Single dan Jomlo

Ridha Kusuma Perdana* (Media Indonesia, 16 Apr 2017)

Beberapa waktu lalu, muncul topik pembicaraan menarik di media sosial mengenai perbedaan dan persamaan kata jomlo dan single, mulai di Twitter, Instagram, Facebook, hingga Youtube. Topik tersebut pun sempat menjadi tren pada saat itu.

Namun, entah dari mana anggapan ini muncul, mereka–para netizen–mempunyai satu suara mengenai perbedaan dan persamaan kedua kata itu.

Menurut mereka, persamaan kata single dan jomlo ialah sama-sama tidak atau belum punya pasangan. Sementara itu, perbedaannya ialah, menurut mereka, jomlo ialah nasib, sedangkan single merupakan prinsip.

Dengan kata lain, menurut para netizen, kata single mempunyai nilai rasa yang lebih baik daripada kata jomlo. Hal itu dapat dilihat dari kata yang tersirat di dalamnya, yakni kata nasib dan prinsip. Kata prinsip menyiratkan seseorang yang berpendirian dan berkarakter kuat, sedangkan kata nasib lebih menyiratkan orang yang terkesan pasrah, tidak berdaya, dan menye­rah pada keadaan.

Lalu, yang menjadi masalah, apa sebenarnya dasar mereka berpendapat seperti itu? Apa alasan mereka?

Sebagian besar dari mereka ada yang hanya berpendapat demikian, tetapi tidak mampu memberikan jawaban. Namun, ada pula yang memberikan alasan bahwa penyebabnya ialah kata single berasal dari bahasa Inggris, sedangkan jomlo dari bahasa Indonesia sehingga kata single lebih bergengsi daripada kata jomlo.

Namun, apakah alasan tersebut dapat dibenarkan? Apakah benar kata dalam bahasa Inggris–atau dalam bahasa asing–selalu lebih prestisius daripada kata dalam bahasa Indonesia? Untuk lebih memperjelas keduanya, mari buka KBBI Edisi V dan Merriam-Webster Dictionary.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V, kata jomlo mempunyai arti 1 gadis tua 2 pria atau wanita yang belum memiliki pasangan hidup. Dalam bahasa Indonesia, kata jomlo juga dapat bersinonim dengan kata lajang yang dalam KBBI Edisi V berarti ‘belum menikah/bujang’.

Sementara itu, dalam Merriam-Webster Dictiona­ry, kata single mempunyai banyak sekali arti yang selalu berkaitan dengan bentuk tunggal. Dalam salah satu definisi­nya, kata single mempunyai makna sama dengan kata jomlo dalam bahasa Indonesia, yaitu tidak menikah atau belum memiliki pasangan.

Dari kedua definisi dalam kedua kamus tersebut, dapat dikatakan bahwa sebenarnya kata jomlo dan single mempunyai makna yang sejajar, setara, dan kedudukan yang sama, yai­tu belum menikah. Secara arti, kedua kata tersebut pun tidak berbeda.

Lantas, kenapa muncul anggap­an kata single lebih bergengsi daripada kata jomlo? Menurut penulis, hal tersebut terjadi karena masyarakat masih beranggapan bahwa bahasa Inggris, atau malah bahasa asing lainnya, selalu lebih bergengsi daripada bahasa Indonesia.

Kebanyakan orang juga berpikir bahasa Inggris selalu mempunyai nilai lebih daripada bahasa Indonesia. Terbukti, dalam bahasa lisan, terkadang masyarakat berujar dengan mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Hal itu dilakukan agar mereka dipandang lebih keren.

Diakui atau tidak, saat ini pola pikir seperti itu masih tertanam dalam benak masyarakat. Karena hal tersebut, secara sadar atau tidak, fenomena kebahasaan yang serupa selalu bermunculan, baik dalam tulisan maupun lisan.

* Tim Bahasa Media Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s