Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Tulisan ditandai ‘bahasa indonesia

Etika dan Etiket

dengan 5 komentar

KOMPAS, 13 Apr 2012. K. Bertens, Guru Besar Emeritus Unika Atma Jaya, Jakarta

Sumber gambar: VirginiaTech

Beberapa waktu lalu dalam rubrik ”Klasika” Kompas edisi 5 Maret 2012 dimuat artikel singkat, ”Etika Berbicara di Telepon”. Di situ dijelaskan bagaimana operator telekomunikasi di perusahaan harus menjalankan tugasnya. Misalnya, ia tidak boleh bicara dengan nada tinggi. Nada bicara harus selalu dijaga dan tetap tenang. Sebagai pembuka percakapan, ia harus mengucapkan salam dan menyebutkan namanya kepada lawan bicara. Sebelum menutup pembicaraan, ia tidak boleh lupa mengucapkan terima kasih kepada lawan bicara, dan seterusnya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

13 April 2012 pada 12.25

Ditulis dalam K. Bertens, KOMPAS

Dikaitkatakan dengan

Andai Anda Melayu Riau

dengan 11 komentar

KOMPAS, 30 Mar 2012. Taufik Ikram Jamil, Sastrawan Berbahasa Ibu Melayu Riau

Bagaimana perasaan Anda jika sesuatu yang Anda miliki tiba-tiba asing, padahal dari segi fisik, benda tersebut tak berubah sama sekali, bahkan Anda masih menyandang sebutan sebagai pemiliknya? Orang Melayu Riau memiliki pengalaman mengenai hal ini dari berbagai segi. Tak saja berkaitan dengan ekonomi dan politik, juga bahasa.

Ringkas cerita, bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau. Kenyataan ini tentu saja menyebabkan tak sedikit orang Melayu Riau di bawah ambang sadarnya beranggapan bahwa bahasa Indonesia juga bahasa Melayu Riau. Tepat sekali yang dikatakan Sapardi Djoko Damono, salah seorang bintang sastra Indonesia, dalam bukunya bahwa besar kemungkinan hanya orang Melayu Riau dan Jakarta saja yang telah menjadikan bahasa Indonesia bahasa ibu sejak kecil.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

30 Maret 2012 pada 08.47

Ditulis dalam KOMPAS

Dikaitkatakan dengan

Main (di) Stadion

dengan satu komentar

Lampung Post, 28 Mar 2012. Agus Sri Danardana, Kepala Balai Bahasa Riau

“Kena batunya,” suara lirih Atan membuyarkan konsentrasi penumpang lain yang sedang berjuang agar tidak terantuk karena ulah sopir yang harus selalu menggoyang kendaraannya untuk menghindari tebaran lubang di hampir sepanjang jalan. Mereka terhenyak penuh tanya, apa gerangan yang (akan) terjadi.

“Maaf, Bang. Maaf, Kak. Gumam awak tadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan nasib kami di angkot ini,” kata Atan mencoba menenangkan. “Awak hanya geli melihat tulisan pada papan nama di proyek pembangunan stadion tadi,” ujarnya melanjutkan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

28 Maret 2012 pada 11.10

Ditulis dalam Agus Sri Danardana, Lampung Post

Dikaitkatakan dengan

Tali-temali Gender

tinggalkan komentar »

Majalah Tempo, 26 Mar 2012. Samsudin Adlawi, Wartawan Jawa Pos

Gerakan Women2Drive mengguncang Arab Saudi. Women2Drive (Linnisai Biqiyadatis Sayyarati), yang dipelopori Manal al-Sharif, asisten computer security perusahaan minyak Aramco, adalah kampanye menuntut hak mengemudi mobil bagi perempuan Arab Saudi yang gaungnya mendunia. Negara-negara Arab lain sudah lebih “liberal”, tak hanya membolehkan mengemudi, tapi juga memberi kemungkinan luas menduduki jabatan publik, sementara persoalan mengemudi mobil masih menjadi persoalan di Arab Saudi.

Konservatisme Arab Saudi ini seakan-akan ahistoris. Sejarah membuktikan, pada awal perjuangan Islam, perempuan Arab bisa berdiri sejajar dengan kaum laki-laki. Selain Khadijah dan Aisyah, ada nama Nusaibah binti Kaab atau Ummu Imarah (pejuang logistik dalam Perang Uhud), Asma binti Abu Bakar, Rufaidah binti Sa’ad (organisator perawat korban perang), Asma binti Yazid al-Anshariyah (orator wanita ulung), untuk menyebut beberapa nama pemuka kaum perempuan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

26 Maret 2012 pada 10.58

Ditulis dalam Majalah Tempo, Samsudin Adlawi

Dikaitkatakan dengan

Antara Indonesia Melawan Qatar

dengan 7 komentar

Lampung Post, 21 Mar 2012. Kiki Zakiah Nur, S.S.

Menonton pertandingan sepak bola sebenarnya bukan kegemaran saya. Tetapi, demi menemani suami yang menggemari sepak bola, saya ikut menyaksikan pertandingan sepakbola kesebelasan Indonesia melawan Qatar yang disiarkan secara langsung oleh sebuah stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu. Pertandingan babak pertama berakhir seri dengan kedudukan masing-masing 2.

Sebelum diselingi jeda iklan, reporter olahraga mengatakan kalimat yang bunyinya begini, “Baik, pemirsa. Jangan ke mana-mana. Kita saksikan pertandingan berikutnya antara Indonesia melawan Qatar setelah iklan yang berikut.”

Pemakaian pasangan antara…, melawan…, dengan contoh kalimat seperti itu sangat sering digunakan oleh reporter atau wartawan olahraga pada acara pertandingan sepak bola. Secara sepintas memang sepertinya tidak ada yang salah pada kalimat tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

21 Maret 2012 pada 11.36

Ditulis dalam Kiki Zakiah Nur, Lampung Post

Dikaitkatakan dengan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 350 pengikut lainnya.