Dari “Kuppuru”

Samsudin Berlian*, KOMPAS, 4 Feb 2017

Dari mana datangnya kafir? Jauh di hulu sejarah adalah satu kata dalam bahasa-bahasa Semit yang menggambarkan gerak tangan mengusap di atas suatu permukaan. Dari situ berkembanglah dua makna utama. Pertama, menggosok (hingga ada yang lepas), misalnya dalam rangka membuang lapisan kotoran, mencuci; dan kedua, memoles (hingga ada yang tambah), misalnya dalam rangka mengecat, melapis. Kata ini ditransliterasikan sebagai k-p-r atau k-f-r karena aslinya bunyi p dan f dituliskan dengan huruf yang sama dan bunyi vokal tidak dituliskan sebagai huruf; semua huruf Semit adalah konsonan. Semit—dari nama Sem, putra pertama Nuh—adalah rumpun bahasa yang dipakai luas oleh bangsa-bangsa di Timur Tengah. Dalam bentuk tertulis ia lahir pada 5.000 tahun lalu di fajar peradaban yang merekah di antara Sungai Efrat dan Tigris. Salah satu kekhasan bahasa-bahasa Semit—yang mencakup, tapi tidak terbatas pada, Ibrani (Israel) dan Arab—adalah akar verba yang dirangkai dari tiga huruf.

Bahasa Semit yang pertama kali menonjol dalam sejarah adalah Akkadia. Bangsa Akkadia mencapai puncak kejayaan pada lebih dari 4.000 tahun lalu di lembah-lembah Mesopotamia. Selama 200 tahun ia menguasai wilayah yang sekarang bernama Irak, Kuwait, Syria, Lebanon, serta sebagian Turki dan Iran; yakni belahan timur Sabit Subur. Nenek moyang Abraham atau Ibrahim—yang sangat dimuliakan dalam iman Yahudi, Kristen, dan Islam—berasal dari Ur, kota pelabuhan dan perdagangan penting Kerajaan Akkadia.

Bahasa Akkadia mengenal kata kuppuru, kaparu,dan bentukan-bentukan lain yang dalam pemakaian sehari-hari berarti mengusap, menggosok atau mengelap (sampai bersih), mencuci, menghapus. Juga berarti memoles, misalnya, sebagai istilah teknis dalam pembuatan tembikar. Sebagai istilah agama, kuppuru bermakna menghapus kenajisan atau dosa sehingga menjadi tahir, murni, atau suci. Kuppuru juga adalah upacara agama. Teks Akkadia menggambarkan upacara menghapus dosa yang melibatkan kegiatan mencuci tangan, mencuci kuil dan peralatannya, membakar kemenyan, membuang barang najis ke padang gurun, dan menyembelih kambing jantan sebagai korban, darahnya diusapkan ke kuil untuk menyucikannya. Jadi ada kegiatan menggosok sehingga kotoran terhapus atau mengoles sehingga yang bersih menutupi yang kotor; yang lama terlihat baru. Konsep bahwa kenajisan ritual itu seperti kotoran yang bisa dan harus dicuci bersih, bahwa kehidupan manusia perlu ditebus dari dosa yang menajiskan atau mematikannya—seperti utang darah yang harus dibayar dengan darah korban sembelihan—tetap dipegang banyak orang dan masyarakat yang menjadi ahli waris iman-iman Semitik sampai sekarang, dalam berbagai versi dan varian ajaran.

Salah satu bentuk upacara kuppuru yang mungkin tidak asing bagi kita adalah membebankan atau memindahkan secara ritual segala dosa manusia pada seekor kambing yang kemudian disembelih dan mayatnya dibuang ke sungai. Dalam adaptasi tradisi Ibrani, selain ada yang disembelih, ada pula seekor kambing jantan yang dibuang dengan cara dilepaskan (sebagai hukuman, karena sudah menjadi najis oleh dosa manusia) ke padang gurun yang mematikan. Itulah cikal bakal konsep kambing hitam.

K-p-r atau k-f-r berkembang dalam banyak makna. Dari pengertian memoleskan suatu lapisan ke permukaan, ia kemudian menyandang makna menutup atau menutupi. Karena secara keagamaan yang bisa ditutupi dan dilucuti bukan hanya kenajisan atau dosa, tapi juga kebenaran, timbullah dua makna utama yang saling bertolak belakang. Kalau yang ditutupi adalah kebenaran atau keimanan, maknanya negatif. Kalau yang ditutupi adalah keburukan, maknanya positif. Kadang-kadang satu kata yang sama bisa memiliki berbagai arti yang berbeda, bahkan berlawanan.

* Penggelut Makna Kata

Iklan

One thought on “Dari “Kuppuru”

  1. Ping-balik: Dari “Kuppuru” (2) | Rubrik Bahasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s