Gesekan

F. Rahardi*, KOMPAS, 18 Apr 2015

“Saya meminta agar (antar)institusi Polri-KPK tidak terjadi gesekan dalam menjalankan tugas masing-masing,” itulah pernyataan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat 23 Januari 2015. Pernyataan itu dikeluarkan terkait penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara RI pada hari yang sama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi IV, gesek ‘sentuh’ dan ‘geser’; menggesek ‘menyentuh dengan gesekan’; gesekan ‘perbuatan menggesek’, ‘hasil menggesek’.

Dengan menyebut kasus Polri-KPK sebagai gesekan, presiden menyetarakan kasus dugaan korupsi dengan tindakan kriminalisasi. Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Polri terkait kasus Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat pada 2010. Waktu itu, Bambang merupakan salah satu pengacara pasangan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto. Pasangan ini dikalahkan Sugianto Sabran-Eko Sumarno, kemudian mereka mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan dikabulkan.

Atas putusan MK itu, pasangan Sugianto Sabran-Eko Sumarno memerkarakan Ratna, salah seorang dari 68 saksi persidangan MK, dengan tuduhan memberi keterangan palsu. Ratna divonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan hukuman lima bulan potong masa tahanan. Bambang Widjojanto dituduh menyuruh Ratna memberi keterangan palsu di persidangan MK. Oleh banyak pihak penangkapan Bambang pada pagi Jumat, 23 Januari 2015 dianggap tidak wajar.

Sebelumnya, pada 9 Januari 2015, Presiden Joko Widodo mengajukan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Pada 13 Januari, KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus gratifikasi (rekening gendut Polri). Pada 16 Januari, Presiden Joko Widodo memberhentikan Kapolri Jenderal Sutarman, menunjuk Wakapolri Komjen Badrodin Haiti sebagai pelaksana tugas Kapolri, dan menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan yang telah disetujui DPR sebagai Kapolri.

Rentetan peristiwa ini berujung ke penangkapan Bambang Widjojanto. Inilah yang oleh Presiden Joko Widodo disebut sebagai gesekan antara KPK dan Polri. Dengan menyebut sebagai gesekan, presiden bermaksud meredam ketegangan dengan bersikap netral dan normatif, “Lembaga negara sebaiknya tidak saling bergesekan”.

Di sini secara tak sengaja kepala negara telah memberi makna baru terhadap kata gesekan.

Diksi gesekan bersifat netral, bisa menghasilkan sesuatu yang positif maupun negatif. Gesekan piston dalam mesin mobil menghasilkan tenaga untuk memutar roda dan menggerakkan kendaraan. Sebaliknya, kalau dua mobil bersentuhan dan saling menggeser, akan terjadi lecet, penyok, dan kerusakan lain. Diksi netral ini oleh presiden diberi makna baru sebagai hal negatif.

Dengan menggunakan kata gesekan secara tak sadar presiden juga telah menyetarakan penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK dengan penangkapan Bambang Widjojanto. Padahal, penetapan Budi Gunawan menyangkut masalah korupsi yang sangat kasat mata; sementara penangkapan Bambang Widjojanto secara teknis melanggar hukum.

Diksi gesekan untuk menyebut ketegangan antara KPK dan Polri juga tidak tepat. Diksi gesekan baru tepat digunakan apabila ketegangan antardua lembaga ini menyangkut sesuatu di luar lembaga itu. Misalnya, pada waktu akan menangani kasus anggota DPR, dua lembaga ini bergesekan satu sama lain.

Diksi dan frasa bisa menjadi alat politik dengan dampak positif maupun negatif.

Frasa salam dua jari berdampak positif. Frasa kontrarevolusi, tidak bersih lingkungan pernah menjadi stigma mematikan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan Soeharto. Semoga diksi gesekan tak menjadi senjata politik ampuh yang bisa memudarkan niat bangsa ini memerangi korupsi, terlebih korupsi oleh aparat penegak hukum.

* Sastrawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s