Arsip untuk kategori ‘Rainy MP Hutabarat’
Pesta Narkoba
KOMPAS, 15 Feb 2013. Rainy MP Hutabarat, Cerpenis.
Negeri ini memiliki banyak jenis pesta dengan atau tanpa perjamuan makan minum. Yang kerap diberitakan di media massa, misalnya, pesta demokrasi, pesta olahraga, pesta sepak bola, pesta kesenian, pesta gol. Di situs-situs internet daftar ini bertambah panjang: pesta durian, pesta topeng, pesta budaya, pesta adat. Semua pesta ini dirayakan dengan sukacita dan keterbukaan terhadap tetamu. Jakarta Night Festival dan Pesta Tahun Baru warga Ibu Kota dihadiri warga kota-kota sekitar. Pesta gol disambut teriakan histeris oleh para pendukung kesebelasan.
Pesta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi IV, adalah ’perjamuan makan minum (bersukaria dan sebagainya)’ atau ’perayaan’. Adanya kegembiraan disertai makan-makan itu membuat orang menamakan pesta durian, dan bukan pesta cabai atau pesta serai. Jelas, secara konseptual pesta dirayakan bersama tamu-tamu yang jumlahnya relatif banyak dan bersifat terbuka bagi banyak orang. Termasuk pesta gila. Pesta ini tak berhubungan dengan perilaku gila-gilaan, sebagaimana konon pesta Kaisar Nero dengan seks bebas, mabuk-mabukan, dan memuntahkan makanan yang sudah ditelan agar bisa makan lagi. Pesta gila artinya pesta dansa yang tamu-tamunya berpakaian aneh-aneh, berkedok, dan sebagainya. Demikian KBBI Edisi IV.
Ditulis oleh Rubrik Bahasa
15 Februari 2013 pada 23.34
Ditulis dalam KOMPAS, Rainy MP Hutabarat
Dikaitkatakan dengan makna
Teks Iklan dan Gaul
KOMPAS, 30 Nov 2012. Rainy MP Hutabarat, Cerpenis.

Sumber: Goodreads
Di Indonesia bahasa gaul rupanya punya periodisasi. Tatkala telepon seluler dan internet masih digunakan secara eksklusif, bahasa prokem marak di kalangan orang muda, khususnya di Jakarta pada 1990-an. Kamus bahasa prokem pernah diterbitkan oleh artis Debbie Sahertian. Tatkala media sosial berbasis internet menjadi bagian dalam kehidupan sosial abad XXI dan Indonesia mencatat pengguna Facebook 43,06 juta atau tertinggi ketiga di dunia (2011), bahasa gaul berlabel alay tumbuh. Selain kode-kode emosi yang baku, bahasa alay juga berkembang sebagai bahasa yang cenderung eksklusif. Hanya para pegiat media sosial yang paham kode-kode tersebut.
Ditulis oleh Rubrik Bahasa
30 November 2012 pada 22.28
Ditulis dalam KOMPAS, Rainy MP Hutabarat
Dikaitkatakan dengan bahasa gaul
Tidak Terlampau
KOMPAS, 19 Oktober 2012. Rainy MP Hutabarat, Cerpenis.

Sumber gambar: Motherrr
Bahasa adalah alat komunikasi melalui sistem penandaan dan pemaknaan dan, karena itu, hubungan antara realitas dan bahasa bersifat konstruksional atau representatif. Cukup, misalnya, adalah penandaan dan pemaknaan atas suatu jumlah, muatan, ukuran, atau frekuensi.
Sifat hubungan tersebut membuat bahasa tak lepas dari kepentingan tertentu. Dan apa yang disebut kepentingan di sini mencakup politik, kekuasaan, ekonomi, dan juga kelas sosial. Dari aspek strata sosial, misalnya, bahasa Jawa mengenal tingkatan-tingkatan. Kegemaran berbahasa asing seperti bahasa Inggris juga dapat dipakai sebagai indikator kelas sosial.
Ditulis oleh Rubrik Bahasa
19 Oktober 2012 pada 01.46
Ditulis dalam KOMPAS, Rainy MP Hutabarat
Dikaitkatakan dengan makna
Partisipasi
KOMPAS, 28 Okt 2011. Rainy MP Hutabarat, Cerpenis
Partisipasi adalah satu kata kunci dalam pembangunan, politik, dan media. Berasal dari gabungan dua kata Latin: pars ’bagian’ dan capere ’mengambil’. Kita mengambil bagian dalam jamuan makan, politik, pembangunan, komunikasi, atau olahraga.
Dari arti asal ini tampak bahwa kata partisipasi juga berfungsi sebagai ukuran dan interaksi antardua kelompok berbeda. Seberapa banyak Anda mengambil bagian? Anda boleh mengambil bagian dalam proyek penghijauan di kelurahan, tapi peran Anda sebatas penanam pohon. Jenis pohon apa yang ditanam diputuskan tanpa melibatkan suara Anda dan warga lainnya. Sebaliknya, Anda dan warga terlibat dalam penghijauan lingkungan mulai dari pengambilan keputusan hingga ke proses penanaman dan pemeliharaannya. Tanam Paksa pada masa penjajahan Belanda juga melibatkan partisipasi rakyat. Namun, pengertian partisipasi di sini lebih merupakan partisisapi dalam arti partisi sapi. Tanam Paksa menjadi ruang partisi antara penjajah dengan rakyat terjajah yang diperlakukan sebagai sapi perah. Dalam kasus ini partisipasi malah menjadi eksploitasi.
Ditulis oleh Rubrik Bahasa
28 Oktober 2011 pada 14.13
Ditulis dalam KOMPAS, Rainy MP Hutabarat
Dikaitkatakan dengan bahasa indonesia
Berkah
KOMPAS, 9 Sep 2011. Rainy MP Hutabarat, Cerpenis
Semua orang mengharapkan berkah atau berkat, tetap tak sembarang orang boleh memberkati orang lain. Berasal dari kata barokah (Arab), berkah artinya ‘karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia’. Demikian takrif Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV. Padanannya adalah rahmat. Dalam Pembukaan UUD 1945 dikatakan, “Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa […] maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Karena itu, berkah menjadi penanda wewenang ilahi dan, dalam kasus tertentu, hubungan antarmanusia yang bersifat keagamaan.
Tak dikatakan bahwa “pengemis itu memberkati kepala sekolah”. Dalam strata sosial, pengemis dan kepala sekolah ditempatkan pada lapisan berbeda. Pengemis berada pada lapisan paling bawah, sebagai orang yang hidupnya tergantung kepada belas kasihan orang lain. Pengemis juga tak memiliki atau mewakili kuasa ilahi. Bahkan, bila seorang pengemis memberikan hadiah kepada kepala sekolah akan dirasakan tak adil. Mungkin akan ditafsirkan sebagai pemerasan atau suap.
Ditulis oleh Rubrik Bahasa
9 September 2011 pada 20.57
Ditulis dalam KOMPAS, Rainy MP Hutabarat
Dikaitkatakan dengan bahasa indonesia

