Humor Bahasa dan Bahasa Humor

Yanwardi*, KOMPAS, 12 Des 2015

Ilustrasi: Trans 7

Humor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang lucu, keadaan yang menggelikan hati, kejenakaan, dan kelucuan. Humor bisa terjadi dalam segala bidang kehidupan manusia, bisa verbal bisa nonverbal. Humor verbal, yakni yang menggunakan bahasa, dengan mudah dijumpai dalam, misalnya, acara lawak. Karena menggunakan bahasa, acara lawak menarik ditelaah dari sisi kebahasaan.

Acara lawak umumnya mengusung tindak tutur suatu ujaran: dialog-dialog dengan situasi tertentu. Isi tuturan itu, sesuai dengan tujuannya, ingin membuat penonton tertawa dan mengandung kejenakaan, kelucuan. Sepengamatan saya, grup-grup lawak atau acara-acara lawak kita dalam menghadirkan kelucuan sering menggunakan pelesetan kata dan kehomonimian atau kepolisemian kata. Upaya itu telah terjadi puluhan tahun lalu-bahkan lebih-sejak zaman grup Jayakarta dulu hingga acara ILK (Indonesia Lawak Klub) di salah satu stasiun televisi kini.

Pelesetan bahasa, sebagaimana istilahnya, adalah sebuah upaya memelesetkan atau menyimpangkan suatu bunyi (fonologis), kata, frasa, klausa, konteks, dan seterusnya.

Kita tentu masih ingat Asmuni dari grup Srimulat sering memelesetkan hal-hal yang mustahil menjadi hil-hil yang mustahal. Dari pola ini para komedian atau penulis naskah bisa memunculkan bentuk lain sesuai dengan situasi yang relevan dan sedang aktual seperti abg (angkatan babe gue), gayus (jayus), ekspor asap (pelesetan jenis frasa dan semantis), dan seterusnya.

Kehomonimian atau kepolisemian sudah dilakukan oleh grup Jayakarta ketika menggunakan kata tulis yang berupa kata kerja dengan Tulis yang merupakan nama orang. Alhasil, situasi humor karena kesalahpahaman muncul. Kini kita bisa menyaksikan Cak Lontong, Komeng, dan Jarwo Kuat yang sering memanfaatkan suatu kata, frasa, atau klausa yang memiliki makna banyak dalam upaya menimbulkan kelucuan. Sebenarnya antara kehomonimian atau kepolisemian dan pemelesetan sering berpadu. Umpamanya, tuntunan yang dimaksudkan Jarwo Kuat bermakna ‘panduan’, ‘anutan’, dipelesetkan dengan penafsiran harfiah: menuntun seseorang.

Karena berada dalam konteks tindak tutur, bahasa dalam acara lawak tentu tak lepas dari sisi pragmatik. Uniknya, prinsip-prinsip yang ada dalam linguistik pragmatik seperti empat prinsip (maksim) kerja sama Grice dan tujuh prinsip kesantunan Leech justru sering dilanggar. Tentu gejala itu tidak aneh lantaran pelanggaran itu sengaja diciptakan untuk menghadirkan kelucuan suasana. Kita ambil contoh prinsip kerelevanan dari Grice dan prinsip simpati dari Leech malah dilanggar oleh Komeng ketika Jarwo Kuat mengatakan “token bisa beli di mana-mana”. Dalam konteks itu Komeng justru melanggar prinsip kerelevanan dengan menafsirkan “di mana-mana” termasuk “di apotek”. Upaya Komeng ini menimbulkan tawa penonton. ILK tampak menonjol memanfaatkan pelanggaran prinsip kesantunan Leech, terutama prinsip pertimbangan dan prinsip kearifan untuk menghadirkan kelucuan situasi. Dalam tindak tutur “normal”, tentunya pelanggaran prinsip kerja sama (kerelevanan) dan kesantunan akan membuat komunikasi terganggu.

Dari ulasan singkat ini, mungkin para penulis naskah acara humor bisa mengambil suatu inspirasi dari teori-teori pragmatik atau mengeksplorasi unsur bahasa guna menghidupkan acara- acara humor. Semoga para penulis naskah humor dan komedian lebih kreatif lagi dalam membuat penonton terhibur.

* Editor pada Yayasan Obor

One thought on “Humor Bahasa dan Bahasa Humor

  1. Artikel yang menarik Mas. :)

    Banyak sekali komedian Indonesia yang pintar “bermain” dengan kata-kata dan terkadang dengan respon yang cepat sehingga bisa memanfaatkan momen yang ada untuk menciptakan kelucuan.

    Semoga humor seperti ini kembali tubuh subur di kancah pertelevisian Indonesia dan komedi yang lebih mengutamakan unsur fisik (slaptick) bisa berkurang. :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s