Bahasa Indonesia Harus Mendunia

KOMPAS 2 Okt 2009. Penulis: JY.

Bahasa Indonesia harus tetap diutamakan sebagai penuturan dalam kehidupan sehari-hari dan upaya itu dilakukan agar bahasa Indonesia dapat dikenal masyarakat dunia seperti bahasa Inggris, terutama dalam era globalisasi.

Kepala Sub Bidang Pembakuan dan Kodifikasi Pusat Bahasa, Dr Fairul Zabadi di Medan, Rabu, mengatakan, warga Indonesia harus bangga berkomunikasi menggunakan bahasa nasionalnya, karena dalam era globalisasi perlu mempromosikan bahasa Indonesia secara mendunia.

Bahasa Indonesia berpotensi menjadi bahasa dan sastra yang “berbicara” di dunia jika masyarakat Indonesia mampu hadir sebagai salah satu “suku global” (global-tribe) di dunia.

Untuk menjadikan bahasa Indonesia dikenal sebagai bagian dari global-tribe, maka masyarakat Indonesia harus mengedepankan bahasa itu dalam keseharian.

Fairul menilai, banyak masyarakat yang mulai menggunakan tutur bahasa asing dalam keseharian dan meninggalkan bahasa Indonesia sebagai bahasa “gaul” mereka, hal itu disebabkan faktor globalisasi yang membuat sebuah “image” bahwa bahasa asing patut digunakan.

Padahal, bahasa Indonesia harus diposisikan sejajar dengan bahasa asing, karena bahasa Indonesia sama baiknya dengan bahasa asing, bahkan bahasa Indonesia telah lama siap menghadapi era globalisasi.

Perubahan situasi tindak tutur itu tentu berpengaruh terhadap perkembangan kosakata bahasa Indonesia yang sebagian besar berasal dari bahasa daerah dan asing.

Bahasa Indonesia melalui kosakata dan istilahnya dewasa ini disinyalir banyak mengalami “gangguan” jika dilihat dari fungsi dan kedudukannya sebagai bahasa Nasional.

Hal itu terlihat, dengan mudahnya menemukan kata dan istilah asing yang pada hakikatnya masih dapat diisi dengan kosakata dan istilah bahasa Indonesia.

Seperti pada ranah informatika, masyarakat kini begitu akrab dengan istilah “home page, download, online dan e-mail”, padahal istilah dalam bahasa Indonesia laman untuk home page, unduh ( download), daring (online) dan pos-el (e-mail).

Masyarakat diharapkan bersama-sama mempromosikan istilah-istilah tersebut agar akrab di telinga masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Kepala Balai Bahasa Medan, Prof Dr Amrin Saragih, MA menambahkan, bila hal itu dibiarkan, lambat laun bahasa Indonesia tentu akan tergerogoti dan tercabut dari akar budayanya.

“Kita tidak ingin imperialisme ekonomi (asing) yang sudah mempropagandakan perekonomian kita, juga menular menjadi imperialisme bahasa asing yang akan merusak bahasa kita,” katanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s