Loyalis

KOMPAS, 8 Mar 2013. Kasijanto Sastrodinomo, Pengajar pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir, kata turunan loyalis cukup sering disebut dalam wacana publik. Terkait hasil sementara pemilihan kepala daerah Jawa Barat, misalnya, Kompas (25/2), menganalisis bahwa loyalis partai menjadi faktor penentu kemenangan pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Di sini loyalis partai mengacu pada pendukung setia partai yang mengusung pasangan itu. Begitu pula pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, dalam pemilihan yang sama, meraup lonjakan suara di beberapa daerah pemilihan berkat coblosan loyalis partai pendukungnya.

Terhangat adalah berita tentang ”loyalis Anas” yang mundur dari kepengurusan Partai Demokrat setelah ketua umum partai itu, Anas Urbaningrum, sèlèh jabatan menyusul penetapannya sebagai tersangka perkara korupsi proyek pusat olahraga Hambalang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (Kompas, 26/2). Namun, ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Ali Assegaf, menyangkal ada ”loyalis Anas”. Yang benar, kata dia, adalah ”loyalis partai”. Bagaimanapun, pernyataan itu menjelaskan bahwa kata loyalis bisa merujuk pada kesetiaan orang kepada individu tokoh ataupun organisasi politik.

Diketahui luas, loyalis diturunkan dari kata Inggris loyal yang berarti ”setia” menurut Kamus Inggris-Indonesia suntingan Echols-Shadily. Padanan utama setia adalah patuh, taat, dan teguh, yang bertalian dengan janji, pendirian, persahabatan, dan sebagainya. Dari adjektif setia itu bisa dibentuk nomina setiawan untuk menyebut orang yang berwatak atau sangat setia. Jadi sama makna dengan loyalis. Meski demikian, setiawan yang terkesan ”anteng” tampaknya tak bisa menggantikan loyalis yang terasa dinamis. Terdengar aneh jika disebut ”setiawan Anas” untuk menjuluki para pendukung politikus itu.

Loyalis dikukuhkan sebagai istilah politik setidaknya sejak abad ke-18. Ketika Perang Kemerdekaan Amerika bergolak, tulis Anatole G Mazour dan John M Peoples dalam Men and Nations (1975), terdapat kelompok penduduk koloni pendukung Inggris yang terlibat dalam perang itu yang disebut loyalist (ejaan Inggris). Mereka merupakan orang-orang kaya dan kuat seperti pedagang besar, pemilik pabrik, pengusaha kapal, pendeta, dan dokter. Dalam Perang Sipil di Spanyol (1936–39), del régimen merupakan sebutan untuk kelompok pendukung setia pemerintahan Republik. Di Irlandia Utara, kaum loyalist adalah anggota mayoritas komunitas Protestan yang tetap menjalin hubungan politis dengan Inggris.

Istilah loyalis memancarkan sisi emosional yang kuat, ada ikatan batin luar biasa pada subyek yang terlibat. Kelompok penduduk koloni dalam Perang Kemerdekaan Amerika itu, menurut Mazour dan Peoples, bukan cuma loyal tetapi ardently loyal kepada Inggris sehingga ketika kalah perang mereka memilih menjadi warga Inggris dan hijrah ke Kanada. Sabda St Ignatius de Loyola, perinde ac si cadaver ’bagaikan mayat’, mengajarkan kepada pastor Jesuit untuk ”taat bagai mayat” kepada pemimpin. Dulu, di negeri kita ada ungkapan populer pejah-gesang ndèrèk Bung Karno yang merupakan ekspresi kesetiaan rakyat yang tiada tara kepada Pemimpin Besar Revolusi.

Mbah Wira (79 tahun), tetangga, yang mengalami hidup zaman kolonial masih ingat ujaran landa loyal untuk menyebut orang-orang Belanda di tanah jajahan yang tetap merindukan tanah leluhur dan ratu mereka. Repotnya, jika diucapkan oleh orang Jepang yang tidak mengenal huruf /l/ pada awal atau tengah kata, frase itu akan berbunyi randa royal alias ’janda royal’. Kalau ini, mah, nama lain tape singkong yang digoreng.

Sumber gambar: United Empire Loyalist.

Iklan

One thought on “Loyalis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s