Tambah Nama Beda Harga

Rainy MP Hutabarat* (KOMPAS, 1 Feb 2014)

DI pasar-pasar swalayan berbagai buah memiliki nama unik. Paling jamak nama kota atau daerah: jeruk medan, mangga indramayu, apel malang, dan salak bali. Sebagian buah impor berimbuhan nama negara: jeruk pakistan, apel australia, anggur kalifornia, jambu bangkok. Sebagian lagi menurut warna isi buah: naga merah, naga putih, apel merah, jambu biji merah, semangka kuning, paprika kuning, paprika merah; dan untuk jenis sayur dan umbi: kol ungu, bayam merah, atau ubi jalar ungu.

Nama tak sekadar menunjuk pada daerah atau negara produsen, tetapi juga mutu. Warna pun membedakan harga. Paprika kuning lebih mahal daripada paprika merah dan hijau. Buah naga merah berbeda harga dengan yang putih. Harga kol ungu jauh lebih mahal daripada harga kol putih. Dua faktor penting ikut menentukan harga: kelangkaan dan mutu dari segi kandungan nutrisi.

Di sebuah pasar swalayan, saya mendapati mangga arumanis cherry. Sepengetahuan saya, arumanis adalah jenis mangga yang harum sekaligus manis. Apakah arti cherry? Dua hal langsung tampak: berukuran sedang dan tak sekecil buah ceri, plus warna daging lebih jingga daripada jenis biasa. Rupanya ini varietas hibrida yang relatif baru. Setelah mencicipi, saya pun tahu rasanya juga lebih manis. Namun, jika Anda pintar memilih arumanis yang dijual di pinggir jalan, rasanya takkan kalah.

Jika cherry merupakan penanda varietas manis unggulan, bukankah penamaan arumanis madu lebih cocok sebagaimana nanas madu? Harga nanas madu lebih mahal daripada nanas batu walau rasanya tak semanis madu. Jenis ini berukuran 2,5 kali nanas batu yang rasa manisnya tak kalah daripada nanas madu. Tampaknya ini bagian dari jurus menaikkan gengsi buah sekaligus memikat konsumen agar sudi merogoh dompet untuk harga lebih mahal. Bukankah cherry—tak ditulis ceri—buah impor?

Masih ada lagi varietas buah dengan penanda cherry walau rasanya tak manis: tomat cherry atau apel malang cherry. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa mencatat dua jenis ceri: (1) yang tumbuh liar di tanah air, buahnya lebih kecil dari kelereng dan jika matang berwarna merah atau kuning; (2) buah ceri. Keduanya sama-sama berasa manis. Dari contoh-contoh pemakaian ini, kata cherry dapat diartikan mungil selain manis.

Tambahan nama lain untuk membedakan harga walau varietas sama adalah super. Jeruk medan super atau apel manalagi super. Sayangnya, sebutan super kerap sekadar membedakan ukuran, bukan rasa. Jika tak pandai memilih jeruk medan super, Anda tetap saja mendapat jeruk medan yang berasa asam. KBBI mengartikan super: ’lebih dari yang lain, luar biasa, istimewa. Artinya, ukuran pun rasanya istimewa’.

Sebutan jumbo juga mudah ditemukan di pasar swalayan. Menurut KBBI, jumbo artinya ’besar sekali’. Apel merah jumbo menunjukkan ukuran besar walau bukan besar sekali. Faktanya bebuahan berlabel jumbo berukuran agak lebih besar sehingga lebih tepat disebut apel merah besar untuk membedakan dengan yang kecil dan sedang. Sering pula ukuran super dan jumbo dipadankan.

Masih banyak nama tambahan sebagai jurus dagang untuk menaikkan gengsi sekaligus membedakan harga, di samping label organik yang kini menjadi tren pertanian.

*) Pekerja Media, Cerpenis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s