Minalaidin Walfaizin

Pikiran Rakyat 18 Okt 2009. Nandang R. Pamungkas, pemerhati bahasa tinggal di Bandung.

Baru saja segenap umat Muslim merayakan Idulfitri 1430 Hijriah, dan sebentar lagi akan merayakan Iduladha 1430 H. Idulfitri adalah hari raya terbesar di negara kita. Idulfitri atau dikenal juga dengan Lebaran oleh masyarakat Indonesia menjadi besar karena dirayakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat dan diwarnai tradisi lokal yang sangat kental dan khas. Selain mudik, salah satu tradisi yang khas ditemui pada suasana Lebaran adalah berbagi ucapan selamat. Masyarakat pada umumnya berbagi ucapan dan ungkapan melalui kartu ucapan, SMS, pos-el, telefon, atau disampaikan pada saat bertemu langsung.

Ucapan khas yang sejak kecil saya dengar dan saya ingat adalah minalaidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin. Ketika dewasa pun saya ikut-ikutan mengucapkan kalimat itu kepada teman-teman dan saudara sambil bersalaman. Ketika mengucapkannya, ada perasaan yang pas serta mewakili hati untuk meminta maaf (saya merasa seperti membaca pantun yang terdiri atas sampiran dan isinya). Tanpa disadari, saya pun terpengaruh untuk memahami ungkapan minalaidin walfaizin sebagai mohon maaf lahir dan batin.

Apa yang kita pahami dari kata minalaidin walfaizin? Pastilah kita pahami bahwa ungkapan itu adalah mohon maaf lahir dan batin. Pemahaman ini sangat umum terjadi bagi banyak orang Indonesia, mulai dari masyarakat kecil dan orang awam, anak sekolah, mahasiswa, guru, pengusaha, tokoh masyarakat, politikus, hingga pejabat pemerintah. Oleh karena itu, ungkapan yang umum diucapkan pada saat Idulfitri adalah “Selamat Idulfitri”, dilanjutkan dengan “Minalaidin Walfaizin”, kemudian seakan-akan dibahasaindonesiakan menjadi “Mohon Maaf Lahir Batin”.

Orang mengucapkan ungkapan selamat ini biasanya sambil mendorongkan tangan untuk bersalaman. SMS, kartu ucapan, bahkan iklan pun sudah umum mengutip kalimat tersebut. Seringkali pula tulisan berhuruf latin ini dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai kaligrafi huruf Arab. Di media massa, film, sinetron, acara halalbihalal, atau ketika kita bertemu teman atau saudara, ungkapan minalaidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin ini pun acap kali diucapkan atau ditulis.

Lalu, apa arti sesungguhnya minalaidin walfaizin berdasarkan terjemahan bahasa Arabnya? Jika kita mengartikannya dengan cara mengurai kata per kata, min artinya dari; al-aidin artinya orang-orang yang kembali; wa artinya dan; al-faidzin artinya menang sehingga minal`aidin wal`faidzin (pelafalan bahasa Arab) berarti dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang (beruntung). Kalimat ini tentu bukan kalimat sempurna, entah dipenggal dari kalimat apa. Apabila ditinjau dari susunan kata dan maknanya, kalimat ini pun terasa ganjil. Apa yang kita pahami dari perkataan, dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang? Kalau mau menebak-nebak, mungkin kalimat yang dimaksud adalah Semoga Anda termasuk dari orang-orang yang kembali (fitrah atau bersih) dan termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu).

Berdasarkan beberapa referensi, minalaidin walfaizin adalah penggalan sebuah doa dari doa yang lebih panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa, yakni Taqabbalallahu minna wa minkum wa ja`alanallahu minal`aidin wal faidzin yang artinya Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan. Dengan demikian, maksud dari minal`aidin wal faidzin bermakna Semoga kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan.

Ada pula yang berpendapat bahwa kalimat ini merupakan kelengkapan dari kalimat doa Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum minal aidin wal`faidzin yang artinya, Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, dan semoga Ia menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadan) sebagai orang yang menang.

Dalam bahasa Arab, ungkapan permintaan maaf biasanya dinyatakan dengan pernyataan afwan yang artinya permintaan maaf yang tulus dan ikhlas. Kalau kurang puas dengan kata afwan yang dinilai kurang panjang, bolehlah ditambah dengan afwan zahir wal bathin. Adapun bahasa Arabnya ucapan mohon maaf lahir dan batin yang benar, salah satunya adalah As`alukal afwan zahiran wa bathinan atau wa al afwu minkum.

Selain kekeliruan pemahaman, tak sedikit terjadi pula kekeliruan dalam hal penulisan beberapa kata dan ungkapan yang berhubungan dengan Ramadan, seperti penulisan Ramadhan (dengan penambahan huruf h), Ramadlan, Romadhon; Iedul Fitri atau Aidil Fitri; halal bi halal, halal-bihalal, atau halal bil halal; mohon maaf lahir dan bathin. Penulisan seperti itu kurang tepat karena tidak sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia. Penulisan yang tepat adalah Ramadan dan batin (tanpa huruf h), halalbihalal, dan Idulfitri.

Adapun penulisan minalaidin walfaizin cukup beragam, ada yang menulisnya minal aidin wal faizin; minal aidzin wal faidzin; minal aizin wal faizin; minal Aidin wal faidin; minal aidhin wal faidhin. Jika mengacu pada penulisan yang tepat berdasarkan ejaan bahasa Indonesia adalah minalaidin walfaizin. Kata minal disatukan dengan aidin dan kata wal disatukan dengan faizin. Penulisan dz berarti huruf dzal dalam abjad arab, sedangkan pada kata aidin memakai huruf dal bukan dzal (aidzin) atau dilambangkan huruf d, bukan z atau dh. Penulisan kata faidin, seharusnya memakai huruf za atau dilambangkan dengan huruf z bukan dz, d, atau dh. Mengapa hal ini perlu diperhatikan? Kesalahan penulisan abjad dalam bahasa Arab dapat berakibat pada kesalahan makna. Seperti halnya dalam bahasa Inggris, antara look dan cook berbeda makna, padahal hanya berbeda satu huruf, bukan?

Iklan

One thought on “Minalaidin Walfaizin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s