Anak-anak Ternate Tak Tahu Bahasa Ibunya

KOMPAS 23 Jun 2009.

Anak-anak di Ternate, Maluku Utara, umumnya tidak mengetahui bahasa ibunya (bahasa daerah Ternate) karena dalam komunikasi sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat, mereka lebih suka menggunakan bahasa Indonesia.

“Anak-anak di Ternate yang tidak mengetahui bahasa ibunya tersebut tidak hanya yang tinggal di perkotaan, tapi juga di daerah pelosok,” kata seorang tokoh adat Kesultanan Ternate, Ridwan, SH di Ternate, Senin (22/6).

Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa mengancam kelestarian bahasa daerah Ternate, baik sebagai identitas warisan budaya leluhur Kesultanan Ternate maupun sebagai salah satu kekayaan budaya nasional.

Menurut dia, keluarga memegang peranan penting untuk membuat anak bisa mengetahui bahasa ibunya, yakni dengan cara menjadikan bahasa ibu sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di rumah.

Lingkungan sosial sekitarnya juga memiliki kontribusi besar untuk membuat anak-anal di lingkungan setempat bisa fasih menggunakan bahasa daerah setempat, dengan cara menjadikan bahasa itu sebagai bahasa utama dalam komunikasi sosial sehari-hari.

“Saya lihat orangtua di Ternate lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari di rumah. Padahal, orangtua bersangkutan (ayah dan ibu) sama-sama asli Ternate sehingga wajar saja kalau anak-anaknya tidak bisa berbahasa daerah Ternate,” katanya.

Masyarakat Ternate seharusnya bangga terhadap bahasa daerah Ternate. Mereka harus lebih mengutamakan menggunakan bahasa daerah Ternate dalam komunikasi sehari-hari di rumah dan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial sekitarnya.

Wali Kota Ternate Syamsir Andili sejak dulu mengkhawatirkan kelestarian bahasa daerah Ternate. Oleh karena itu, pemkot setempat telah mewajibkan kepada semua SD di Ternate untuk mengajarkan bahasa daerah Ternate sebagai mata pelajaran muatan lokal.

Pemkot Ternate telah mengangkat lebih dari 100 guru kontrak dengan honor Rp 750.000 per bulan sebagai guru bahasa daerah Ternate di semua SD di daerah ini. Para guru kontrak itu nantinya akan diangkat menjadi PNS di lingkup Pemkot Ternate.

Salah seorang guru kontrak bahasa daerah Ternate, Erda, mengatakan, dimasukkannya bahasa daerah Ternate sebagai mata pelajaran muatan lokal di SD banyak membantu anak-anak untuk lebih memahami bahasa daerah Ternate.

Iklan

5 thoughts on “Anak-anak Ternate Tak Tahu Bahasa Ibunya

  1. Like this, bahasa daerah tetap harus dilestarikan, karena dgn mencintai bahasa daerah, hal tersebut menjadi akar rasa cinta pada tanah air. Bahasa daerah perlu diajarkan dan dibiasakan dlm kehidupan sehari – hari di rumah dan lingkungan masyarakat setempat ( lingkungan desa misal ) sedang pengajaran bahasa Indonesia dilakukakn di sekolah, dengan demikian, anak akan terbiasa dengan penggunaan bahasa daerah tanpa merasa terbebani, dan bahasa negara ( Indonesia ) dalam waktu yg hampir bersamaan.

  2. faktanya memang begitu. anak-anak yang lahir dan besar di Ternate bahkan hanya secuil kata yang mereka tahu. harusnya pemerintah daerah lebih konsen ke hal ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s