Arsip untuk kategori ‘Anton M Moeliono’
“Outsource” dan Sumberluar
Kompas, 7 Jul 2011. Anton M. Moeliono, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta
Menurut Kamus Webster Amerika, kosakata Inggris sejak 1982 menyediakan nomina outsourcing dan verba outsource. Pengertian itu di Indonesia baru dikenal setelah tahun 2000.
Jika keterangan yang terdapat dalam kamus itu diindonesiakan, outsourcing ialah “praktik menyubkontrak pekerjaan (manufaktur) kepada pihak di luar perusahaan”. Verba outsource diartikan ”minta pihak di luar perusahaan sendiri menangani sebagian dari tugas pekerjaan”.
Ihwal Penyerapan
KOMPAS, 17 Jun 2011. Anton M Moeliono, Pereksa Bahasa
Pengembangan kosakata akibat persentuhan bahasa terutama dilakukan lewat pemadanan makna. Proses itu dapat berupa penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan.
Jenis penerjemahan pertama dilakukan berdasar kesesuaian makna atau konsep, tetapi bentuknya tidak sepadan. Contohnya supermarket menjadi pasar swalayan, elevated highway menjadi jalan layang, interchange menjadi simpang susun. Penerjemahan jenis kedua dapat pula dilakukan berdasar kesuaian makna dan bentuk. Misalnya skyscraper menjadi pencakar langit, inorganic menjadi takorganik, dan bonded zone menjadi kawasan berikat.
Kumpul Kerbau
KOMPAS, 29 Apr 2011. Anton M Moeliono, Pereksa Bahasa, Guru Besar Emeritus UI
Ada perbedaan yang jelas antara proses penyerapan kosakata asing zaman dulu dari yang sekarang. Dahulu penyerapan didasarkan pada pendengaran dan hasilnya ditulis dengan huruf yang dianggap paling dekat dengan bunyi vokal atau konsonan Indonesia. Misalnya, chaffeur (Belanda) menjadi sopir, winkel menjadi bengkel, dan luitenant menjadi letnan.
Menurut penelitian mahasiswa saya, bentuk serapan dari bahasa Belanda hingga awal Perang Dunia Kedua berjumlah kira-kira 4.000 butir. Di samping itu selama berabad-abad berlangsung penyerapan antara lain dari bahasa Sanskerta, Arab, Cina, Portugis, Tamil, dan Persia. Bahasa Melayu dan bahasa Indonesia dewasa ini paling banyak menyerap kosakata dari bahasa Inggris ragam Amerika, Britania, dan Australia.
“Impeachment” Pengithaman
KOMPAS, 21 Jan 2011. Anton Moeliono: Munsyi, Profesor Emeritus UI.
Kita tahu bahwa persentuhan budaya memperikutkan persentuhan bahasa. Teknologi digital yang memakai bahasa Inggris memperkenalkan kepada kita konsep dan gagasan baru yang sebelumnya tidak berperan dalam kehidupan kita. Media elektronik dan media cetak mengantarkan beberapa masukan ke dalam bahasa Indonesia masa kini. Unsur serapan itu diwargakan, baik dalam bentuk aslinya seperti video tape dan mindset maupun lewat penyesuaian lafal atau ejaan seperti bias (Inggris) jadi bias (Indonesia), management jadi manajemen.
Cara penyerapan ketiga ialah mencari ungkapan Indonesia, misalnya penthouse menjadi gria tawang dan elevated highway menjadi jalan layang. Karena cara terakhir itu mensyaratkan pengenalan bahasa sumber dan bahasa Indonesia yang memadai, dapat terjadi penerjemahan keliru. Jika kekeliruan itu kemudian disebarkan media, dalam sekejap saja padanan yang keliru itu akan jadi bagian kosakata pembaca yang kurang waspada.
Perubahan dan Pengubahan
KOMPAS, 8 Okt 2010. Anton M Moeliono Pereksa Bahasa: Guru Besar Emeritus Linguistik Universitas Indonesia.
Dalam bahasa kita sehari-hari, kita memakai verba berubah dan mengubah dengan berselang-seling. Bentuk berubah berhubungan dengan subjek saja, seperti dalam cuaca dan iklim berubah, air mukanya berubah. Maknanya di sini cuaca, iklim, dan air muka menjadi lain dan berbeda dari keadaan semula. Penyebabnya dari dalam, atau tidak diketahui, atau tidak dikenal karena tidak dianggap penting.
Ada sejumlah konstruksi verba berubah yang ditambah keterangan yang merupakan idiom: berubah akal dengan makna ’gila’ dan berubah mulut ’ingkar janji’. Ungkapan itu disebut idiom karena maknanya tidak dapat dijabarkan dari makna harfiahnya.

