Zalimis

Samsudin Berlian* (Kompas, 3 Jun 2017)

Telah lahir pada hari ini istilah baru yang sangat perlu dipahami dalam diskursus sosial politik Indonesia kontemporer. Berikut lema dalam “Kamus Besok Bahasa Indonesia” dan satu kutipan pencerah.

za.li.mis

1. n orang atau kelompok yang zalim; pezalim

2. n orang atau kelompok yang (dianggap) sangat melampaui batas perikemanusiaan dalam bertindak zalim

3. n orang atau kelompok yang menganut, mendukung, membela, dan atau mengembangkan ideologi zalimisme dalam politik

4. n rezim atau penguasa yang berprinsip zalimistik atau yang menggunakan kezaliman sebagai instrumen utama dalam pemerintahan untuk menundukkan dan membungkam rakyat atau sebagian rakyat

5. n orang atau kelompok orang yang menganggap zalimisasi adalah instrumen keadilan atau balas dendam politik terhadap orang atau kelompok lain yang mereka anggap telah terlebih dahulu menzalimi mereka

6. n orang atau kelompok orang yang menuduh orang atau kelompok lain telah menzalimi mereka sebagai argumen (biasanya tidak faktual) untuk membenarkan sikap atau perilaku politik mereka menzalimi orang atau kelompok lain itu, bahwa kezaliman mereka adalah adil karena orang atau pihak lain itu memang layak (mendapat giliran) dizalimi

7. n orang atau kelompok orang yang berperilaku sepenuhnya menurut paham, prinsip ideologi, dan strategi politik zalimisme tetapi tidak mengakuinya secara terang-terangan, melainkan menggunakan kata dan konsep lain, yang diambil dari khazanah agama, sosial dan atau ekonomi, yang terkesan manis, lembut, atau adil dan benar, untuk menyembunyikan maksud dan tujuan mereka yang sebenarnya, yakni merebut kekuasaan politik absolut dengan kekerasan dan atau ancaman kekerasan

8. a bersifat zalim

za.li.mi.sa.si

1. n proses berkembangnya kezaliman akibat perbuatan zalimis

2. n penerapan taktik atau strategi oleh zalimis dengan menggunakan prinsip zalimisme sebagai senjata untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan politik melalui kampanye besar-besaran dan terus-menerus, biasanya dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, baik dalam rangka menzalimi kelompok lain yang (biasanya) lebih lemah atau dalam rangka menuduh bahwa mereka telah dizalimi oleh kelompok lain (yang dianggap kuat, atau sebagai landasan moral mereka menzalimi pihak lain)

3. n proses perekrutan massa menjadi zalimis melalui kampanye, slogan, indoktrinasi, janji, atau hoax dengan instrumen spanduk, selebaran, majalah, buku, media massa, media sosial, demonstrasi, dsb

za.li.mis.me

1. n paham atau ideologi (dalam bidang politik) yang menghalalkan perilaku zalim secara massal sebagai sarana untuk menggapai kekuasaan politik

2. n paham atau ideologi (dalam bidang politik) yang mengembangkan atau menyuburkan rasa terzalimi, seolah-olah penganutnya adalah korban kezaliman, sebagai fondasi untuk menanamkan kebencian dan dendam pembalasan kepada pihak lain, bahwa zalimisasi adalah sebentuk keadilan; perasaan terzalimi ini kemudian menjadi dasar penganut zalimisme, yakni zalimis, untuk menzalimi orang atau pihak yang mereka anggap adalah lawan politik

za.li.mis.tik

1. a mendukung, berafiliasi dengan, atau dipengaruhi oleh ideologi zalimisme

2. a berperilaku zalimis

3. a bersifat oportunistik dalam memanfaatkan zalimis untuk mencapai tujuan politik, walaupun sendiri bukan zalimis

Kutipan: “Kebenaran zalimis bersifat tertutup dan absolut. Kalau orang lain tidak menolak mereka, itulah bukti mereka benar dan berterima. Kalau orang lain menolak, itulah bukti mereka benar, bahwa penolak itu telah menzalimi mereka. Zalimis selalu merasa benar, bahkan ketika mereka sedang melanggar hukum, mencederai keadilan, atau melakukan kekerasan. Ironi: justru karena keyakinan kokoh membatukarang itulah mereka rentan menjadi korban pembohongan. Sekali kebohongan masuk menjadi kebenaran zalimis, boleh dikata tidak ada fakta, data, argumen, atau logika apa pun yang bisa menggoyahkannya.” Zilam Zilim, Apa Siapa Zalimis (Jakarta: 2017)

* Penggelut Makna Kata

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s