Koin

KOMPAS, 1 Apr 2011. Rainy MP Hutabarat, Cerpenis.

Di jalan raya kini kerap ditemui koin-koin rupiah dengan nilai nominal kecil: 50; 100; dan 200. Koin rupiah dengan nilai nominal tertinggi 1.000, masih bisa membeli kerupuk atau sepotong pisang goreng. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan koin sebagai ”mata uang logam”. Secara faktual di Indonesia koin adalah mata uang dengan nilai nominal dan nilai riil yang sifatnya recehan.

Menurut sebuah sumber, mata uang pertama di dunia berbentuk koin, muncul pada 700 SM di Pulau Aegina atau 650 SM di Lydia, keduanya di Yunani. Tentu saja koin pertama di dunia ini bukan uang recehan.

Koin-koin dengan nominal terkecil tak bisa dipakai untuk membeli apa-apa. Karena itu barangkali sebagian orang enggan menyimpannya di dompet dan membuangnya di jalan-jalan. Saya selalu memungutnya karena merasa terhina dan sedih melihat uang rupiah diperlakukan sebagai barang tak berguna.

Tiga tahun berturut-turut koin rupiah ternyata mencatat perjuangan yang cukup heroik. Ia tak hanya menjadi alat tukar, satuan pengukur nilai, alat investasi, tetapi juga lambang perjuangan. Ia tak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga simbolik. Seorang rekan Facebook baru-baru ini mengingatkan koin ”sebagai lambang perlawanan”—dan menemukan aktualitasnya melalui ungkapan, melalui bahasa.

Pada 2009 gerakan ”Koin Prita” menyita halaman media massa dalam waktu relatif lama. ”Koin Prita” adalah pengumpulan koin dengan nilai nominal terkecil, digerakkan pengguna media jejaring sosial untuk membayar vonis denda pengadilan sebesar Rp 204.000.000. Gerakan koin ini merupakan ungkapan solidaritas dan perjuangan demi keadilan bagi Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit.

Pada 2010 muncul gerakan ”Koin Bilqis”. Bilqis Anindya Passa berusia 1,5 tahun mengidap kelainan saluran empedu, atresia bilier. Untuk menyelamatkan hidupnya, Bilqis harus menjalani operasi transplantasi hati berbiaya sekitar Rp 1 miliar. Lagi-lagi, digerakkan media jejaring sosial, masyarakat menggalang pengumpulan ”Koin Bilqis”.

Belakangan ada dua gerakan pengumpulan koin yang sedang berjalan. Pertama, ”Koin Darsem” yang berlangsung di beberapa kota. Darsem seorang tenaga kerja Indonesia asal Subang yang didenda Rp 4,7 miliar agar bebas dari vonis hukuman mati oleh pengadilan Arab Saudi. Kedua, gerakan ”Koin Sastra” untuk mencegah Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin ditutup akibat ketiadaan dana pengelolaan. Di Hongkong (1958) dikenal gerakan ”Koin Terkecil” oleh kaum perempuan demi keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan perempuan.

Yang menghebohkan adalah ”Koin SBY”. Pengumpulan koin terjadi setelah SBY mengeluh bahwa sejak menjadi presiden, gajinya tak pernah naik. Mahasiswa dan aktivis sosial lalu menggelar aksi pengumpulan ”Koin SBY”. Kotak koin pun dipajang di ruang sebuah komisi DPR. Berbeda dengan gerakan koin sebelumnya, ”Koin SBY” menjadi ungkapan protes sosial. Siapa bilang koin sebatas mata uang logam atau uang receh?

Kamus belum mencatat koin pernah digunakan membentuk ungkapan. KBBI Edisi Keempat (2008) hanya menyediakan satu baris untuk lema koin, yakni bahwa ”koin: mata uang logam”. Adapun lema uang terdiri dari 217 baris dan sangat kaya dengan (110) ungkapan seperti uang dengar, uang kaget, uang ketat, uang komisi, uang pelicin, sampai uang tutup mulut.

Sumber gambar: Wikimedia Commons

Iklan

2 thoughts on “Koin

  1. koin, betapa kecil telah menjadi alat perjuangan.luar biasa. selamat bu rainy telah mengangkat tema ini ke dalam tulisannya. bravo!

  2. Benar kata penulis, koin didefinisikan sangat sederhana di KBBI:

    ko·in n mata uang logam

    Adapun uang, begitu banyak dan luas definisinya:

    uang 1 n alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yg sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yg dicetak dng bentuk dan gambar tertentu; 2 n harta; kekayaan: hidupnya seolah-olah hanya mencari –; 3 kl num sepertiga tali (= 8a sen uang zaman Hindia Belanda);
    setali tiga — , pb sama saja;
    — adat uang untuk membayar ongkos perkara, ongkos administrasi, dsb; — administrasi biaya untuk mengurus surat-surat dsb yg diperlukan; — antaran uang dsb sbg pemberian dr pihak mempelai laki-laki kpd calon mertua (untuk biaya perkawinan); — bandar uang yg dipertaruhkan dl perjudian: penjudi beserta — bandarnya dibawa polisi; — bangku uang sumbangan sbg pengganti biaya pembelian bangku bagi calon murid yg akan masuk ke suatu sekolah: — bangku harus dibayar ketika murid mendaftarkan diri; — belanja 1 uang yg disediakan atau dikeluarkan untuk belanja sehari-hari: semua gajinya diserahkan kpd istrinya sbg — belanja selama sebulan; 2 ark gaji; — buta gaji yg diterima oleh karyawan yg tidak aktif bekerja: sementara menunggu kepindahannya ia tinggal di rumah saja, makan — buta; — dengar cak uang yg diberikan krn turut mengetahui terjadinya transaksi; — duduk uang yg dibayarkan sbg imbalan kpd peserta rapat, konferensi, dsb: setiap kali menghadiri sidang ia menerima — duduk; — duka uang yg diberikan kpd ahli waris orang yg meninggal: karyawan yg meninggal itu menerima — duka dr perusahaan sebesar tiga kali gaji; — dukacita uang duka; — gantung ark uang muka (panjar); — gedung uang sumbangan untuk pembangunan gedung sekolah, diwajibkan bagi calon murid: — gedung dapat diangsur enam kali, dibayarkan bersama uang sekolah; — giral Ek alat pembayar (penukar) dl bentuk surat-surat berharga (spt cek); — hangus 1 uang pemberian dr pihak mempelai laki-laki kpd pihak mempelai wanita untuk membantu biaya perkawinan; 2 Ek uang anggaran yg tersisa atau tidak habis terpakai krn melampaui batas waktu yg telah ditentukan (biasanya harus dikembalikan kpd pemerintah); — hilang uang yg diberikan sbg tanda jadi suatu perjanjian sewa-menyewa dan tidak diperhitungkan dl keseluruhan biaya sewa-menyewa; — insentif uang perangsang; — jaga uang yg diberikan sbg upah berjaga atau menunggu (rumah dsb); — jaga-jaga uang yg sengaja disimpan untuk dipakai apabila diperlukan (msl apabila uang yg telah disediakan tidak mencukupi); — jajan uang yg diberikan (disediakan) untuk dibelanjakan sewaktu-waktu (biasanya untuk anak-anak yg belum punya penghasilan dan jumlahnya tidak terlalu besar): tiap hari ia mendapat — jajan dr ibunya; — jalan uang untuk biaya perjalanan (ongkos kendaraan, biaya menginap, makan, dsb) diberikan kpd karyawan yg bertugas ke luar kota; — jaminan uang yg dipakai sbg jaminan atas transaksi yg telah disepakati sampai batas waktu yg telah ditentukan (jika transaksi tidak ditepati sesuai dng waktu yg ditentukan, uang tsb hilang); uang tanggungan; — jasa 1 uang yg diberikan sbg pembalas jasa (hadiah, uang pensiun, bonus): krn sudah dua puluh tahun bekerja dng baik, ia menerima surat penghargaan dan juga — jasa; 2 bunga uang: simpanlah uang Anda di bank, Anda akan mendapatkan — jasa yg lumayan besarnya; — jemputan uang yg diberikan oleh pihak perempuan kpd pihak laki-laki sbg permintaan akan dijadikan menantu (di Minangkabau); — jujur uang yg diberikan pengantin laki-laki kpd calon mertua; — kaget cak uang yg diperoleh secara tidak diduga sebelumnya; — kancing uang untuk tanggungan; — kartal Ek uang yg berupa logam atau kertas (sebagaimana yg dipakai untuk jual beli sehari-hari): memperbanyak uang giral, mengurangi — kartal; — kar

    (http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s