Rendra: Aceh Pelopor Bahasa Melayu!

KOMPAS 23 Aug 2009.

Sastrawan dan budayawan WS Rendra mengatakan, Aceh merupakan pelopor bahasa Melayu baru yang diperkenalkan Hamzah Fansyuri, ahli tasawuf pertama yang menggunakan bahasa Melayu dalam sastra.

“Dari Aceh inilah banyak orang tekun berusaha menerjemahkan bahasa-bahasa dari Arab, India, Parsi sehingga semakin matang menjadi sastra yang tinggi. Hal itu pertama kali terjadi pada masa Hamzah Fansyuri,” katanya di Banda Aceh, Jumat.

Hal itu disampaikan pada seminar revitalisasi peradaban Melayu dalam kekinian yang digelar dalam rangka pertemuan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang diikuti 13 negara anggota dan 18 provinsi selama sepekan di Banda Aceh.

Hamzah Fansyuri adalah ahli tasawuf dan sastrawan asal Singkil, Aceh pada abad 16, ia merupakan tokoh penting dalam kerajaan Aceh. Ia memanfaatkan bahasa Melayu sebagai media penulisan sastra.

Salah satu sajaknya yang terkenal adalah Syair Perahu yang mengibaratkan tubuh manusia sebagai perahu dalam samudera kehidupan, kata WS Rendra yang biasa disapa mas Willy itu.

Rendra menyebutkan, sejak dulu bahasa Melayu menjadi bahasa Asia Tenggara namun sifatnya masih praktis untuk perdagangan. Orang Melayu banyak menggunakan kosakata dari Tamil, Urdu, Parsi dan Arab.

Setelah agama Islam mulai menyebar, terbitlah keinginan untuk menafsirkan buku dan kitab Islam yang banyak berasal dari Asia Barat. Karena itulah muncul bahasa Melayu baru untuk berdiskusi tentang Islam.

Menurut dia, Hamzah Fansyuri adalah seorang tokoh penting yang mengangkat harkat dan martabat bahasa Melayu menjadi bahasa sastra dan bahasa ilmu, jauh sebelum kemunculan Raja Ali haji di Riau. (ANT)

Iklan

2 thoughts on “Rendra: Aceh Pelopor Bahasa Melayu!

  1. ya betul tu,,,bahasa melayu bukan hanya bahasa dagang,,tp juga bahasa agama,,budaya,,jg lg menyebut lg melayu pemalas itu adalah plesetan org belanda agr bisa menydudutkan org islam,,saatnya melayu bangkit…

  2. Hmm … kyaknya judul artikelnya melenceng dari maksudnya alm Rendra. Acehnya Fansyuri adl pelopor bahasa Melayu BARU. Di zaman Sriwijaya bhs Melayu (Kuna) pun sdh jadi bhs politik, bukan hanya bhs dagang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s