Penyataan

Mulyo Sunyoto* (KOMPAS, 11 Jan 2014)

APA yang dilakukan orang-orang yang bekerja di Pusat Bahasa? Spontan pertanyaan kurang etis itu tercetus ketika saya tak menemukan nomina turunan dari kata dasar nyata di atas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dalam beberapa pertemuan di forum diskusi bahasa, para pejabat Pusat Bahasa mengatakan bahwa di instansi lingkungan kerja mereka ada bidang kerja yang ranah tugasnya memantau denyut dan dinamika aktivitas berbahasa di ruang publik, di antaranya di media massa, baik cetak maupun dalam jaringan.

Dari pantauan itu, konon, kosa kata yang digunakan masyarakat namun belum tercantum di KBBI akan dipungut untuk dimasukkan sebagai lema baru dalam penerbitan berikutnya.

Penyataan jelas bukan lema baru dalam lalu lintas komunikasi mutakhir. Akan tetapi, bagi saya nomina turunan ini menyandang makna yang begitu akurat ketika dipilih untuk menyalin revelation dalam bahasa Inggris oleh para penerjemah di Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

Makna penyataan tak bisa dipadani oleh saudara seketurunannya, pernyataan, yang selama ini dipakai untuk mengartikan statement dalam bahasa Inggris. Penyataan adalah diksi yang tepat untuk penanda penyingkapan rahasia ilahi.

Nomina bentukan yang tersua pada surat kedua Paulus kepada orang-orang di Korintus itu juga lebih ringkas dibandingkan dengan pembukaan rahasia, arti pertama yang dipilih John M Echols dan Hassan Shadily untuk lema revelation, dalam Kamus Inggris-Indonesia. Dua pekamus ini dalam karya mereka yang lain, Kamus Indonesia-Inggris, tak memuat penyataan.

Rupanya Kamus Umum Bahasa Indonesia Edisi Ketiga susunan WJS Poerwadarminta yang diolah kembali oleh Pusat Bahasa secara samar-samar mengakui eksistensi penyataan. Secara samar-samar? Ya, nomina abstrak itu ditulis sebagai sublema dalam bentuk ortografis begini: per(r)nyataan. Jangan salah sangka. Begitulah Pusat Bahasa mengolah kembali, mengejanya. Ada dua r yang salah satunya diapit tanda kurung. Tak dibutuhkan kecakapan heuristis untuk menafsir dan memastikan bahwa sang pengeja sesungguhnya bermaksud menulis pe(r)nyataan.

Dengan penulisan begitu, penyataan dimaknai sama dengan pernyataan: (1) ’hal menyatakan (selamat, simpati, dan sebagainya)’; (2) ’permakluman (perang dan sebagainya)’; (3) ’perkataan dan sebagainya yang melahirkan suatu hal’. Pemaknaan demikian jauh dari memadai dibandingkan dengan pemberian arti spesifik penyataan sebagaimana dilakukan penerjemah LAI.

Kata bentukan ini secara jitu membidik ke sasaran saat digunakan khusus dalam kancah perbincangan mengenai proses atau peristiwa Tuhan menghadirkan kemuliaan-Nya di hadapan manusia. Semua gejala dalam jagat raya adalah penyataan Allah, bagi yang percaya. Tak hanya peristiwa akbar dramatis seperti tsunami yang bergulung-gulung. Burung-burung pipit yang berloncatan sambil mematuk-matuk bingkai jendela kamar penyair yang sedang becumbu pun adalah penyataan Sang Pengasih.

Kepada pegawai Pusat Bahasa, saya beri masukan:

memperkaya khazanah kata dalam KBBI bukan cuma dengan menambah lema baru, tetapi bisa juga dengan memasukkan sublema baru yang diturunkan dari lema yang sudah ada.

Pengayaan cara yang kedua ini tidak kalah penting—setidaknya sama penting—dibandingkan dengan cara pertama, menambahkan lema baru.

Ambil contoh: pementingan. Nomina yang diturunkan dari adjektiva penting ini, yang bermakna ’tindakan mementingkan’ tak termaktub dalam KBBI. Eka Darmaputera (mendiang) menggunakan—mungkin dialah yang melahirkan—derivat itu dalam risalah-risalah spiritualitasnya yang bernas lugas logis.

*) Magister Pendidikan Bahasa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s