Presiden

Samsudin Berlian*, KOMPAS, 30 Agu 2014

Sebetulnya presiden itu apa, sih? Raja, ratu, dan sultan telah lama kita tahu. Kepala dan ketua sudah akrab kita kenal. Memang sejak punya republik, kita pun terbiasa dengan presiden walau tidak selalu begitu kita sapa. Kita lebih suka “Bung Karno”, “Pak Harto”, “Mbak Mega”, dst. Namun, presiden masih terasa jauh, kurang akrab. Kesannya malah lebih dekat kepada presiden direktur elite daripada presiden rakyat. Mungkin itu pula sebab partai politik jarang dipimpin presiden, kecuali agaknya partai yang jujur terbuka mengaku matanya lebih tertuju kepada kuasa daripada jelata.

Presiden punya arti khusus pemimpin negara dan pemerintahan di suatu republik, antitesis dari raja atau sultan di negeri monarki absolut. Republik ideal adalah demokrasi yang biasanya bersandarkan kedaulatan rakyat dan konstitusi. Karena kedua kata ini sangat melekat satu sama lain, sering kali terjadi circulus in definiendo, muter-muter dalam definisi. KBBI, misalnya merumuskan presiden sebagai kepala negara (bagi negara yang berbentuk republik) dan republik sebagai bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan dikepalai oleh seorang presiden. Bahkan, Oxford Advanced Learner’s Dictionary melakukan hal sama–presiden adalah pemimpin republik, sementara republik adalah negeri yang diperintah presiden…. Tentu harus dikatakan bahwa Oxford English Dictionary yang bergengsi itu tidak melakukan kekonyolan serupa.

Kata latin praesidere adalah gabungan dari pre- dan sedere. Sedere berarti duduk. Kata Inggris to sit adalah juga cicit sedere. Pre- berarti sebelum, di depan, atau terdahulu. Praesidere berarti duduk di depan. Bayangkan posisi pemimpin rapat yang duduk di kepala meja, di tempat paling penting, pengatur debat agar sesuai dengan tata tertib. Jadi, praesidere berarti memimpin, mengetuai, atau mengawal. Praesidens adalah orang yang memimpin.

Sudah sejak abad ke-15 (di Nusantara ketika itu sedang senja kala Majapahit jelang fajar Mataram) presiden dipakai untuk beberapa universitas di Inggris. Memang pada waktu itu, dan sampai sekarang, kata president dipakai untuk pemimpin macam-macam organisasi, seperti rumah sakit, bank, dsb. Pada 1649, Inggris menghukum mati rajanya, menghapuskan monarki, dan membentuk commonwealth (harfiah berarti kekayaan umum atau kesejahteraan rakyat, istilah lain untuk republik). Untuk pertama kali kata presiden pun dipakai dalam arti kepala pemerintahan walaupun, khas Inggris, nama lengkapnya Lord President. Kekuasaannya tak seberapa karena tanggung jawab utamanya hanyalah memimpin rapat suatu dewan pemerintahan.

Yang menggara-garai popularitas pemakaian kontemporer dengan makna kepala negara berkekuasaan eksekutif yang kuat di suatu republik adalah pemberontakan terhadap Inggris di benua baru: Amerika Serikat. Konstitusi Amerika 1787 yang tegas menyatakan bahwa presiden adalah chief executive officer alias CEO republik baru itu. Dari Amerika, presiden menyebar ke seluruh dunia. Negara Asia pertama yang menganut sistem ini adalah Republik Tiongkok yang terbentuk pada 1912 dengan presiden pertama (sementara) Sun Yat Sen.

Sangatlah bergengsi gelar jabatan presiden itu sehingga banyak diktator suka melapismaniskan kekuasaan mutlak mereka dengan kata itu, sampai-sampai lahirlah istilah kontradiktoris seperti “presiden seumur hidup”, terjadi praktik pemilihan (curang) presiden dengan perolehan suara mencapai 99 persen, atau jabatan presiden diwariskan kepada anak dan cucu.

Di dalam sistem republik, presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kita sangat terbiasa dengan istilah pertama, tetapi jarang memperhatikan yang kedua. Ini tecermin dari definisi KBBI yang sama sekali tidak menyinggung kepala pemerintahan. Apa bedanya? Kepala negara adalah jabatan konstitusional atas seluruh negeri dan biasanya dianggap mencerminkan harkat dan martabat bangsa. Tanggung jawabnya sering kali bersifat simbolik dan seremonial. Padanannya adalah raja/ratu dalam sistem monarki. Kepala pemerintahan adalah kepala cabang eksekutif yang kekuasaannya diimbangi cabang legislatif dan yudikatif yang berada di luar wewenangnya. Biasanya dia memimipin suatu kabinet menteri yang menjalankan pemerintahan sehari-hari. Padanannya adalah perdana menteri dalam sistem parlementer.

Karena tidak punya kekuasaan politik real, kepala negara dalam demokrasi biasanya jarang dipermasalahkan. Namun, kritik kepada kepala pemerintahan bisa tak habis-habis. Presiden Amerika Lyndon Johnson pernah mengeluh, “Kalau suatu pagi aku berjalan di atas air menyeberangi Sungai Potomac, berita utama siang itu akan berbunyi: ‘Presiden Tidak Bisa Berenang’.” Presiden sudah-tak-bisa-digugat-lagi Jokowi, dengan pengharapan setinggi awan sejagat Sinabung yang dibebankan di atas pundaknya, sebaiknya siap mental mulai sekarang.

Cercaan orang kecewa cinta biasanya jauh lebih menusuk daripada kecaman musuh paling benci.

*) Penulis Bangga sebagai Wakil Presiden Rumah Tangga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s