Arsip untuk kategori ‘Uu Suhardi’
Terkait
Majalah Tempo, 6 Sep 2010. Uu Suhardi: Redaktur Bahasa Tempo.
Tak bisa dimungkiri, terkadang kita mengalami kesulitan ketika hendak menentukan kata sambung (konjungsi) atau kata depan (preposisi) yang tepat untuk menghubungkan unsur-unsur dalam sebuah kalimat. Akibatnya, kata sambung “oleh”, misalnya, sering dipertukarkan dengan preposisi “dari”, “pada”, dan “kepada” atau konjungsi “dengan”. Kalimat “Tim Jerman kalah oleh Spanyol” masih bersaing dengan kalimat “Tim Jerman kalah dari Spanyol”. Begitu pula antara “Lelaki tua itu terpesona oleh kecantikannya” dan “Lelaki tua itu terpesona pada kecantikannya” atau antara “Kita terbelenggu oleh isu-isu politik yang sensasional” dan “Kita terbelenggu dengan isu-isu politik yang sensasional”.
Pesan (Tak) Sampai
Majalah Tempo, 20 Okt 2008. Uu Suhardi: Redaktur Bahasa Tempo.
SEBUAH koran Ibu Kota baru-baru ini menulis, “Vijay Singh menggantikan posisi Woods.” Pada Ramadan lalu, satu stasiun televisi nasional melaporkan, “Ruang sidang dipenuhi oleh sekitar seratus massa.” Sampai pekan lalu, sebuah kantor besar masih memasang tulisan di pintu masuknya: “Tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun.”
Kalau kita baca sekilas, seolah tidak ada yang salah dalam ketiga kalimat tersebut. Dan mungkin, bagi penyusun masing-masing kalimat itu, yang penting pesannya sampai. Padahal, kalau kita baca dengan saksama, ketiganya mengandung kesalahan yang mengakibatkan kerancuan.

