Ali dan Pelestarian Bahasa Palembang

KOMPAS 14 Apr 2009.

Para peneliti maupun mahasiswa yang berminat meneliti tentang bahasa Palembang akan sangat terbantu dengan kamus bahasa Palembang-Indonesia yang disusun RHM Ali Masri dan kawan-kawan.

Ali Masri yang merupakan dosen FKIP Universitas Sriwijaya itu menyusun kamus bahasa Palembang halus atau menurut Ali disebut bahasa Melayu Palembang.

Menurut pria yang lahir di Palembang, 5 Maret 1968, itu, kamus tersebut adalah tugas kuliah yang disusun bersama teman-temannya pada tahun 1989 sampai 1990. Kamus tersebut terdiri dari 3.398 entri untuk huruf A sampai K dan sekitar 3.000 entri untuk huruf L sampai Z.

”Saat kamus ini disusun, kami menggunakan kamus umum bahasa Indonesia karangan Purwadarminta sebagai acuan,” kata Ali Masri.

Menurut Ali Masri, bahasa Palembang terdiri dari bahasa Palembang halus atau Melayu Palembang dan bahasa Palembang sehari-hari. Bahasa Palembang halus ini sangat jarang dipakai karena tidak banyak penuturnya. Bahasa tersebut hanya digunakan di kalangan keluarga Kesultanan Palembang.

Ali Masri mengatakan, bahasa Melayu Palembang sangat mirip dengan bahasa Jawa. Hal ini karena Kesultanan Palembang memiliki kaitan erat dengan kerajaan-kerajaan di Jawa. Dalam kamus tersebut banyak sekali kata dalam bahasa Melayu Palembang yang sangat mirip dengan bahasa Jawa, baik pengucapan maupun maknanya.

Ali mengungkapkan, bahasa Melayu Palembang semakin sedikit dipahami karena tidak diajarkan di sekolah-sekolah. Kondisi ini sangat berbeda dengan di Jawa, di mana bahasa Jawa diajarkan di sekolah dan sudah ada kurikulumnya.

Hambatan lain dalam melestarikan bahasa Melayu Palembang, kata Ali, juga disebabkan sikap masyarakat yang berpikir pragmatis. Masyarakat menganggap mempelajari bahasa Melayu Palembang tidak terlalu penting bagi masa depan anak-anaknya.

”Padahal, persoalan pelestarian bahasa Melayu Palembang adalah persoalan pelestarian budaya, jangan dicampuradukkan dengan persoalan pragmatis,” kata ayah dari RM Fadel Satria Albimansura dan RM Fauzan Raditya Albimanzura itu.

Ali mengakui, kamus tersebut masih jauh dari sempurna. Kamus itu masih memerlukan banyak perbaikan, terutama terkait istilah yang berkaitan dengan flora, fauna, dan istilah-istilah lain. Meskipun demikian, upaya Ali Masri dengan kamus tersebut dapat menyelamatkan bahasa Melayu Palembang dari kepunahan. (WAD)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s