Capres Sebelah

Rainy MP Hutabarat* (KOMPAS, 2 Agu 2014)

Keistimewaan Pemilihan Presiden 2014, selain hanya ada dua calon presiden-wakil presiden yang bertarung, adalah keterlibatan ribuan relawan di seantero negeri plus tatkala Indonesia tercatat sebagai salah satu negara teratas pengguna Facebook dan Twitter. Kehadiran relawan ditunjang media sosial telah mengubah komunikasi politik dan meningkatkan partisipasi publik dalam pemilu. Jika sebelumnya komunikasi politik cenderung vertikal (dari atas ke bawah), kini horizontal (dari rakyat ke rakyat). Ini berlangsung baik di media sosial maupun pertemuan para relawan. Berpolitik yang semula dianggap berat dan kerap jahat, sekarang dialami sebagai kegembiraan: pesta rakyat.

Soal penting dalam kampanye pemilihan presiden berbasis relawan adalah bagaimana mengodefikasikan calon presiden-wakil presiden pilihan dan kubu sendiri dengan jargon bermakna, menarik, dan mudah diingat. Beberapa jargon populer muncul dalam kampanye dan pergaulan di media sosial: Salam 2 Jari, Victory, Nomor Satu Jaya, Indonesia Bangkit, dan Garuda Merah. Jargon-jargon ini dilengkapi dengan gambar-gambar yang menguatkan ungkapan tertulis.

Keterlibatan pengelola internet dalam memantau calon presiden terpopuler di media sosial, atau menjadi topik percakapan, mendorong gerakan boikot nama calon presiden-wakil presiden dan kubu lawan. Beredar sebutan ”capres sebelah”, ”capres tetangga”, ”capres warung sebelah”, juga ”capres seberang” sebagai pengganti. Mula-mula di media sosial, lama-kelamaan situs berita daring pun menggunakannya. Sebutan ini merupakan ekspresi ketidaksukaan sekaligus boikot. Tentu saja ada sejumlah penamaan berkonotasi negatif, antara lain ”capres boneka”, ”petugas partai”, ”capres berdarah”. Sedangkan lawan dijuluki ”kubu sebelah”, ”kubu tetangga”, ”kubu seberang”; selain ”prahara”, ”koalisi Merah Putih”, atau ”moncong putih”.

Dilihat secara semantik, istilah ”capres sebelah” bisa bermakna banyak. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, akar kata sebelah adalah belah ’sebagian (dari benda yang berpasangan), sisi, dan pihak’. Belah dengan awalan se- berarti ’setengah, separuh’ atau ’di sisi, di samping, di dekat’. Dalam konteks ilmu hitung, sebelah berarti ’setengah’ atau ’separuh’. Jika ”capres-cawapres” merupakan satu paket, sebelah artinya ’minus cawapres’.

Karena muncul dalam konteks pemilihan presiden, jargon ini perlu disandingkan dengan istilah-istilah sejajar agar maknanya kian terang: capres tetangga, capres warung sebelah, atau capres seberang. Dalam percakapan sehari-hari kata sebelah kerap dipakai dalam arti ’tetangga’ atau ’seseorang di sampingmu’.

Dilihat dari konteks pertarungan pemilihan presiden yang keras, bahkan bertabur kampanye hitam (baca: fitnah), istilah sebelah ini menjadi unik karena menempatkan lawan bukan sebagai musuh, melainkan orang dekat dalam arti ruang maupun psikis, seperti tetangga atau seseorang di samping kita.

Istilah seberang bisa melukiskan perbedaan ideologis atau visi-misi, serta jarak ruang seperti larik lagu lawas yang dilantunkan Ernie Johan: ”Ku ’kan pergi jauh ke negeri seberang”. Dalam pemberitaan media daring dan media sosial, seberang bermakna positif, sepadan tetangga, yakni orang terdekat dalam kehidupan seseorang dibandingkan dengan saudara biologis.

Sebelah menyiratkan mitra dan kawan kendati yang dihadapi rival yang terus-menerus mencari keburukan, kelemahan, bahkan memfitnah. Dengan ungkapan ”capres sebelah” atau ”capres seberang”, interaksi dalam media sosial tidak meruncing walau tak berarti kering emosi. Mungkinkah ada kaitan pemilihan presiden yang dirayakan sebagai pesta rakyat dengan pilihan kata yang lebih bersahabat?

*) Cerpenis; Pekerja Media

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s