Mengomunikasikan atau Menyampaikan

Eko Endarmoko*, KOMPAS, 6 Des 2014

Ada bolong, atau objek yang absen, dalam takrif lema mengomunikasikan (lebih banyak orang menulisnya mengkomunikasikan) dalam kamus bahasa Indonesia. Begini kamus kita itu memerikannya: “mengirim lewat saluran komunikasi; menyebarkan melalui saluran komunikasi”. Mengirim atau menyebarkan apa? Untungnya, benak kita sebagai penutur bahasa Indonesia menyimpan, dan kemudian menyodorkan, “informasi” untuk diisikan-satu hal yang niscaya-ke dalam bolong itu. Tanpa informasi sebagai objek kalimat, rumusan arti lema mengomunikasikan tadi tidaklah lengkap. Namun, jangan tanya mengapa banyak orang, terutama kalangan “elite”-media massa lalu tanpa pikir panjang menggemakannya-lebih menyukai kata mengomunikasikan daripada menyampaikan, sebuah kata yang sudah lebih lama kita kenal.

Sebelum datang anggapan keliru, di sini saya menomorduakan atau menepikan kata mengomunikasikan bukan karena ia penghuni baru dalam khazanah bahasa kita. Communicate menurut Oxford American Dictionaries dalam komputer jinjing saya artinya ‘berbagi atau bertukar kabar atau ide’. Kita lihatlah sebentar, dalam bahasa Indonesia, mengomunikasikan diserap bukan dari verba communicate, melainkan dari nomina communication. Baru kemudian ia mendapat imbuhan pembentuk kata kerja. Pola serupa kita lihat pada mengonsumsi yang bukan berasal dari verba consume, melainkan dari nomina consumption.

Sebenarnyalah semacam stigma penghuni “baru”, atau kata berbau “asing” itu tadi, pada dirinya bukan tidak bermasalah. Khususnya dalam dunia bahasa, sulit sekali kita menetapkan batas persis antara asing dan asli (tengok tulisan Anton M. Moeliono, “Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia“, Kompas edisi 30 Desember 2009; dan Samsudin Berlian, “Kata Asing“, Kompas edisi 27 September 2014).

Jadi, bukan karena itu saya tidak memilih mengomunikasikan. Juga bukan karena soal pengucapan, mengingat lidah penutur bahasa Indonesia umumnya saya pikir mengalami sedikit kesulitan, atau katakanlah, kurang nyaman melafalkan kata itu. Mungkin bukan kebetulan bila ada anggapan bahwa rasa kurang nyaman pada alat ucap kita terjadi pada banyak kata yang datang belakangan: mengampanyekan, mengonsolidasikan, mengoordinasikan, menstimulir, menyinyalir.

Bagi saya kata menyampaikan lebih memadai karena dua alasan.

Dari bentuk dasar sampai, kata ini memberi tekanan pada hasil. Ia melukiskan proses pengalihan suatu objek-bukan hanya informasi, tapi bisa juga amanah, titipan atau benda-benda dari hibah, sumbangan sampai upeti-dari satu pihak hingga sampai kepada pihak lain. Pada kata mengomunikasikan, sebagaimana ia mendapat arti dalam kamus bahasa Indonesia, proses dan medium menjadi unsur makna yang menonjol. Kedua, sebagai jenis kata umum atau generik, spektrum makna menyampaikan sangat kaya. Corak kaya makna ini justru menguntungkan sebab memberi sekian pilihan kepada kita demi mendapatkan satu kata paling cocok dengan keperluan di dalam menyampaikan, bukan mengomunikasikan, sesuatu kepada pihak lain.

Mari kita tilik kembali, kata menyampaikan punya makna asali ‘membawakan, membingkis, mengantar, mengirimkan, meneruskan, menyalurkan’-yang menyertakan asumsi hingga sampai itu tadi. Maka bila objek kata ini tak sampai, tentu ada yang salah, ada penyimpangan atau penyelewengan di sana.

Makna kata menyampaikan lambat-laun menyerap juga sejumlah pengertian atau makna lain. Mendakwahkan atau mengkhotbahkan, sebagai padan kata menyampaikan, tidak biasa kita ungkapkan dalam frase mengomunikasikan dakwah atau mengomunikasikan khotbah. Kita juga belum pernah menemukan bentuk mengomunikasikan kritik atau mengomunikasikan tuduhan.

Demikianlah Tuan dan Puan. Tidakkah kata menyampaikan itu aj(a)ib? Lebih kaya makna daripada mengomunikasikan dan, ini yang lebih penting, seperti punya mekanisme swakontrol, semacam pengawasan melekat, di dalam pengejawantahannya.

* Munsyi, Penyusun Tesaurus Bahasa Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s