Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Arsip untuk kategori ‘Samsudin Berlian

Kopitiam

dengan 3 komentar

KOMPAS, 9 Mar 2012. Samsudin Berlian, Pemerhati Makna Kata

Baru saja Mahkamah Agung mengesahkan keputusan Pengadilan Niaga Medan bahwa kopitiam adalah merek milik eksklusif seorang pengusaha Jakarta, yang langsung saja memerintahkan semua pengusaha kopitiam berhenti memakai nama itu untuk tempat usaha mereka.

Kopitiam adalah gabungan menarik dua kata yang melibatkan banyak budaya. Kopi menempuh perjalanan panjang dari Arab qahwah, Turki kahveh, Italia caffè, sampai Belanda koffie, sebelum diserap Melayu. Belanda menguasai Malaka sejak pertengahan abad ke-17.

Tiam kata Hokkien untuk toko. Bagian besar imigran Cina di Asia Tenggara berasal dari Provinsi Hokkien [Mandarin: Fujian] dan sudah ratusan tahun bahasa dan adat istiadat Hokkien di antara mereka bercampur dengan Melayu. Jadi, kopitiam tak lain tak bukan tak lebih tak kurang berarti ’kedai kopi’.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

9 Maret 2012 pada 07.58

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

September

dengan satu komentar

KOMPAS, 23 Sep 2011. Samsudin Berlian, Pemerhati Makna Kata

Aneh ganjil bin bingung gemblung. Kok sembilan dibilang tujuh? Bukan salah cetak bukan keliru hitung. Semua kalender internasional di rumah di kantor di kutub beku di khatulistiwa membara sama saja. Bahkan, kamus besar kecil lokal internasional tak mau kalah sinting: bulan ini disebut September.

Jelas-jelas septem adalah tujuh. Bukan hanya orang Romawi dengan Latinnya yang rajin beranak-pinak di Eropa, kita di sini pun tak segan memakai sapta- asal India yang tak lain tak bukan tujuh jua maknanya. Lebih gila lagi, nama ketiga bulan berikutnya juga membuat orang garuk-garuk kepala. octo berarti delapan, novem sembilan, dan decem sepuluh. Tidak percaya? Tahu kan, oktaf itu ‘nada kedelapan’, novena ‘doa sembilan hari’, dan desimal ‘hal persepuluhan’?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

23 September 2011 pada 21.35

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Benar Tak Sama Betul

dengan satu komentar

KOMPAS, 19 Agu 2011. Samsudin Berlian, Pemerhati Makna Kata

Perbedaan benar dan betul paling terlihat dalam pemakaian kata-kata turunan keduanya. Pembetulan, misalnya, berhubungan dengan otak-atik perkakas tukang servis; pembenaran berkait dengan, antara lain, penilaian tentang pantas-tidaknya seorang keponakan anggota DPR menjadi kontraktor renovasi ruang kantornya. Di sini pembenaran bisa juga bermakna pembetulan, tapi pembetulan tidak biasa dipakai dalam arti pembenaran.

Begitu pula halnya dengan membetulkan dan membenarkan. ”Membetulkan komputer” sekadar mengacu pada apa yang dilakukan seseorang, apakah memang terjadi atau tidak; tapi ”membenarkan tindakan seorang hakim makan bersama berdua-duaan di restoran remang-remang dengan pengacara terdakwa dalam perkara yang sedang berlangsung” mengacu bukan hanya pada kejadiannya, melainkan terutama pada penilaian etis atasnya: adil atau tidak, patut atau tidak.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

19 Agustus 2011 pada 23.17

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Kebetulan

tinggalkan komentar »

KOMPAS, 29 Jul 2011. Samsudin Berlian, Pengamat Makna Kata, Sarjana Teologi

Sering kita dengar orang berkaok-kaok berani mati ”demi kebenaran!”, tapi boleh dikata tak pernah terdengar ada yang bertekad berjuang ”demi kebetulan!” Kebenaran dianggap layak didukung dan dipertahankan; sedangkan kebetulan adalah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, karena itu tidak bisa dibela, ditentang, atau disangkal, hanya bisa diterima dan ditanggung.

Bukanlah kebetulan bahwa suatu kejadian yang tak terduga disebut kebetulan. Kebetulan mencerminkan falsafah pemaknaan kehidupan yang selaras dengan kehendak Alam Semesta, dengan kehendak Yang di Atas, dan dengan kehendak penguasa. Apa yang sudah ditentukan Sang Ilahi itulah yang betul, yang benar. Penolakan terhadap apa yang ada, yang sudah terjadi, adalah sikap tak ikhlas yang negatif; sama dengan pemberontakan terhadap keputusan Yang Mahakuasa.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

29 Juli 2011 pada 10.42

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Managemen

dengan 2 komentar

KOMPAS, 6 Mei 2011. Samsudin Berlian, Pemerhati Makna Kata.

Sangat penting penegasan Anton Moeliono minggu lalu dalam kolom ini bahwa, sebagai bangsa yang sedang memasuki peradaban beraksara, penyerapan kata asing diharapkan didasarkan pada tulisan dan bukan lagi dari lafal. Peradaban dan bahasa tulis tak terpisahkan. Semua peradaban yang kita kenal di muka bumi adalah peradaban tulis. Dengan segala hormat terhadap budaya leluhur, Melayu yang tak pernah mengembangkan tulisan sendiri tak dianggap peradaban oleh dunia, atau tak dianggap penting sebagai peradaban.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

6 Mei 2011 pada 09.54

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Politikisasi

tinggalkan komentar »

KOMPAS, 11 Feb 2011. Samsudin Berlian: Penyuka Bahasa.

Ketika seorang pejabat tinggi Batak mengusulkan pemberian gelar Raja Batak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum lama berselang, banyak orang sesukubangsanya yang kaget dan marah. Mereka langsung berdemo melancarkan tuduhan politisasi dengan lantang dan garang.

Anggapan mereka, si pengusul sedang mengejar keuntungan politik dengan mengorbankan budaya leluhur dan mengabaikan pendapat mayoritas masyarakat Batak.

Bulan sebelumnya, di tengah euforia langka sepak bola, Golkar meraup tuduhan politisasi ketika pemain-pemain Tim Nasional PSSI yang sedang berjuang meraih posisi nomor satu di Asia Tenggara, tiba-tiba diundang ke rumah sang ketua partai. Padahal, lebih baik mereka bermandi keringat di lapangan rumput atau melepas lelah di kamar sendiri. Sampai-sampai sang pelatih yang penuh dedikasi dari negeri seberang bersitegang leher memendam murka.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

11 Februari 2011 pada 17.42

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Tujuh

dengan 2 komentar

KOMPAS, 31 Des 2010. Samsudin Berlian: Pemerhati Makna Kata.

Bagi banyak orang, tujuh itu keramat, penting sekali dalam utak-atik angka keberuntungan. Dalam bahasa Indonesia pun kita mengenal ungkapan-ungkapan seperti tujuh keliling, tujuh bulanan, penujuh hari, sampai tujuh turunan, langit ketujuh, dan bintang tujuh.

Tujuh sudah dianggap istimewa sejak awal peradaban manusia yang lahir di Mesopotamia, negeri di antara dua sungai: Efrat dan Tigris. Ketika imam-imam Sumeria, Akad, Babilonia, serta penerus-penerus mereka di negeri para Firaun sampai ke Laut Tengah di negeri Helen (Gerika) dan menengadah ke langit, mereka melihat bintang-bintang yang selalu beredar tapi tidak pernah pindah tempat satu sama lain seperti titik-titik cahaya di kanvas Ilahi yang bergulir dari Timur ke Barat, tidak pernah berubah, abadi.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

31 Desember 2010 pada 21.45

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Bahasa dan Iklan yang Menyesatkan

dengan satu komentar

KOMPAS, 19 Nov 2010. Samsudin Berlian: Pemerhati Makna Kata.

Iklan tentulah bagus untuk menekan harga serta memulai dan memperbesar usaha. Masalah muncul ketika bahasa iklan tidak lagi sekadar memperkenalkan atau memuji-muji barang dan jasa pengiklan. Ada beragam taktik yang banyak dipakai sekarang untuk menyesatkan pelanggan sehingga membeli barang atau jasa yang tidak sesuai dengan harapannya.

Obral dengan ungkapan up to atau sampai adalah salah satu yang paling umum dijumpai. Diskon up to 70% biasanya berarti bahwa dari 10.000 barang yang ditawarkan, ada 10 yang harganya dipotong 70 persen, 9.990 lagi dipotong kurang dari itu atau tidak sama sekali. Dalam banyak kasus, harga asli pun sudah lebih dahulu dinaikkan sebelum rabat. Ada lagi diskon 50%+20%. Pelanggan yang mengerti aturan penulisan dalam matematika maupun fisika untuk penjumlahan akan mengira ini 70%. Namun, yang dimaksud rupanya adalah 60%, yakni 50% ditambah dengan 20% dari 50%.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

19 November 2010 pada 09.22

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Musik Cadas?

dengan 6 komentar

KOMPAS, 5 Nov 2010. Samsudin Berlian: Pemerhati Makna Kata.

Ada saja yang mengindonesiakan jenis musik yang dalam bahasa Inggris disebut rock atau rock and roll dengan istilah musik cadas. Sampai ada di Facebook segala. Malah kabarnya di Surabaya ada sekolah bernama begitu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, cadas hanya berarti ”batu”, tapi dalam lema musik ada sublema musik cadas yang diartikan ”musik keras”. Entah apa maksud definisi konyol ini. Barangkali musik gamelan atau keroncong yang disetel dengan volume pol.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

5 November 2010 pada 02.07

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Tolerasi

tinggalkan komentar »

KOMPAS, 15 Okt 2010. Samsudin Berlian, Pemerhati Makna Kata.

Di Indonesia kita kenal toleransi. Jarang terdengar tolerasi. Bahkan, kata Inggris toleration dan to tolerate biasanya diterjemahkan masing-masing toleransi dan bertoleransi. Ini tidak begitu tepat. Ada beda cukup penting di antara keduanya.

Makna tolerasi bisa dipahami dari kedua unsur yang dikandungnya. Pertama, ada suatu hal atau tindakan yang tidak disetujui. Kedua, sikap membiarkan hal atau perbuatan yang tidak disetujui itu. Seseorang dikatakan bertolerasi kalau ketika dia berhadapan dengan, misalnya, pendapat, ajaran agama, atau kebiasaan berbeda, dia tidak melakukan apa-apa untuk menghilangkan, melarang, atau mengganggunya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

15 Oktober 2010 pada 01.51

Ditulis dalam KOMPAS, Samsudin Berlian

Dikaitkatakan dengan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 942 pengikut lainnya.