Breaking News

Encep Abdullah* (Pikiran Rakyat, 19 Maret 2017)

Beberapa hari yang lalu, saat aksi 212 berlangsung, saya menyaksikan beritanya di stasiun televisi. Salah satu stasiun televisi menggunakan frasa “Breaking News”. Saya pindah ke beberapa stasiun televisi lainnya. Pun saya temukan frasa yang sama.

Mengapa media-media itu menggunakan frasa asing. Apakah tidak ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia? Saya pun langsung pindah tempat ke grup WA yang dinamai “Klinik Bahasa” itu untuk konsultasi. Saya ajukan frasa tersebut. Beberapa kawan menanggapinya. Mereka mengajukan beberapa frasa: sekilas info, berita sekilas, berita sela, dan wartasela.

Ada satu kata yang menarik menurut saya, yakni wartasela. Saya baru pertama kali mendengarnya. Tampaknya kata ini belum ada di KBBI. Frasa semacam sekilas info sudah sering kita dengar, sedangkan wartasela langka dan unik. Barangkali frasa ini bisa kita gunakan dan diajukan ke Badan Bahasa agar bisa berterima seperti halnya kata swafoto untuk kata “selfie”. Memang, mencari padanan kata untuk kata atau frasa, apalagi yang masih “meng-inggris” itu butuh waktu yang tidak singkat. Butuh penyesuaian. Butuh pengadaptasian. Buktinya kata swafoto saja belum begitu tenar dibandingkan dengan “selfie”.

Artinya, budaya kita memang masih senang “meng-inggris” ketimbang “meng-indonesia” meskipun barangkali mereka tahu padanan kata dalam bahasa Indonesianya. Sebagai contoh, kata sharing, up date, website, download, up load, delete, cancel, dan sebagainya itu, toh masih tetap mereka gunakan.

Kembali kepada “Breaking News”. Apakah frasa itu masih layak dipertahankan di media karena belum ada padanan kata yang pas. Kalau hampir semua media televisi menggunakan frasa itu, saya rasa ini sudah kronis. Atau sekalian saja frasa ini dibakukan menjadi “Briking Nyus”? Ya, setidaknya biar sedikit gaul dan kekinian. Sesekali pengadaptasiannya mengikuti mulut orang Indonesia yang kemudian masuk ke dalam KBBI. Tentu saja bukan dimasukkan pada ranah cakapan, melainkan tulisan.

Kalau mendengar kata “break”, saya teringat dengan beberapa kegiatan yang pernah saya ikuti, terutama di hotel. Dalam acara tersebut, pasti ada sela yang namanya “Coffee Break”. Apa kira-kira padanan katanya dalam bahasa Indonesia? Apakah harus ditulis Kopi Brik?

Beberapa kawan menyarankan istilah Rehat Kopi. Atau terkait dengan wartasela, bisa jadi “Coffee Break” ini dialihbahasakan menjadi Sela Kopi. Ah, atau apalah namanya, asalkan tidak “meng-inggris”. Namun, anehnya, ketika saya melihat hidangan yang disajikan di hotel itu, ternyata tidak hanya kopi, tetapi juga ada teh dan susu. Mengapa kata yang diambil kopi, bukan teh (Tea Break) atau susu (Milk Break). Atau bisa saja diborong menjadi “Coffee, Tea, and Milk Break”. Nyatanya ada juga makanan lain: bolu, gorengan, dan sebagainya. Lalu istilahnya kira-kira akan menjadi apa? Gado-gado Break?

Baiklah, persoalan Indonesia yang “meng-inggris” itu barangkali sudah menjadi “makanan” dan pembahasan kita sehari-hari. Keberadannya memang tidak bisa dimungkiri untuk kita hadapi. Lihatlah, banyak plang-plang toko yang masih saja “meng-inggris”, mal- mal yang “meg-inggris”. Saya ambil contoh, di tempat saya ada mal yang dinamai “Mall of Serang” yang disingkat menjadi MOS. Nama ini sudah sangat melekat dalam pikiran kami.

Ah, Indonesia kita, sedari dulu, memang tak henti-hentinya dijajah bahasa yang “meng-inggris” itu. Tenang, saya tak apatis menyoal itu. Justru perlu kiranya kita juga pelajari bahasa Inggris (bahasa asing) itu sebagai jembatan untuk bersaing di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Namun, apalah artinya pandai berbasa asing itu kalau kita tidak mencintai bahasa sendiri: bahasa Indonesia!

Sekian “Briking Nyus” yang dapat saya tulis. Semoga dapat diambil manfaatnya. Tabik!

* Pemerhati bahasa. Tinggal di Banten.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s