Komunitas

Kasijanto Sastrodinomo, KOMPAS, 19 Jul 2014

BEBERAPA waktu yang lalu di Makassar digelar Pesta Komunitas Makassar 2014. Acara yang baru kali pertama diadakan itu diangkat jadi kalender tahunan pariwisata Sulawesi Selatan. Terdaftar 75 komunitas ambil bagian dalam pesta itu yang dikelompokkan menjadi komunitas kreatif, komunitas hobi dan gerakan sosial, serta komunitas berbasis kampus. Mereka tampil dengan bermacam sebutan unik seperti Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri, Komunitas Jalan-jalan Seru Makassar, dan Akademi Berbagi Makassar. Ada pula yang bernama seram seperti Indonesian Zombie Club, Klontank Gang, dan Endemic Shuffle.

Seorang teman lama di sana, Andi Maryam, menraktir saya sop ulu juku atau kepala ikan kakap yang rasanya asam-manis-pedas nan aduhai segar. Kabarnya, penggemar sop ini juga punya komunitas sendiri yang kerap makan bareng-bareng di restoran khusus masakan itu. Bukan hal aneh karena bukankah ada klub penggemar teh atau kopi. Saya jadi ingat Gowang, teman lain, yang ingin membentuk paguyuban konsumen herbal dengan tujuan menjaga kesehatan tubuh secara alami. Jadi, jenis atau wujud komunitas bisa apa saja, seakan-akan tak terbatas dan terkesan gampang dibentuk.

Kalau begitu, apakah komunitas itu? Dalam Keywords: A Vocabulary of Culture and Society (1976), Raymond Williams melacak asal kata community yang diduga telah digunakan dalam bahasa setidaknya sejak abad ke-14. Bentuk awalnya ialah comuneté (Perancis kuno), communitatem (Latin), berakar dari communis. Diserap jadi community dalam Inggris, arti kata itu berkembang dari abad ke abad: (i) orang kebanyakan (abad ke-14 hingga abad ke-17); (ii) negeri atau masyarakat yang terorganisasi (abad ke-14, dst); (iii) orang-orang daerah (abad ke-18, dst); (iv) orang-orang yang memiliki kebiasaan yang sama (abad ke-16, dst); dan (v) orang-orang yang memiliki perasaan dan identitas yang sama (abad ke-16, dst).

Ilmu-ilmu Sosial-Humaniora, khususnya sosiologi dan antropologi, tampak paling depan dalam mengembangkan kata komunitas sebagai istilah ilmiah. Meski demikian, terkesan ada semacam ”kebingungan” merumuskannya. Sosiologi melihat komunitas sebagai istilah paling kabur sehingga tidak memiliki makna tunggal yang jelas; sementara antropologi biasanya menimbang komunitas sebagai jenis masyarakat tertentu yang dominan pedesaan yang disatukan oleh kekerabatan dan rasa kepemilikan. Sejak abad ke-19 community mengalami perluasan arti, mencakup masyarakat kota dan masyarakat industri yang rumit.

Walhasil, setelah dikaji mendalam, istilah komunitas merangkum pengertian unit sosial yang bervariasi dalam skala dan muatannya, mulai dari pedesaan, perumahan, lingkungan, kelompok etnisitas, bangsa, bahkan organisasi internasional.

Artinya, istilah komunitas bisa dipakai mulai dari Berbagi Nasi Makassar yang bersifat filantropik (sebagai contoh yang lain) hingga Komunitas Ekonomi Eropa yang canggih. Meski ada ikatan di antara anggota komunitas, ikatan itu tidaklah bersifat struktural kaku. Yang mengikat hanyalah keadaan pikiran, kesadaran, atau solidaritas. Itu sebabnya, selain mudah dibentuk, komunitas juga rawan buyar.

Pada akhirnya istilah komunitas mengandungi konstruk mental atau simbolik yang dibentuk oleh batasan terbayang antarkelompok. Bahkan, tulis Ben Anderson dalam Imagined Communities (1983), suatu bangsa pun pada hakikatnya merupakan komunitas, utuh senyampang rasa kebersamaan masih mekar, tapi wasalam jika terjadi ”kebosanan” yang berkepanjangan.

Maka, menjaga keutuhan suatu komunitas, dalam skala yang luas, berarti menjaga kebulatan bangsa. Mari kita camkan bersama.

*) Pengajar pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s