Atas Nama Lagi

Kurniawan* (Majalah Tempo, 31 Okt 2016)

Edy Sembodo menggugat penggunaan kata majemuk “atas nama” dalam kalimat “Atas nama bangsa Indonesia/Soekarno-Hatta” pada teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Gugatan Edy melalui tulisannya di rubrik “Bahasa!” di majalah Tempo edisi 11 September 2016 itu berdasarkan makna kata tersebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat.

Memang kamus itu hanya menyebut satu makna untuk lema “atas nama”, yakni dengan nama. Turunannya adalah kata kerja “mengatasnamakan”, yang berarti memakai atau menggunakan nama. Tentu aneh bila makna ini diterapkan pada naskah proklamasi tadi. Edy rupanya terlalu berpegang pada kamus, padahal kamus bisa saja tak lengkap atau bahkan keliru.

Ahli bahasa J.S. Badudu telah menyatakan bahwa naskah proklamasi itu sudah mengikuti tata bahasa yang baik dan benar atau kaidah bahasa yang baku. Uraian Badudu mengenai hal ini dapat ditengok dalam buku Mustafa Lutfi, Civic Education: Antara Realitas Politik dan Implementasi Hukumnya.

Badudu menafsirkan “atas nama bangsa Indonesia” itu sebagai “mewakili bangsa Indonesia seluruhnya: yaitu demi kepentingan bangsa Indonesia, termasuk tanggung jawab serta r[e]siko dari memproklamirkan kemerdekaan Indonesia”.

Tafsir Badudu ini jelas bukan berdasarkan kamus tadi, karena makna “mewakili” tak ada di sana. Namun tafsir ini juga bukanlah hal baru. Saya kutipkan salah satu contoh dari khazanah lama: “Dengar, atas nama pemerintahan Indonesia Timur dan bahagian Indonesia jang lain-lain, Nadjamuddin, perdana menteri N.I.T, berbitjara dalam bahasa Belanda dimuka radio” (Nur Sutan Iskandar, Udjian Masa, 1952). Lagi-lagi, dalam kalimat ini “atas nama” berarti “mewakili”. Jadi, makna “mewakili” itu sudah lama hidup dalam bahasa Indonesia tapi hingga kini tak juga dimasukkan ke KBBI.

Lantas dari mana makna “mewakili” itu muncul? Menurut saya, itu berkaitan dengan makna “atas nama” sebagai padanan dari bahasa Inggris “on behalf of”. Tentu perlu kajian etimologi yang lebih dalam untuk melacak asal-usulnya. Yang jelas, tak ada penjelasan soal ini dalam KBBI, tapi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Pusat Bahasa, 2000) mencantumkan contoh “a.n.” sebagai singkatan dari “atas nama”. Singkatan ini lazim digunakan dalam surat-surat resmi sebagai padanan dari “on behalf of”.

Sebagai padanan “on behalf of”, “atas nama” sering digunakan dalam pidato atau pernyataan resmi, seperti ungkapan “atas nama keluarga”, “atas nama Presiden RI” dan “atas nama pribadi”. Pada umumnya kata itu berarti “sebagai wakil” atau “mewakili”. Ia digunakan ketika ada orang atau lembaga yang hendak bertindak untuk mewakili pihak tertentu.

Kata “atas nama” juga sering digunakan dalam perkara hukum. Contohnya dalam artikel “Lebih Untung Mendaftar Merek Atas Nama Pribadi atau PT?” (Hukumonline.com, 7 Januari 2016): “PT (Perusahaan Terbatas) adalah badan hukum yang mempunyai kekayaan terpisah dari para pendirinya. Sehingga merek dapat didaftarkan atas nama PT dan menjadi aset PT”. Dalam kalimat ini, “atas nama” dapat dimaknai sebagai “menggunakan nama”.

Yang agak berbeda adalah ungkapan seperti “atas nama cinta” dan “atas nama kemanusiaan”. Contohnya: “Sedangkan 130 juta hektare hutan tropis ditebangi satu dasawarsa terakhir atas nama pembangunan dan 1,3 miliar ton makanan per tahun disia-siakan.” (Yanuar Nugroho, “Menasionalkan Agenda Global”, Tempo, 21 September 2015.)

Arti “atas nama” di sini berbeda dengan sebelumnya. Kata itu tak cocok dimaknai dengan “mewakili”, tapi lebih tepat “demi kepentingan”. Jadi hutan tropis itu ditebangi demi kepentingan pembangunan. Makna ini juga bisa dipakai untuk “atas nama cinta” dan “atas nama kemanusiaan”, yang berturut-turut berarti demi kepentingan cinta dan demi kepentingan kemanusiaan. Saya kira ini merupakan padanan dari bahasa Inggris “in behalf of” yang berarti “demi kepentingan dari”, yang sedikit berbeda dengan “on behalf of”.

Jadi, atas nama kejelasan makna “atas nama”, saya mohon tim penyusun KBBI mulai memasukkan makna-makna kata yang hidup di masyarakat ini ke kamus edisi berikutnya.

* Wartawan Tempo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s