Arsip untuk kategori ‘Zen Hae’
Mengaji Kaji
Majalah Tempo, 16 Mei 2011. Zen Hae: Penyair
SEKARANG ini kata kerja “mengkaji” dan “mengaji” diperlakukan sebagai dua bentukan yang berbeda maknanya. Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi ketiga, 2001) mendaftar makna bentukan pertama adalah “mempelajari, memeriksa, menyelidiki, memikirkan, menguji, menelaah”, sementara yang kedua berarti “mendaras Al-Quran, belajar membaca tulisan Arab, belajar atau mempelajari”. Kamus Dewan (edisi ketiga, 2002) juga membedakan makna dua bentukan itu dengan makna yang lebih-kurang sama. Dalam bahasa Indonesia “mengkaji” kemudian menurunkan kata benda “pengkajian”, sementara “mengaji” menurunkan kata benda “pengajian”, dengan makna yang juga lebih-kurang sama.
Paduka
Majalah Tempo 18 Jan 2010. Zen Hae, Penyair.
Himpunan puisi Jantung Lebah Ratu (Gramedia, 2008) karya Nirwan Dewanto adalah salah satu buku puisi Indonesia modern yang cukup banyak menggunakan kembali kata-kata arkais atau jarang terpakai dalam komunikasi berbahasa Indonesia hari ini. Mau tidak mau pembaca mesti menengok kamus sebelum memahami makna dan konteks kata-kata itu. Misalnya kata ”paduka”, yang selama ini hanya dipakai di alam kerajaan dan dongeng sejenis Seribu Satu Malam.

