Bahasa Relasi Kelamin

KOMPAS, 4 Nov 2011. Herman RN, Magister Bahasa dan Sastra Indonesia Lulusan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

”Kayak cewek saja. Kamu itu cowok atau cewek, sih?” Ungkapan itu atau yang mirip dengannya kerap terdengar dalam pergaulan remaja. Biasanya kalimat seperti itu dituturkan oleh lelaki kepada temannya. Tidak tertutup kemungkinan ucapan itu dilontarkan pula oleh perempuan kepada teman laki-lakinya.

”Kayak cewek saja” ditujukan kepada lelaki yang tidak mampu mencapai maksudnya, niatnya. Ketidakmampuan itu diterjemahkan sebagai kelemahan sehingga sang lelaki disamakan serupa perempuan. Di satu sisi ucapan demikian memang merendahkan diri si lelaki. Namun, di sisi lain bermakna bias, terutama telah mendiskreditkan perempuan yang diasumsikan sebagai sinonim lemah.

Pada kalimat itu tersirat bahwa perempuan makhluk tidak berdaya. Lelaki yang tidak mampu berbuat sesuatu, oleh karena itu, akan disamakan seperti perempuan: lemah dan tak berdaya. Tindakan menyamakan laki-laki dan perempuan dalam pola pikir bahwa lelaki yang tidak kuat sama dengan perempuan tentu saja perilaku subordinasi terhadap kaum perempuan. Inilah bias gender dalam bahasa bertutur yang mudah sekali terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, perempuan yang memiliki kesanggupan dari sisi tenaga—lebih daripada perempuan pada umumnya—akan dikonotasikan sebagai lelaki. Kerap kepada perempuan tersebut dilontarkan ungkapan seperti ”Kayak cowok” atau ”Kasar”. Secara teks kalimat ini mencoba memosisikan perempuan sebagai makhluk yang kuat. Akan tetapi, dari sisi semantis, kalimat ini mencoba menegaskan bahwa perempuan itu sejatinya tidak boleh memiliki tenaga menyerupai lelaki. Tidak boleh memiliki kemampuan setara dengan lelaki. Tegasnya, ada disposisi bahwa perempuan hanya boleh tercipta sebagai makhluk lemah yang dalam pemahaman umum berperilaku kemayu atau feminim. Lagi-lagi yang menjadi imbas bahasa tutur adalah perempuan.

Banyak sekali sebenarnya ucapan dalam kehidupan sehari-hari manusia yang mendiskreditkan posisi perempuan. Kadang-kadang ucapan itu disadari, kadangkala tidak. Hal ini tentu menarik ditelaah di tengah gencarnya perjuangan gender dalam masyarakat kita. Sejatinya bias gender yang paling mudah terjadi itu melalui bahasa tutur. Barangkali idiom ”lidah tak bertulang” sangat tepat menggambarkan betapa mudah kesalahan itu terjadi pada ucapan. Oleh karena itu, peribahasa menganjurkan agar setiap orang menjaga lidahnya. Bahkan, diasumsikan bahwa mulut itu ibarat harimau atau ”mulutmu harimaumu”.

Kesadaran berbahasa, terutama menyangkut relasi gender atau relasi dalam jenis kelamin, mesti dimiliki setiap orang. Sangat banyak terjadi marginalisasi terhadap kaum perempuan dalam ungkapan berbahasa. Bahkan, bagi mereka yang mengaku sebagai aktivis gender sekalipun, dimungkinkan muncul kalimat atau bahasa bias gender.

Untuk apa di satu sisi memperjuangkan relasi gender, tetapi di sisi lain bahasa yang digunakan malah mendiskreditkan gender itu sendiri? Dalam peribahasa orang Aceh disebutkan saweueb bahah bulee basah, saweueb lidah badan binasa ’bersebab mulutlah bulu basah, bersebab lidah badan binasa’.

Iklan

One thought on “Bahasa Relasi Kelamin

  1. Sedikit koreksi terkait dua kata yang terdapat dalam paragraf ke-4 dan ke-5, semoga membantu membetulkan kekeliuran ejaannya: (1) feminim, dalam kalimat “Tegasnya, ada disposisi bahwa perempuan hanya boleh tercipta sebagai makhluk lemah yang dalam pemahaman umum berperilaku kemayu atau feminim”, yang seharusnya feminin; dan (2) kadangkala, dalam kalimat “Kadang-kadang ucapan itu disadari, kadangkala tidak”, yang seharusnya dipisah menjadi kadang kala. Lihat keterangan selengkapnya dalam KBBI EDISI III.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s