Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Tulisan ditandai ‘-sasi

Kisah Akhiran “ir” dan “isasi”

dengan 3 komentar

Lampung Post, 29 Des 2010. Oyos Saroso H.N.: Jurnalis.

GARA-GARA Soekarno-Hatta “memproklamirkan” kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, maka akhiran “ir” seolah menjadi salah satu khazanah akhiran dalam bahasa Indonesia. Maka, dalam praktik berbahasa sehari-hari, banyak orang latah dengan sering menyebut kata “koordinir”, “mengakomodir”, “mempolitisir”, dan sebagainya.

Sialnya, pemakaian akhiran “ir” ini sungguh produktif. Mungkin karena masyarakat gemar analogi. “Mengkoordinir” pembentukannya dianalogikan dengan “memproklamirkan”. Padahal, sebenarnya sudah ada padanan akhiran “ir” dalam bahasa Indonesia, yaitu “isasi”. Namun, nah di sinilah lucunya, akhiran “sasi” atau “isasi” itu sendiri sebenarnya juga bukan akhiran asli bahasa Indonesia. Ia merupakan serapan dari akhiran bahasa asing.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

29 Desember 2010 pada 23.58

Ditulis dalam Lampung Post, Oyos Saroso H.N.

Dikaitkatakan dengan ,

Di Balik Koranisasi dan Radionisasi

tinggalkan komentar »

Lampung Post, 14 Jul 2010. Ninawati Syahrul: Pegawai Kantor Bahasa Provinsi Lampung.

Media. Sumber: iStockphotoAPA sesungguhnya yang ada di balik bentuk koranisasi dan radionisasi dari segi kebahasaan? Bentuk koranisasi dan radionisasi sepertinya sama karena sama-sama berakhir dengan ‘isasi’.

Sekalipun kedua bentuk itu sepertinya sama, kenyataannya tidak demikian. Bentuk koranisasi memiliki kata dasar koran, sedangkan radionisasi memiliki kata dasar radio. Karena yang pertama berakhir dengan bunyi konsonan, yakni konsonan (n), bentuk -isasi dapat begitu saja ditempelkan hingga menjadi bentuk koranisasi.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Rubrik Bahasa

14 Juli 2010 pada 13.01

Ditulis dalam Lampung Post, Ninawati Syahrul

Dikaitkatakan dengan ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 942 pengikut lainnya.