Menapis Filter

Dony Tjiptonugroho*, Media Indonesia, 11 Okt 2015

Ilustrasi: Uniflux

Ilustrasi: Uniflux

Saat memakai sepatu di masjid sehabis salat, saya membuka pembicaraan dengan orang di sebelah saya yang ternyata seorang montir sepeda motor. Jarang-jarang saya dapat bicara dengan montir di luar bengkel. Saya otomatis bertanya-tanya kepadanya perihal mesin dan perawatan motor. Satu hal yang menurut dia penting, tetapi kerap dilupakan orang ialah filter udara.

“Orang kadang mengandalkan pembersihan filter saja. Itu pun beda-beda caranya. Motor sebelum 2005, sesudah 2005, dan sesudah generasi awal skutik kan memang punya filter yang berbeda. Nanti main semprot-semprot saja. Padahal, kondisinya sudah enggak layak pakai. Sudah seharusnya diganti. Filternya sudah enggak bisa memfilter,“ jelasnya.

Sampai situ dia berhenti sebentar lalu bicara seperti bergumam, “Filternya sudah enggak bisa memfilter. Eh, filter itu sudah bahasa Indonesia, kan, ya? Kata lainnya apa, sih?“ Saya belum menjawab ketika dia sudah menemukan kata yang dicarinya. “Saringan,“ cetusnya.

Kata filter memang diserap dari kata asing yang ejaannya sama, filter, baik dalam bahasa Belanda maupun Inggris, dua bahasa yang tergolong dominan menjadi sumber serapan. Karena pengucapan dan penulisannya sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, penutur bahasa Indonesia langsung saja mengakrabi kata itu sebagai kata dalam bahasa Indonesia, tanpa ada pengubahan. Kata benda dan kata kerja berbentuk sama, filter.

Namun, ketika sekaligus dipakai sebagai kata benda dan kata kerja dalam satu kalimat, seperti yang diucapkan pak montir itu, timbul rasa asing. Semudah itukah menyerap filter menjadi filter hanya karena pengucapan dan penulisannya sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia? Apakah tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia? Tentu ada.

Kamus Inggris-Indonesia karya John M. Echols dan Hassan Shadily mencantumkan kata saringan, penapis, tapisan, dan penyaring untuk makna filter yang berkelas kata nomina. Untuk verba transitif, filter dipadankan dengan menapis dan menyaring. Sebagai verba intransitif, yang tidak memerlukan objek, filter dipadankan dengan merembes.

Namun, bentuk populer tentu saja filter itu sendiri dan baru setelahnya kata saringan. Tampaknya ketika kata dalam bahasa asing seperti filter dikenal dan diserap tanpa pengubahan, meresap pula makna-makna yang dikandungnya sehingga padanan kata dalam bahasa Indonesia terasa sulit untuk disemati makna yang sama. Dalam Merriam-webster.com, sebagai nomina filter dimaknai `a device that is used to remove something unwanted from a liquid or gas that passes through it’ dan `a device that prevents some kinds of light, sound, electronic noises, etc., from passing through computers’. Kata kuncinya ialah to remove (menghilangkan, melepaskan, membersihkan) dan to prevent (mencegah, menghalangi).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata saringan sebagai padanan nomina filter disemati arti yang lebih luas, yakni `alat untuk memisahkan zat cair dari zat padat’; `alat yang hanya dapat melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu; penapis’; `pemilihan; seleksi’; dan `hasil menyaring’.

Kata tapis dalam kamus yang sama justru punya makna lebih sedikit, `alat yang dibuat dari kain dsb untuk memisahkan benda cair dari benda padat pencemar atau endapan untuk memisahkan benda padat yang berbeda ukurannya; penyaring’.

Dengan menimbang makna yang disematkan pada dua kata itu, tidaklah mengherankan filter akhirnya langsung diserap dengan mudah.

* Redaktur Bahasa Media Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s