September

KOMPAS, 23 Sep 2011. Samsudin Berlian, Pemerhati Makna Kata

Aneh ganjil bin bingung gemblung. Kok sembilan dibilang tujuh? Bukan salah cetak bukan keliru hitung. Semua kalender internasional di rumah di kantor di kutub beku di khatulistiwa membara sama saja. Bahkan, kamus besar kecil lokal internasional tak mau kalah sinting: bulan ini disebut September.

Jelas-jelas septem adalah tujuh. Bukan hanya orang Romawi dengan Latinnya yang rajin beranak-pinak di Eropa, kita di sini pun tak segan memakai sapta- asal India yang tak lain tak bukan tujuh jua maknanya. Lebih gila lagi, nama ketiga bulan berikutnya juga membuat orang garuk-garuk kepala. octo berarti delapan, novem sembilan, dan decem sepuluh. Tidak percaya? Tahu kan, oktaf itu ‘nada kedelapan’, novena ‘doa sembilan hari’, dan desimal ‘hal persepuluhan’?

Ngomong-ngomong, walaupun -ber atau -ember dalam nama keempat bulan itu tidak jelas asal-usulnya, Webster berspekulasi ia berhubungan dengan membri yang menggabungkan mens(is) dan akhiran -ri. Perempuan pembaca cerdas tentu bisa menebak tepat arti kata itu. Kaum lelaki telmi boleh bertanya kepada istri atau kekasih; kalau tak punya, silakan berbengong diri melihat bulan mengambang di kandung awan.

Masih mumet, mengapakah bulan kesembilan sampai keduabelas setiap tahun justru masing-masing diberi nama bulan tujuh sampai sepuluh? Ada persekongkolan apa ini? Apa ini ulah Illuminati atau Freemason atau….? Eit, nanti dulu. Saudara-saudara pecinta teori konspirasi dipersilakan dengan hormat berbaris keluar dari kolom ini dengan tertib dan sopan sambil dikawal Bu Satpam.

Nah, sekarang dengan tenang binti waras bisa kita bahas perkara ini. Jauh sebelum zaman Sriwijaya, apalagi Majapahit si anak kemarin sore, kekaisaran Romawi menghitung tahun lunar mereka mulai dari musim semi, musim kelahiran, musim bunga, musim awal segala kehidupan baru. Di bumi belahan utara itu, kembang melompat keluar dari batang pohon dan dari permukaan tanah zonder tunggu daun saking tidak sabaran mau cepat-cepat nongol di dunia baru. Binatang-binatang hutan dan padang serta burung-burung di perpohonan keluar berpasang-pasangan berasyik-masyuk sambil menggandeng anak-anak buah hati mereka yang berciap berteriak riuh-rendah menyaingi nyaring riak dan percik air lelehan salju mengalir segar ditingkah ikan riang berlompatan memancing selera manusia-manusia setengah lapar setelah tiga bulan mendekam menggigil di bawah salju membeku.

Bulan baik mana lagi yang lebih ciamik untuk memulai tahun baru daripada Maret, dinamai menurut pahlawan perkasa Mars Sang Dewa Perang? Saat alam memberikan kelahiran baru berkat berlimpah memang dianggap bangsa doyan perang itu sebagai tempo paling bertuah untuk memulai kegiatan paling mematikan dalam hubungan antarbangsa. Setelah berkali-kali perubahan selama beberapa abad sejarah awalnya, barulah pada 153 SM orang Romawi menetapkan tahun baru yang sebelumnya 15 Maret menjadi 1 Januari. Namun, nama keempat bulan terakhir tidak diubah.

Anda yang berhari jadi pada bulan ketujuh, eh, kesembilan ini, jangan lupa menghidangkan kangkung cah polos di meja pesta karena di Amerika bunga kangkung adalah bunga-kelahiran bulan September, melambangkan keanggunan dan cinta!

 

Iklan

2 thoughts on “September

  1. Tulisan yang menarik!
    Sempat heran juga waktu beberapa teman asal Iran mengundang untuk merayakan tahun baru. Lho?!
    Ternyata mereka memang merayakannya pada tanggal 21 Maret yang lebih kita kenal sebagai awal dari musim semi di banyak negara di belahan bumi bagian utara [http://en.wikipedia.org/wiki/Iranian_calendars].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s