Hal Etimologi

KOMPAS, 28 Des 2012. Kurnia JR, Cerpenis.

Sumber gambar: Last Word Books

Lagi, harapan terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, agar dilengkapi data asal-usul kata, disuarakan. Kali ini aspirasi itu tercetus dalam diskusi bahasa di acara peluncuran buku bahasa Ajip Rosidi di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, pada 5 Desember 2012.

Kita mafhum perihal pentingnya kelengkapan data etimologis lema, yang menjelaskan asal muasal lema: dari bahasa apa, kapan kemunculannya pertama kali dalam bahasa Indonesia, oleh siapa, dalam teks apa—lengkap dengan data publikasinya. Keterangan etimologis lema membuat kamus bahasa-bahasa asing lebih berbobot dan mengemban komitmen historiografis bagi masyarakat/bangsa penuturnya. Data tersebut dapat membantu kita memahami aspek kesejarahan suatu lema, baik itu berupa kata, idiom, pemeo, maupun frasa, sehingga kita bisa bersikap akan menerima begitu saja atau mengoreksi.

Proyek ini merupakan kerja besar berjangka panjang yang penting diwujudkan. Tentang urgensinya dapat kita lihat dari contoh kasus di koran Media Indonesia edisi 7 Desember 2012 halaman 6. Berita tentang kemacetan lalu lintas di DKI itu berjudul ”Kebijakan Ganjil-Genap bakal Diterapkan” dengan kepala berita berbunyi: ”Jokowi siap pasang badan untuk kebijakan ini”.

Perhatikan frasa pasang badan dalam kalimat itu. Sepengetahuan saya, pers memakai frasa itu dengan makna yang berbeda dengan yang tercantum di KBBI. Dalam kamus: pasang badan ’mengalami hukuman di penjara’. Sementara di paragraf ke-9 berita tersebut, makna pasang badan adalah ”Jokowi pun mengaku siap menanggung segala risiko yang akan terjadi ketika kebijakan itu diterapkan”.

Dalam bahasa Melayu, menurut situs http://www.seribahasa.com/2010/01/simpulan-bahasa-p.html, pasang badan berarti ’berhias diri untuk memikat’; misalnya, ”Beberapa bulan selepas kematian istrinya, Pak Mail mulai pasang badan”.

Ketidakjelasan latar belakang atau asal-usul frasa pasang badan—sekadar satu contoh kasus—membuat kita tidak yakin seberapa tepat makna yang tertulis di KBBI itu. Tak satu pun arti yang diterapkan bagi frasa itu dalam pemakaian sehari-hari, khususnya di media massa, yang sejalan dengan yang tertulis di kamus. Dari bahasa Melayu dialek manakah arti pasang badan yang tercantum di KBBI?

Data etimologis dapat melatari argumentasi pemaknaan dalam kamus seiring dengan perkembangan bahasa ataupun penuturnya. Data ini membuat kamus lebih siap menanggapi sikap kritis pemakainya.

Pers pada umumnya memaknai frasa pasang badan sebagai kesiapan seseorang menanggung risiko atas keputusan atau tindakannya. Sejauh yang saya ketahui, para wartawan bukan tak pernah mengecek arti frasa itu di kamus, tetapi tampaknya mereka skeptis. Sedangkan pada Kamus Umum Bahasa Indonesia karya JS Badudu dan Sutan Mohammad Zain, sublema itu tidak ada. Saat membaca frasa itu, secara mental orang langsung menafsirkan kondisi aktual defensif si subyek terhadap sesuatu yang bagi dia merupakan risiko atau ancaman, yang berbuah sikap konsekuen atas pilihan sikapnya.

Iklan

2 thoughts on “Hal Etimologi

  1. Artikel ini antiklimaks, karena penulis tidak secara gamblang menerangkan argumentasinya.
    Apa cukup dengan mengatakan frasa “pasang badan” sebagai sikap skeptis para pekerja pers?
    Lalu untuk apa disebutkan kalau definisi KBBI, KUBI, maupun Kamus Sutan Muhammad Zain tidak tepat tanpa adanya koreksi/ulasan tuntas mengenainya?
    Dan apa gunanya dipaparkan kepentingan data etimologis dalam kamus jika pemaparnya tidak mampu memberikan bahasan tuntas terhadap satu contoh frasa salah kaprah tadi?
    Mungkin yang di bawah saya mau menanggapi komentar ini, atau bahkan melengkapi tulisan di atas sehingga menjadi informatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s