Rumah Dinas atau Rumah Jabatan Gubernur?

KOMPAS, 23 Nov 2012. Sunaryono Basuki Ks, Pensiunan Guru Besar IKIP Negeri Singaraja

Sumber gambar: Tribun News

Ini peristiwa pertengahan Oktober lalu. Joko Widodo bersih-bersih rumah dinasnya di Solo dan mulai membenahi rumah dinas gubernur di Jakarta. Lalu saya juga mendengar mahasiswa menyerbu rumah dinas Bupati Cirebon di Jalan Kartini.

Saya tidak memahami istilah dalam peraturan perumahan bagi PNS atau pejabat. Demikian juga mengenai rumah dinas dan rumah jabatan. Soalnya, di lembaga pendidikan tinggi tempat dulu saya bekerja, kami tidak mengenal istilah rumah jabatan. Yang kami kenal punya rumah jabatan adalah bupati, yang punya hak menempati rumah tersebut selama dia menjabat, baik untuk ditempati, menerima tamu, singgah sesaat sebelum menuju tempat tujuan, upacara, dan seterusnya. Ketika akan berkunjung di kampus, gubernur yang datang dari Denpasar ke Kota Singaraja singgah di rumah jabatan bupati dan disambut oleh bupati, bahkan rektor kami.

Pada kesempatan lain, ketika saya menghadiri resepsi pengantin lelaki—kolega saya—di rumahnya di desa, bupati hadir karena harus menerima Prof. Dr. Edi Sedyawati yang menjabat sebagai Dirjen Kebudayaan saat itu. Demikian pula Pangdam: ketika berkunjung di kampus, ia akan beristirahat di rumah jabatan bupati. Sebabnya, di kota kami hanya bupati yang punya rumah jabatan. Kampus dan juga Kodim tidak punya rumah jabatan.

Setahu saya, rumah dinas adalah rumah kediaman biasa, tidak berukuran istimewa, yang diberikan kepada pegawai di lembaga tertentu. Kami punya kompleks rumah dinas dosen yang diberi nama Acarya Graha. Dosen yang menempati rumah dinas adalah mereka yang menduduki jabatan dosen paling senior, tetapi tidak ada rumah dinas bagi pegawai tata usaha. Celakanya, atau untungnya, dengan bergulirnya waktu, rumah dinas tersebut dapat dibeli dengan harga murah dan dengan cara mencicil. Lalu kompleks dosen itu perlahan-lahan menjadi rumah toko, rumah pondokan, dan sebagainya. Saya bersyukur mampu membeli tanah dan membangun rumah walau dengan sangat susah payah. Celakanya, kami yang membangun di kompleks yang sama sering dikira menempati rumah dinas.

Dalam berbagai kasus kita baca janda-janda penghuni rumah dinas diusir paksa oleh petugas sampai menimbulkan peristiwa yang mengenaskan. Janda-janda tua renta dengan kemampuan dana hanya dari pensiun janda yang tak seberapa besarnya harus hengkang dari rumah yang telah puluhan tahun ditempatinya.

Berbeda dengan rumah dinas, rumah jabatan biasanya berukuran besar dan mewah sebab, selain sebagai tempat tinggal pejabat, juga sebagai tempat menerima tamu resmi (tentu saja boleh pula menerima sanak keluarga). Rumah jabatan harus ditinggalkan pejabat yang tidak lagi memangku jabatan. Fauzi Bowo keluar dari rumah jabatan gubernur DKI dan kembali menempati rumah pribadinya. Entah karena kebetulan atau keberuntungan, pejabat yang lengser punya rumah pribadi yang tidak berukuran kecil. Tampaknya merupakan syarat, siapa pun yang ingin menjadi pejabat dan berhak menempati rumah jabatan haruslah pada mulanya kaya, biar tak kaget pindah dari rumah jabatan yang mewah ke rumah pribadi yang berdinding gedek.

Iklan

3 thoughts on “Rumah Dinas atau Rumah Jabatan Gubernur?

  1. Rumah Dinas = Rumah Instansi (umumnya milik penerintah, yang dibagi-pakaikan kepada pegawai negeri kelas menengah ke bawah).
    Rumah Jabatan = Rumah Investasi (umumnya milik penerintah, yang dibagi-pakaikan kepada pegawai negeri kelas menengah ke atas)

    Kalau begitu pramusaji dan pramuniaga, juga penjaga keamanan, mempunyai rumah dinas yang berupa mess aka apartemen pribadi terminimalisasi. He, he, he…

      • Maksudnya sengaja diminimalkan dari sisi bangunan dan kesediaan fasilitas pendukung kerja karyawan yang bersangkutan. Tidak baku memang, sekadar ingin menyingkat maksud hati yang cukup rumit jika dijabarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s