Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Arsip untuk kategori ‘Putu Setia

Rumah Sang Pendeta

dengan 3 komentar

Majalah Tempo, 19 Mar 2012. Putu Setia, Nama baptis Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda

Beberapa hari sebelum saya dibaptis sebagai pendeta pada 2010, ada ritual yang jelimet di rumah tinggal saya. Rumah saya dinaikkan “statusnya” menjadi griya. Ini sebutan tempat tinggal yang dianggap suci, karena penghuninya tak lagi tergoda urusan duniawi. Begitulah formalnya.

Saya sempat bergurau: “Di Jakarta saya pernah tiga tahun tinggal di griya.” Banyak orang tertawa dan ada yang menuduh saya “tak tahu aturan”. Tapi saya ngotot: “Ya, betul, saya tinggal di Griya Wartawan Cipinang Muara.” Orang menjadi maklum setelah saya jelaskan itu kompleks perumahan wartawan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

19 Maret 2012 pada 10.04

Ditulis dalam Majalah Tempo, Putu Setia

Dikaitkatakan dengan

Dulu, Lalu Merumput

dengan satu komentar

Majalah Tempo, 31 Jan 2011. Putu Setia: Wartawan.

Ed Zoelverdi, mantan wartawan Tempo yang dikenal sebagai Mat Kodak senior, suatu hari menulis di akun Facebook nya: “KUIS PILIHAN. Segepok duit halal di meja, di sampingnya ada wanita ayu. Jika Anda diberi kesempatan memilih, mana yang duluan dipilih: duit dulu atau wanita ayu dulu. Silakan pilih sekarang….”

Ada yang memilih “duit dulu” dengan alasan kalau punya duit segepok tentu mudah mencari wanita ayu. Bung Ed tak memberi kesempatan teman temannya berkomentar lebih banyak. Ia langsung membuka rahasia. Yang dimaksudkan “duit dulu” adalah duit di masa dulu, yang kini tak berlaku. Demikian pula “wanita ayu dulu” sekarang sudah jadi nenek yang keriput.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

31 Januari 2011 pada 16.41

Ditulis dalam Majalah Tempo, Putu Setia

Dikaitkatakan dengan

Belok Kanan Ditilang

dengan 3 komentar

Majalah Tempo 9 Nov 2009. Putu Setia. Wartawan.

MEMBACA tulisan Qaris Tajudin di kolom ini di majalah ini pekan lalu (”Belok Kiri Boleh Langsung”), saya teringat sahabat yang masih warga negara India, tapi sudah setahun lebih di Bali dan diperbantukan sebagai pengajar bahasa Sanskerta di sebuah perguruan tinggi swasta. Sahabat saya ini suatu ketika mengendarai sepeda motor. Di sebuah jalan silang empat, ia memacu sepeda motornya belok ke kanan. Langsung ditangkap polisi.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

9 November 2009 pada 08.22

Ditulis dalam Majalah Tempo, Putu Setia

Dikaitkatakan dengan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 352 pengikut lainnya.