“Wilujeng Shopping”

Pikiran Rakyat, 14 Mei 2010. Imam Jahrudin Priyanto: Redaktur Bahasa Pikiran Rakyat.

Wilujeng shoppingMODIFIKASI bahasa rupanya cukup menggejala belakangan ini. Hal tersebut sebagian besar dilakukan pengusaha atau pedagang agar usahanya lancar, dalam arti lebih menarik perhatian masyarakat. Tak heran bila suatu saat Anda membaca tulisan besar “Wilujeng Shopping” di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung Timur. “Wilujeng Shopping” (selamat berbelanja) ini diperkirakan merupakan bentuk modifikasi dari “Wilujeng Sumping”, kata atau sapaan bahasa Sunda yang berarti selamat datang. Dari segi pemasaran, ini langkah kreatif walaupun tidak begitu elok dari segi kedisiplinan berbahasa.

“Wilujeng Shopping” merupakan perpaduan dari kata bahasa Sunda, wilujeng (selamat) dan kata bahasa Inggris, shopping (berbelanja). Perpaduan yang “berani”, karena jarang sekali ada penggabungan model begini. Kata shopping merupakan bentuk gerund (yang antara lain ditandai adanya akhiran ing) dari kata dasar (to) shop. Yang menarik, walaupun bahasa Sunda (tentu) tidak mengenal gerund, dari segi pelafalan, ada kesamaan bunyi ing pada suku kata terakhir shopping dan sumping. Kesamaan lainnya, “Wilujeng Shopping” dan “Wilujeng Sumping” terdiri atas dua kata. Ah, menarik sekali modifikasi bahasa ini.

Kata lain yang sering digunakan di pusat perbelajaan adalah diskon, discount, atau rabat. Ketiga kata ini merujuk ke arti yang sama, potongan harga. Sangat disayangkan mengapa pengusaha harus menggunakan kata discount (bahasa Inggris)? Padahal, dalam bahasa Indonesia sudah ada diskon dan rabat, dengan arti yang sama persis. Apakah ini semata-mata karena ketidaktahuan soal bahasa atau memang disengaja agar terkesan lebih ”gaya”? Gejala nginggris ini tentu membuat khawatir para pembina bahasa Indonesia.

Daripada menggunakan discount, lebih baik gunakan diskon, rabat, atau potongan harga saja. Kata-kata ini kan lebih menjunjung tinggi identitas bahasa Indonesia. Kata diskon tercantum sebagai lema pada halaman 333 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pusat Bahasa Edisi Keempat. Sementara kata rabat tercantum pada halaman 1.127 kamus yang sama. Selain lema rabat, ada pula sublema merabat (verba) yang berarti memotong harga.

Kata rabat ini pernah digunakan sebagai nama toko atau pusat perbelanjaan di Jalan Soekarno-Hatta Bandung, tetapi kini nama itu sudah diganti. Entah mengapa, mungkin karena ada anggapan bahwa masyarakat luas belum mengetahui arti kata rabat. Dalam perkembangannya, kata rabat memang sangat jarang digunakan oleh pemakai bahasa untuk mencapai arti potongan harga.

Pada dua dekade lalu, kata korting yang berasal dari bahasa Belanda, sering pula digunakan masyarakat. Namun, dalam perkembangannya, penggunaan kata korting pun semakin berkurang. Apalagi sekarang penyerapan kata mengacu ke bahasa Inggris, bukan lagi ke bahasa Belanda seperti zaman dahulu.

Kini, untuk mencapai pengertian potongan harga itu pun tidak perlu ditulis diskon atau discount, tetapi cukup dengan sale ataupun great sale (bahasa Inggris). Sale memiliki dua arti, yakni penjualan dan penjualan obral. Sementara great sale berarti penjualan atau obral besar-besaran. Dalam penjualan obral, biasanya harga diturunkan. Ada lagi istilah lainnya, misalnya ”Cuci Gudang”. Yang dikejar adalah kecepatan habis terjualnya barang. Namun entahlah, bisa saja demikian adanya atau ini hanya “akal-akalan” pedagang (pengusaha) agar barang dagangan mereka cepat laku terjual.

Sumber ilustrasi: PanduanWisata.com.

Iklan

One thought on ““Wilujeng Shopping”

  1. Gejala “nginggris” juga membuat pembelajar bahasa bingung, di samping menjadikan pemerhati bahasa pesimis terhadap penghargaan rakyat Indonesia terhadap bahasa nasionalnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s