Karya Ilmiah

F. Rahardi*, KOMPAS, 2 Nov 2013

Dalam Pasal 35 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan tertulis: ”(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah di Indonesia; (2) Penulisan dan publikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk tujuan atau bidang kajian khusus dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing.” Teks Pasal 35 UU ini secara jelas menunjukkan bahwa ada bentuk tulisan berupa karya ilmiah. Karya tulis populer selama ini dianggap sebagai antonim dari bentuk tulisan karya ilmiah.

Merujuk pada KBBI, sesuatu akan disebut ilmiah apabila bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, dan memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.

Berarti karya (tulis) ilmiah, bukan merupakan bentuk, melainkan sifat tulisan.

Bentuk karya tulis sebagaimana pelajaran di sekolah: fiksi dan nonfiksi. Fiksi terdiri dari prosa, puisi, dan drama. Prosa terdiri dari cerita pendek, roman, novel. Nonfiksi terdiri dari berita, artikel, reportase, esai, feature, dan makalah (kertas kerja, papers). Jadi, tak ada tulisan berbentuk ”karya ilmiah”. Selama ini yang dianggap sebagai karya ilmiah sebenarnya merupakan bentuk makalah.

Makalah bisa ilmiah bisa pula tidak ilmiah. Kalau seseorang diminta membuat makalah tentang pola hidup sehat untuk dibacakan di sebuah rapat RT, tentu makalah itu tak harus ilmiah. Sebaliknya, artikel, reportase, esai, dan feature, yang mengulas masalah ekonomi, politik, atau budaya di sebuah media nasional bisa sangat ilmiah. Dari empat bentuk tulisan ini, hanya feature yang masih belum menjadi entri di KBBI. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia sudah terbiasa membaca feature, terutama di media cetak.

Selain menyangkut ”karya ilmiah”, selama ini terminologi mengarang dan menulis pun masih membingungkan sebagian besar penulis buku pelajaran Bahasa Indonesia. Contohnya: ”Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Ditinjau dari cara menyampaikan masalahnya dalam karangan, maka karangan dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Karangan Narasi, Karangan Eksposisi, Karangan Argumentasi, Karangan Deskripsi, dan Karangan Persuasi.

KBBI tidak pernah menyebutkan bahwa narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi merupakan bentuk-bentuk karangan.

Mengarang (membuat karangan) merupakan pekerjaan menulis berdasarkan imajinasi dengan hasil kerja berupa fiksi. Selain mengarang, ada pula kegiatan menulis nonfiksi. Misalnya menulis surat, laporan, berita, artikel, feature, esai, dan makalah. Seseorang tak mungkin mengatakan ia sedang mengarang surat atau laporan. Akan tetapi, seorang penyair bisa menyebut bahwa dirinya sedang menulis puisi. Kegiatan menulis bisa terdiri dari mengarang (fiksi) dan menulis (nonfiksi), sementara mengarang tak harus dengan menulis. Banyak karangan sastra lama bukan berupa tulisan, melainkan berbentuk lisan.

Tulisan yang lazim digunakan untuk dibacakan pada forum resmi, dimuat di jurnal ilmiah, untuk skripsi, tesis, dan disertasi, lazimnya memang berbentuk makalah, kertas kerja, atau papers, dan harus bersifat ilmiah. Karya-karya serius ini dituntut oleh UU Nomor 24 Tahun 2009 harus menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa daerah atau bahasa asing. Dari uraian ini jelas bahwa yang dimaksud sebagai karya ilmiah dalam Pasal 35 UU Nomor 24 Tahun 2009 sebenarnya bentuk makalah, kertas kerja, atau papers yang bersifat ilmiah. Jadi logikanya bunyi Pasal 35 UU Nomor 24 Tahun 2009 itu: ”(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam penulisan makalah (kertas kerja) ilmiah dan publikasi makalah (kertas kerja) ilmiah di Indonesia.”

*) Pujangga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s