Calon Haji

Kurnia J.R.* (Kompas, 8 Okt 2016)

Media massa biasa menggunakan istilah calon haji buat orang yang sedang melaksanakan ibadah haji sejak berangkat dari rumah sampai tuntas menunaikan semua tahap ritualnya. Dalam perjalanan pulang dari Mekkah, barulah tanggal kata calon dan ”sah” sudah orang yang bersangkutan menyandang gelar haji. Apabila sebelumnya media massa menulis ”Rombongan calon haji berangkat ke Tanah Suci”, kini penulisannya menjadi ”Rombongan haji pulang di Tanah Air”.

Setiap tahun membaca dan mendengar istilah calon haji di media cetak dan elektronik, selalu ada rasa janggal. Tentang haji, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa mencantumkan tiga lema, yaitu haj, hajah, dan haji. Haj (kata kerja) yang artinya beribadah dan berziarah ke Mekkah; hajah (kata benda) sebutan untuk wanita yang sudah menunaikan ibadah haji; haji (kata benda) memiliki dua arti: (1) rukun Islam kelima (kewajiban ibadah) yang dilakukan oleh setiap orang Islam yang mampu dengan berziarah ke Kakbah pada bulan Zulhijah untuk mengerjakan amalan haji seperti ihram, tawaf, sai, dan wukuf di Arafah, (2) sebutan untuk orang yang sudah menunaikan rukun Islam yang kelima.

Pada dasarnya, tidak ada urgensi penyebutan calon haji sebab, dengan berpatokan pada kata dasar haj yang dalam KBBI dicantumkan sebagai kata kerja yang berasal dari bahasa Arab, orang yang sedang menunaikan ibadah haji (sejak berangkat dari rumah, memulai kegiatan ritual itu, sampai tuntas seluruhnya) adalah haji, yakni orang yang berhaji atau melaksanakan ibadah haji.

Selain itu, penyebutan calon haji tidak selalu akurat sebab di dalam suatu kafilah haji kadang-kadang tidak semua anggotanya baru pertama kali berhaji. Selalu ada kemungkinan di dalam rombongan terdapat orang-orang yang sebelumnya sudah ”naik haji” atau ”sudah jadi haji”.

Media massa perlu menghilangkan istilah calon haji. Apabila alasannya gelar haji berasosiasi dengan suatu pencapaian, seumpama mahasiswa yang sedang berkutat merampungkan skripsi disebut calon sarjana dan kelak setelah lulus dia berhak menyandang gelar sarjana, argumen itu tidak dapat diterima.

Kendati orang boleh beralasan bahwa keadaan berat yang harus dilalui orang yang berhaji, dan bahwa tak semua orang sanggup menunaikan ibadah itu, membuat yang bersangkutan pantas diberi gelar haji, toh ritual ibadah ini tidak diagungkan melebihi ritual ibadah-ibadah lain seperti puasa, salat, dan sebagainya. Selain itu, pemberian gelar itu dapat dikaji sebagai riya (sikap pamer) yang samar dan dikhawatirkan melunturkan keikhlasan beribadah.

Masyarakat kita memang tidak mempersoalkan gelar haji di depan nama orang yang sudah menunaikan ibadah haji. Ini sudah jadi konvensi sosial yang lumrah dan tak ada hubungannya dengan alasan syariat atau fikih. Lain halnya dengan istilah calon haji yang tidak atau jarang sekali digunakan oleh masyarakat dalam percakapan. Istilah ini tampaknya hanya digunakanoleh media massa.

Wartawan tidak perlu sungkan untuk mulai menghilangkan istilah calon haji dalam penulisan berita. Perkara ini tidak ada hubungannya dengan pemuliaan atau penodaan agama. Sebagai contoh: ”Rombongan haji Indonesia kloter pertama berangkat besok”, ”Kafilah haji Indonesia bertolak ke Tanah Suci”. Berita tentang orang perorangan yang berhaji bisa ditulis: ”Seorang haji Indonesia wafat saat sedang tawaf”.

Apabila istilah calon haji sudah tidak lagi digunakan di media massa dan dalam komunikasi publik, lambat laun definisi haji di kamus akan berubah pula, karena kamus merujuk kepada realitas. Kamus dapat merevisi makna haji menjadi sebutan untuk orang yang sedang dan yang sudah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci (Mekkah).

* Pujangga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s