Pemelajaran Politik

Pikiran Rakyat, 7 Jan 2010. Imam Jahrudin Priyanto: Redaktur Bahasa Pikiran Rakyat.

ADA rekan yang bertanya tentang judul “Pemelajaran Politik” pada rubrik Apa dan Siapa Pikiran Rakyat, 9 Desember 2010 lalu. Menurut dia, bukankah seharusnya (biasanya) “Pembelajaran Politik”? Saya balik bertanya, apakah bentuk yang disebut terakhir itu sudah benar atau malah tergolong salah kaprah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita pelajari makna kata pembelajaran dan pemelajaran. Kedua kata berimbuhan ini tentu saja benar dan baku, tetapi pastilah artinya berbeda. Kata pembelajaran tentu ada kaitannya dengan kata membelajarkan.

Mari kita tengok halaman 23 Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Pembelajaran (kata benda) berarti proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Membelajarkan (kata kerja) berarti menjadikan bahan atau kegiatan belajar.

Nah, bagaimana dengan kata pembelajar? Apakah berarti orang yang belajar? Ternyata bukan. Pembelajar adalah orang yang membelajarkan, instruktur, atau pengajar. Arti ini sekaligus mengoreksi makna kata pembelajar pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga yakni orang yang mempelajari. Pada KBBI IV, makna ini cocok untuk pemelajar, kata yang bahkan belum tercantum pada KBBI III.

Apa yang salah bila kita menggunakan frasa pembelajaran politik? Silakan cermati. Benarkah bila kita mengartikannya sebagai proses, cara, perbuatan menjadikan politik belajar? Rasanya malah jadi aneh ya. Masak politik belajar?

Profesor Anton M. Moeliono memberi bandingan, frasa pemberdayaan perempuan berarti proses, cara, perbuatan memberdayakan perempuan. Perempuannya yang (menjadi) berdaya. Namun, tidak cocok bila politiknya yang belajar.

Bagaimana halnya dengan kata pemelajaran? Kata pemelajaran berarti proses, cara, perbuatan mempelajari. Frasa pemelajaran matematika berarti proses, cara, perbuatan mempelajari matematika. Pemelajar adalah (orang) yang mempelajari, murid, atau siswa. Sementara pelajaran berarti yang dipelajari atau yang diajarkan.

Dalam dunia pendidikan, kata pembelajaran lebih dekat maknanya dengan instruction (bahasa Inggris). Sementara pemelajaran lebih dekat dengan learning (proses mempelajari). Jadi tepatlah kiranya bahwa pemelajaran politik berarti proses, cara, perbuatan mempelajari politik.

Pola serupa bisa juga diterapkan pada frasa pemelajaran bahasa atau pemelajaran biologi. Bagaimana menggunakan kata pembelajaran secara tepat? Tentu saja kata ini harus diikuti objek (yang bisa belajar). Salah satu contoh Diperlukan metode khusus untuk meningkatkan pembelajaran siswa dalam mata pelajaran matematika.

Iklan

3 thoughts on “Pemelajaran Politik

  1. Ping-balik: Hukum D-M « nan tak (kalah) penting

  2. Terima kasih atas penjelasannya. Sempat menengok daring KBBI, namun saya tidak mendapatkan contoh konkret penggunaan dua kata yang ternyata sering salah diposisikan dalam kalimat. Berikut keterangan singkat dari penelitian singkat tersebut:

    pem·bel·a·jar·an n proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar;
    pe·mel·a·jar·an n proses, cara, perbuatan mempelajari;

    http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

  3. Ping-balik: Hukum D-M | TrendingAsia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s