Kotak Hitam

Samsudin Berlian* (KOMPAS, 22 Mar 2014)

SELAMA berabad-abad sebelum zaman besi terbang, kotak hitam dalam bahasa Inggris hanya berarti ’peti mati’. Sekarang pun istilah itu tidak selalu mengacu pada kotak penting yang selalu dicari-cari setiap ada kecelakaan pesawat udara itu. Ada band, lagu, film, buku, dan permainan dengan judul ”Black Box”. Bahkan, presiden Amerika Serikat ke mana-mana membawa Kotak Hitam. Apa itu gerangan? Tentu bukan peti mati. Kotak Hitam itu adalah tas yang juga disebut ”Nuclear Football”, berisi kode peluncuran misil nuklir yang mungkin digunakan apabila perang pecah ketika sang presiden tidak sedang berada di pusat komando.

Sebagai istilah generik, kotak hitam berarti perkakas, benda, atau sistem yang cara kerja bagian dalamnya tidak diketahui, tapi masukan dan keluarannya, serta kaitan keduanya, bisa diperhitungkan atau dimanfaatkan.

Jadi, yang hitam adalah bagian dalamnya, yang gelap misterius. Bagi sebagian besar pemirsa, misalnya, televisi adalah kotak hitam karena mereka tidak tahu cara kerjanya; tapi kan yang penting acara hiburannya, yang tertampil cemerlang mengusir awan hitam dari mata dan hati. Kalau acara tak mutu, tentu bukan salah si kotak hitam sebab prinsip kerjanya adalah masuk sampah keluar sampah. Banyak peralatan elektronik adalah kotak hitam dalam arti ini: kalkulator, komputer, telepon, dll.

Nah, dalam dunia penerbangan, Kotak Hitam punya arti spesifik: perkakas pencatat perincian teknis selama penerbangan. Kotak Hitam dibuat kukuh—tetap selamat biarpun dibanting Rahwana dari angkasa ke dalam Samudra Hindia atau dibenamkan ke dalam kawah Candradimuka; dicat jingga terang supaya mudah ditemukan di antara reruntuhan, dan ditempatkan di bagian ekor, yang lebih sering selamat dalam kecelakaan. Pembaca cerdas paranoid tentu segera mengganti nomor kursi Kelas Bisnis dengan nomor kursi buncit Kelas Buruh.

Kotak Hitam terdiri dari dua bagian: Perekam Data Penerbangan dan Perekam Suara Kokpit. Perekam Data mencatat fungsi-fungsi operasi pesawat termasuk waktu, ketinggian, kecepatan angin, dan arah laju pesawat; serta banyak lagi bagian-bagian kecil pesawat, termasuk yang berada di sayap dan ruang bahan bakar. Dari situ bisa dibuat rekonstruksi penerbangan berupa video komputer.

Perekam Data Penerbangan pertama dibuat orang Australia David Warren pada akhir 1950-an, disebut ”Telur Merah” karena bentuk dan warnanya. Tidak mengherankan bahwa Australia adalah negeri pertama di dunia yang mewajibkan pemasangan Kotak Hitam di dalam pesawat udara komersial. Alkisah, entah benar entah tidak, dalam suatu pertemuan tentang si Telur Merah itu, seorang wartawan yang terkagum-kagum berkata, ”Ini kotak hitam yang hebat.” Demikianlah istilah itu melekat.

Perekam Suara Kokpit, diciptakan di Amerika pada awal 1960-an, menangkap bukan hanya percakapan awak kokpit, termasuk komunikasi radio dengan menara kontrol, tetapi juga suara mesin dan denting-dentang bahan badan pesawat. Dari sana penyelidik bisa mengetahui antara lain kecepatan jelajah pesawat dan kecepatan putaran mesin. Dari semua informasi yang terhimpun di dalam kedua perekam itu, penyelidik kadang-kadang bisa tahu secara persis penyebab kecelakaan.

Dalam bahasa Indonesia, Kotak Hitam hanya punya arti spesifik ini, tapi definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia hanya separuh makna utuhnya: kotak kecil yang ditempatkan pada ekor pesawat terbang yang dapat merekam pembicaraan antara pilot pesawat dan petugas menara pengawas atau suara dalam pesawat terbang.

Teknologi kotak hitam terus berkembang. Sebagian pembuat pesawat, misalnya, sudah merencanakan memanfaatkan perangkat lunak mp3 serupa yang ada di telepon genggam anda itu. Juga, Amerika sedang menggarap RUU yang akan mewajibkan pemasangan Kotak Hitam kedua, yang akan dilejitkan keluar pesawat ketika kecelakaan terjadi, jadi akan lebih mudah ditemukan.

Penulis tanya: mengapa cockpit (lubang adu ayam)?

*) Pemerhati Makna Kata

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s