dari penyakit, dan sebagainya’.

Sehari-hari kata pesta, kenduri, dan resepsi sering dipertukarkan. Teman saya suku Batak menjelaskan, ”Pesta adatnya di kampung, resepsi pernikahannya di Jakarta.” Sayang, kekayaan ini tidak dikelola dengan baik dalam penyusunan KBBI untuk memperlancar pencarian arti dan padanan kata. Dalam Meriam Webster Dictionary Online mudah ditemukan sinonim fiesta atau festival yang sepadan pesta: carnival, celebration, fest, festivity, fete, festival, gala, jubilee. KBBI juga tak mencatat pesta demokrasi, pesta narkoba, atau pesta gol.

Di media massa hanya kata pesta dipakai untuk narkoba, miras, dan seks. Orang tak bercakap tentang kenduri narkoba atau festival narkoba.

Karena itu, hati-hatilah dengan ajakan berpesta, selidiki dulu apakah maksudnya pesta narkoba atau pesta miras.

Sumber gambar: Waterfall Party Venue Derby.

About these ads

2 thoughts on “Pesta Narkoba

  1. Tambahan dari saya terkait ragam pesta selain yang disebutkan di atas:

    pesta bujang = pesta mengganti nama bujang yg sudah menginjak usia dewasa
    pesta dansa = perayaan dng acara berdansa
    pesta kawin = pesta merayakan perkawinan
    pesta kritik = perayaan untuk bebas mengkritik suatu masalah yg berkaitan dng (politik, ekonomi, hukum, dsb)
    pesta olahraga = perayaan olahraga dng mengadakan pertandingan berbagai cabang olahraga
    pesta panen = perayaan setelah selesai padi dipotong

    http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

  2. DI Aceh, selain disebut pesta, khanduri (bukan kenduri) – kata ini berasal dari. ‘Khanda’ yang berarti nasi kuning dan di Aceh hanya beberapa daerah tertentu saja yang masih menghidangkan/menyajikan nasi kuning atau khanda – lazim juga disebut walimah.

    Mungkin atau setidaknya beberapa kata yang saya sebutkan di atas ke depan pembentukan kosakata pesta pada KBBI dapat diperkaya lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s