Asli

Rainy M.P. Hutabarat*, KOMPAS, 21 Jan 2017

Di berbagai kota cukup sering saya baca ”label” asli pada papan nama rumah makan sate kambing: ”Sate Kambing Haji Darsono Asli”, ”Sate, Tengkleng, Sop Kambing Pak Karim Asli”, atau ”Sate dan Nasi Goreng Bang Kumis Asli”. Saya terusik, mengapa nama orang mesti ditambah kata asli? Bukankah cukup mencantumkan nama, misalnya, ”Mi Ayam Bakso Bang Gondrong”, ”Gudeg Ibu Darmo”, ”Gepuk Nyonya Liem”, atau ”Nasi Uduk Bang Dul”?

Tesamoko memadankan asli dengan antara lain benar, orisinal, sah, dan sejati. Lawan katanya gadungan, palsu, dan artifisial. Kesan yang muncul, telah terjadi kecurangan dalam bisnis kuliner persatean. Nama rumah makan sate dan sup kambing yang laris dan terkenal ”dirampok” pedagang lain untuk mendongkrak dagangan sendiri. Karena itulah kata asli dicantumkan sebagai klaim sekaligus promosi halus bahwa Haji Darsono Asli atau Bang Kumis Asli merupakan penjual yang sebenarnya, sedangkan yang lain dengan nama sama itu gadungan alias palsu. Dalam bisnis kuliner, tampaknya yang dipalsukan tak hanya bahan makanan, pun manusia si pemilik rumah makan yang laris dan terkenal. Tentu saja mereka bukan kloningan Bang Kumis, Nyonya Liem, atau Haji Darsono.

Di dunia dagang, pencurian nama dagang bukanlah hal baru. Sejak industrialisasi dan perdagangan berkembang pesat di bumi, merek dagang yang laku keras dan bercitra baik rentan dipalsukan. Pencurian nama dagang adalah bentuk pemalsuan atau penjiplakan yang melanggar hukum. Kita masih ingat, perusahaan air minum kemasan Aqua pernah berkonflik secara hukum dengan perusahaan air minum kemasan lain yang mencantumkan aqua dalam nama dagangnya. Aqua mengklaim bahwa nama Aqua milik eksklusif dan sudah terdaftar sesuai dengan perundang-undangan. Aqua tak perlu mencantumkan kata asli karena, menurut hukum, hanya perusahaannya yang berhak menggunakan aqua untuk produk air minum kemasannya.

Yang lebih ditakutkan penikmat wisata kuliner adalah pemalsuan bahan-bahan makanan yang digunakan sebab bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Kata asli menjadi semacam merek dagang yang mewakili mutu, rasa, dan citra. Jual minuman asam Jawa pakai gula asli, kata sebuah spanduk. Gula asli di sini berarti bukan gula artifisial; pemanis buatan seperti sakarin yang diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan kimia tertentu. Dalam pemahaman konsumen, gula asli terbuat dari air tebu untuk gula pasir dan air nira untuk gula merah yang tidak membahayakan tubuh dan rasanya enak.

Uniknya, kata asli pun dipakai untuk ayam. Di banyak tempat, spanduk pedagang kaki lima berbunyi: ayam kampung bakar asli. Pertanyaannya, adakah ayam kampung palsu? Terberitakan di sebuah media daring yang kemudian disebarkan secara luas oleh pengguna media sosial bahwa Tiongkok memproduksi beras palsu, telur ayam palsu, bahkan kubis palsu yang tampangnya sulit dibedakan dengan yang asli. Sejauh ini, saya belum mendengar ayam kampung palsu diproduksi, yakni ayam yang dibuat dari bahan kimia tertentu melalui suatu proses mesin. Yang sering terdengar justru anjuran waspada terhadap ayam tiren (mati kemaren) yang dijual pedagang makanan untuk meraup keuntungan berlipat ganda. Maka, kata asli di sini digunakan sebagai strategi persaingan dagang terhadap penjual yang menipu konsumen dengan label ”ayam kampung”, padahal menggunakan ayam negeri.

Dalam persaingan bisnis kuliner, arti dan padanan kata asli tak sebatas yang tertulis dalam kamus. Selain berfungsi sebagai promosi dalam persaingan bisnis, kata ini juga menjadi pengganti merek dagang yang menggambarkan mutu, rasa, dan citra, bahkan juga daerah asal. Dalam bahasa media sosial: ”Asli, gue banget!”

* Pekerja Media; Cerpenis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s