Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa

KOMPAS 18 Nov 2009. Penulis: JY. Editor: jodhi.

Tayangan Sinetron (sinema elektronik) pada sejumlah televisi swasta diperkirakan memiliki andil dalam merusak Bahasa Indonesia, hal itu terjadi karena di dalam dialognya banyak menggunakan istilah-istilah asing serta bahasa pasaran (“bahasa gaul).

“Kondisi ini perlu dicermati, mengingat justru terjadi di tengah upaya pemerintah untuk membangun identitas diri sebagai suatu bangsa.

Padahal, salah satu identitas diri bangsa adalah bahasa nasional yang kita akui sebagai media pemersatu bangsa,” kata Kepala Kantor Bahasa Kaltim, Pardi Suratno, di Samarinda, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa peran media massa elektronik, khususnya televisi memiliki dampak besar untuk mempengaruhi masyarakat.

“Yang kita khawatirkan kini marak sinetron yang menggunakan bahasa tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Seharusnya, para pembuat sinetron harus bijak, sehingga jangan ikut-ikutan merusak Bahasa Indonesia,” kata dia.

Bahasa Indonesia sendiri sangat kaya akan kosa kata, ujar dia, meskipun ada sebagian istilah yang kurang begitu memasyarakat.

Pihaknya menghimbau agar pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap masalah itu, termasuk pengelola televisi swasta bisa mendukung upaya penggunaan Bahasa Indonesia yang benar.

“Jika bukan kita siapa lagi yang mesti menjaga serta mengembangkan Bahasa Indonesia yang benar,” imbuh dia.

Ia menjelaskan bahwa dalam segmen ilmu pengetahuan, misalnya, penggunaan bahasa asing tidak bisa dihindari namun hal itu karena memang belum ada padanannya dalam Bahasa Indonesia.

Beberapa istilah yang kini dianggap sudah baku oleh masyarakat akibat terlalu sering muncul di televisi, antara lain “jadul”, “bete”, “testimoni” dan “i love you full”.

Contoh lain yang dianggapnya kurang tepat adalah penggunaan bahasa asing meskipun siarannya dalam Bahasa Indonesia pada sejumlah televisi swasta, antara lain “Breaking News”, “Headline News”, “B News”, “Metro Sport”, “Economic Challenger”, “Take Me Out”, “Public Corner”, “Metro Files”, “Celebrity on the Location”.

“Hanya TVRI yang sampai kini saya nilai masih konsisten menggunakan Bahasa Indonesia yang benar,” imbuh dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s