Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Arsip untuk kategori ‘André Möller

Manusia-Manusia Hewan

dengan 3 komentar

KOMPAS, 1 Maret 2013. André Möller, Penyusun Kamus Swedia-Indonesia, Tinggal di Swedia.

Pekan lalu saya secara pendek membahas idiom nyamuk pers dalam kolom bahasa ini. Walaupun Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa tidak memberi penilaian atas termulia-tidaknya ucapan ini, saya mengizinkan diri berkesimpulan bahwa nyamuk pers jarang dipakai untuk menghormati para wartawan. Sebaliknya, ini adalah idiom yang agaknya merendahkan kaum pewarta.

Namun, para jurnalis tidak perlu berkecil hati karena adanya ucapan ini sebab masih banyak ucapan lain yang secara gamblang merendahkan kaum-kaum yang berbeda. Menariknya, tidak jarang ada hewan yang terlibat, seperti dalam ucapan nyamuk pers tadi. Kata politikus (yakni poli-tikus) barangkali bisa disebut sebagai ”kebetulan bahasa” (yang lucu), tapi kami boleh bertemu dengan sepupunya: tikus-tikus kantor. Iwan Fals sudah menggambarkan golongan ini dengan cukup tepat sebagai hewan/orang yang ”suka ingkar janji”, ”berenang di sungai kotor”, ”tak kenal kenyang”, dan ”cepat ganti muka”. Rupanya bukan kalangan terhormat ini, dan mungkin sebagian pembaca jadi teringat kepada lagu Fals berjudul ”Wakil Rakyat”. Kami juga kenal ucapan seperti kupu-kupu malam, kambing hitam, ular kepala dua, dan buaya darat. Idiom-idiom ini memiliki fungsi yang serupa: merendahkan martabat seseorang atau kaum dengan bantuan hewan. Selain itu, orang yang ingin kami cela dapat kami juga panggil monyet atau, lebih parah lagi, anjing.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

1 Maret 2013 pada 23.54

Ditulis dalam André Möller, KOMPAS

Dikaitkatakan dengan

Jenis-Jenis Nyamuk

dengan 2 komentar

KOMPAS, 22 Feb 2013. André Möller, Penyusun Kamus Swedia-Indonesia, Tinggal di Swedia.

Pada suatu saat di sebuah negara nan jauh seorang anak bertanya kepada bapaknya: ”Pak, hewan apa yang paling berbahaya di dunia ini? Hewan apa yang paling menakutkan?” Tanpa perlu waktu untuk merenungkan masalah ini lebih lanjut, si bapak dengan segera menjawab, ”Nyamuk, Nak. Nyamuk.” Setelah memelototi bapaknya beberapa saat seolah-olah dia kehilangan akal sehatnya, si anak terjatuh saking keras tertawanya.

Ia, yang pasti berharap akan beroleh cerita tentang ular panjang, laba-laba mistis, kuda nil ganas, atau setidaknya harimau galak, hanya disuguhi jawaban nyamuk. Sesudah pulih dari serangan ketawanya, si anak pun menyuguhkan pandangan sinis kepada bapaknya yang, seperti semestinya, merasa seperti pecundang terbesar di mata anaknya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

22 Februari 2013 pada 23.46

Ditulis dalam André Möller, KOMPAS

Dikaitkatakan dengan ,

Dua Ribu Ayam

tinggalkan komentar »

KOMPAS, 14 Sep 2012. André Möller, Penyusun Kamus Swedia-Indonesia, Tinggal di Swedia.

Sumber gambar: Kilosofi

Seandainya saya penjual sayur dan daging di pasar, niscaya pelanggan yang ingin membeli sekilo wortel akan saya beri seribu buah sayur berwarna lembayung itu. Calon pelanggan yang ingin memeriahkan pesta Lebaran dengan dua kilo ayam akan pulang ke rumah dengan dua ribu hewan yang siap dimasak. Dan, seandainya saya berkesempatan jadi tukang becak, pastilah calon penumpang yang hanya ingin keliling kota ”sekitar tiga kilo” harus saya tolak dengan alasan: saya hanya bekerja di satu kota saja. Barang tentu karier saya di bidang sayur-mayur ataupun transportasi tidak akan berlangsung lama, tapi setidaknya saya sudah ikut membela bahasa (meski dengan cara yang terlampau kaku, menurut sebagian orang dan lembaga).

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

14 September 2012 pada 23.06

Ditulis dalam André Möller, KOMPAS

Dikaitkatakan dengan ,

Beri-beri

dengan 2 komentar

KOMPAS, 21 Okt 2011. André Möller, Penyusun Kamus Swedia-Indonesia, Tinggal di Swedia

Foto: Kazvorpal, Wikimedia Commons (by-sa)

Judul di atas tak mengacu kepada penyakit radang, juga tidak kepada kegiatan dermawan. Béri-béri di sini merujuk kepada benda kecil yang belum masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, belum dianugerahi lema sendiri. Beri adalah bagian akhir dari stroberi, sebuah kata yang sudah dapat entri tersendiri dalam KBBI. Nah, sebelum KBBI mencantumkan kata seperti bluberi dan blakberi, mari sejenak membahas jenis makanan lezat dan bergizi ini.

Dalam bahasa Inggris berry adalah kata yang menggambarkan buah empuk yang dihasilkan dari satu indung telur. Dalam bahasa Indonesia saya sarankan kita memakai kata beri, seperti dalam stroberi tadi. Secara botanis tomat adalah sebuah beri. Begitu pula anggur dan pisang. Kata stroberi sudah sangat mengindonesia, Bahkan, kata stroberi bisa kita anggap bagian dari bahasa Indonesia yang baik dan betul.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

21 Oktober 2011 pada 07.03

Ditulis dalam André Möller, KOMPAS

Dikaitkatakan dengan

Primadona dan Diva

dengan satu komentar

KOMPAS, 30 Sep 2011. André Möller, Penyusun Kamus Swedia-Indonesia, Tinggal di Swedia

Gambar: musicweb-internasional

Saya terkadang kaget menjumpai kata primadona di media Indonesia. Belum lama ini, misalnya, diwartakan bahwa alun-alun di Batu, Jawa Timur, diharapkan jadi primadona wisata di kota itu. Di Gunung Kidul, katanya, kakao sekarang sedang naik daun dan sudah jadi primadona petani. Di daerah lain KAI diimbau bergerak supaya kereta api jadi primadona transportasi di masa depan. Adapun ular berkepala dua di Ukraina disebut sebagai primadona di negeri itu.

Nah, dari contoh itu dapat saya tarik kesimpulan bahwa primadona itu sesuatu yang diunggul-unggulkan dan dianggap istimewa. Rupanya Kamus Besar Bahasa Indonesia membenarkan pendapat ini dan menjelaskannya sebagai yang paling utama, penting, dan sebagainya tentang barang dagangan. Barangkali bisa didiskusikan apakah alun-alun dan ular aneh bisa terkategori sebagai barang dagangan, tapi maksudnya tetap tertangkap.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

30 September 2011 pada 15.46

Ditulis dalam André Möller, KOMPAS

Dikaitkatakan dengan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 350 pengikut lainnya.