Bahasa Daerah Pagaralam Segera Di-Perdakan

KOMPAS 27 Agu 2009.

Sebagai langkah antisipasi musnahnya bahasa daerah dalam kehidupan masyarakat, Pemerintahan Kota (Pemkot) Pagaralam Sumatra Selatan (Sumsel) berencana  mengajukan Peraturan Daerah (Perda) pelajaran bahasa Besemah.

Wali Kota Pagaralam,  Djazuli Kuris, mengatakan seiring dengan perkembangan Kota Pagaralam serta didorong dengan kemajuan technology mengakibatkan berbagai budaya dan bahasa semakin beragam sehingga kondisi yang demikian bisa berpotensi hilanganya bahasa daerah.

“Kota Pagaralam yang dikenal dengan Bahasa Besemah kian memudar hingga akhirnya kedepan bukan tidak mungkin akan hilang dengan sendirinya, padahal ini merupakan bagian dari budaya daerah,” kata Djazuli Kuris, Rabu.

Dia mengatakan, sejauh ini di berbagai daerah di Nusantara tengah digalakkan penggunaan bahasa daerah setempat pada setiap kali pejabat pemerintahan atau anggota DPRD dalam menyampaikan sambutan, hal tersebut dilakukan supaya bahasa daerah yang ada dapat senantiasa terjaga kelestariannya.

“Rasa memiliki bahasa daerah akan tetap eksis di masyarakat, sehubungan dengan itu melihat kondisi bahasa daerah Kota Pagaralam sudah sering tidak dipakai lagi oleh masyarakat dan ini akan menjadi ancaman hilangnya bahasa yang menjadi kebanggaan masyarakat Pagaralam,” katanya.

Sekarang ini di pulau Jawa setiap kali ada sambutan pejabat pemerintah sudah menggunakan Bahasa Jawa hal itu dilakukan untuk menjaga kelestarian dan rasa memiliki bahasa daerah sendiri.

“Mengapa kita tidak bisa melakukan hal tersebut dengan membuat Perda tersendiri yang mewajibkan penggunaan bahasa daerah dalam berbagai kesempatan kegiatan pemerintahan maupun kegiatan kemasyarakatan lainya,” katanya.

Pengutamaan penggunaan bahasa daerah dalam pelaksanaan pemerintahan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya bukan berarti tidak mencintai Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, penggunaan Bahasa Indonesia sudah menjadi keharusan.

“Sebagai masyarakat Pagaralam yang memiliki budaya dan bahasa tersendiri seharusnya dapat dijadikan kebanggaan dan nilai  tersendiri, untuk itu siapa lagi yang akan memlestarikan Bahasa Besemah kalau bukan masyarakat Pagaralam sendiri,” katanya.

Ketua Sementara DPRD Pagaralam Iskandarsyah, mengungkapkan dibuatnya Perda penggunaan Bahasa Besemah tersebut merupakan langkah yang positif dan harus didukung, untuk itu kedepan pihaknya berharap baik Pemerintah Kota Pagaralam maupun DPRD sendiri dapat mempelajarinya untuk kemudian dapat diperdakan.

“Kita mendukung rencana penerbitan Perda Penggunaan bahasa daerah tersebut, namun meski demikian guna efektivitas dalan menjalankan nanti penerbitan Perda mengenai penggunaan Bahasa Besemah dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupaun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya perlu dipelajari secara seksama sehingga nantinya keberadaan Perda tersebut tidak menemui kendala dalam penerapannya,” katanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s