Bling-bling

Kasijanto Sastrodinomo*, KOMPAS, 7 Des 2013

Maka berkatalah Sandra Dewi tentang klangenannya. ”Saya suka yang serba-bling-bling begitu sejak kecil,” ujarnya seperti dikutip Kompas, 8 September 2013. Ia tampak bercahaya. Lalu, apa arti kata bling-bling itu, Sang Dewi? ”Princess-princess-an, gitu,” tuturnya lagi. Ucapan yang ini bukanlah jawaban langsung atas pertanyaan itu, tetapi ada pertaliannya. Princess, sang putri, dalam kenyataan ataupun dongeng, biasanya digambarkan tampil gemerlapan. Begitu pula arti bling-bling seperti tercantum dalam Hip Hoptionary (2002), yaitu jewelry ’perhiasan’; material showoff ’benda untuk bergaya’; dan the glitter of diamonds ’kerlap-kerlip berlian’.

Sejauh ini bling-bling tidak tercatat—mungkin pula tidak ”terakreditasi”—dalam kamus umum bahasa Inggris. Yang tercantum adalah blink yang mirip bunyi dengan bling (-bling). Arti kata blink, menurut Kamus Inggris-Indonesia susunan Echols dan Shadily, adalah ’kedipan’ sebagai nomina; atau ’berkedip-kedip’, ’berkedip mata’, ’mengerjapkan matanya’ sebagai verba. Contoh kalimatnya: He blinked when the lights were turned on him, ’Ia mengerjapkan matanya ketika lampu penyorot itu diarahkan kepadanya’. Bentuk adjektif blinking berarti ’berkedip’, ’berkelap-kelip’; blinking lights, sebagai contoh, berarti ’cahaya yang berkedip-kedip’. Masuk akal bila bling-bling dikatakan sebagai bentuk blink yang disimpangkan.

Bling bling (dalam versi Inggris ditulis tanpa tanda hubung) merupakan kosakata Inggris Hitam atau Black English yang juga disebut blinglish. Inilah bahasa hip-hop anak-anak muda Afro-Amerika yang merupakan ekspresi budaya beragam suara (voices) kaum Kulit Hitam pinggiran dalam masyarakat urban Amerika. Itu sebabnya blinglish juga bisa dilihat sebagai bentuk ungkapan perlawanan terhadap dominasi bahasa Inggris ragam formal-standar. Sementara itu, bahasa Inggris formal dirancang dari ”atas” dan dipromosikan sebagai bahasa komunikasi internasional, blinglish merupakan Inggris informal arus bawah yang menampilkan gaya dan identitas subkultur.

Dalam Global Englishes and Transcultural Flows (2007), Alastair Pennycook, profesor linguistik University of Technology, Sydney, melihat telah terjadi ”kebangkitan (bahasa) Inggris dari bawah dalam kehidupan sehari-hari”. Ditunjukkan, blinglish meluber ke mana-mana sebagai bahasa global sekaligus melokal di tempatnya berbiak. Di Malaysia, misalnya, grup hip-hop Too Phat menulis lagu ”If I Die Tonight” berlirik gado-gado:

If I die tonight, what would I do on my last day/ I know I’d wake early in the morn’ for crack of dawn’s last pray/ Then probably go for breakfast like I used to do/ Fried kuey teouw FAM and roti canai at Ruja’s with my boo.

Perhatikan pemakaian kata-kata morn’, boo, dan sebutan makanan ”kuetiau goreng”, ”roti kanai” (khas India), dan ”Ruja” di baris terakhir.

Boleh jadi pemahaman umum tentang bling bling selama ini terpaku pada wujud yang serba-gemerlap itu. Di kalangan pendukung bahasa itu sendiri, bling bling juga ditampilkan secara ”harfiah” seperti pada kostum artis penyanyi soul dan rock kulit hitam sejak lama. Aretha Franklin, Jimmy Hendrix, James Brown, Steve Wonder, misalnya, kerap tampil dengan busana dan properti kelap-kelip saat beraksi di panggung. Kontras dengan kulit tubuh mereka yang gelap, kilauan kostum mereka menambah atraktif penampilan. Ingat pula setelan jas kebyar-kebyar Elvis Presley—yang berkulit putih—itu sering ditiru plek oleh pemujanya di berbagai penjuru dunia, termasuk di sini.

Bahasa Indonesia tidak kenal bling bling, tetapi punya beling—fonemnya mirip. Beling hanyalah remekan kaca, tapi bisa menyamar bak berlian. Mungkin ini problem kita belakangan: mengira sesuatu sebagai berlian bling-bling, èh, nyatanya cuma beling.

*) Pengajar pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s