Pewaris versus Ahli Waris

F.X. Sukoto (Kompas.id, 26 Des 2020)

Cara Wood, 28 tahun lalu, bekerja di sebuah restoran di kampung halamannya, Chagrin Falls, Ohio, Amerika Serikat, sekitar 15 mil (28 kilometer) sebelah timur Cleveland. Wood (17) adalah seorang karyawati yang baik, cerdas, ramah, dan suka membantu.

Salah satu pelanggan restoran tersebut, Bill Cruxton, sangat menyukai Wood. Cruxton, seorang duda tanpa anak, hampir setiap hari ke restoran Drin’s Colonial itu untuk makan sehingga mereka menjadi teman dan semakin akrab.

Ilustrasi: KOMPAS

Selain menjadi pramusaji di restoran, Wood juga membantu menyelesaikan pekerjaan Cruxton di rumah Cruxton. Wood jadi sangat berarti bagi Cruxton.

Saat meninggal di usia 82 tahun karena gagal jantung pada November 1992, di luar dugaan, Cruxton dalam surat wasiatnya meninggalkan warisan senilai 500.000 dolar AS atau Rp 6,88 miliar (1 dolar AS = Rp 13.779) untuk Wood (oddee.com; registerguard.com).

Wow, kisah langka, dan tak disangka masih ditemukan orang-orang baik di tengah sebuah negara adikuasa nan modern. Padahal, antara Cara Wood dan Bill Cruxton bukan ahli bait (sanak keluarga).

Kisah tersebut diharapkan mempermudah pemahaman dan pembedaan terhadap arti dan penggunaan kata pewaris dan frasa ahli waris. Kedua hal ini erat kaitannya dengan warisan.

Tak asing lagi

Kata warisan—berasal dari kata dasar waris dan berakhiran –an—sudah tidak asing lagi. Penggunaannya dalam bahasa lisan (percakapan sehari-hari) ataupun tulisan tidak ditemukan persoalan.

Kata warisan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring berarti ’sesuatu yang diwariskan’, seperti rumah, lahan (sawah, kebun), uang, kendaraan, dan nama baik. Fungsi akhiran –an pada warisan adalah untuk membentuk kata benda.

Hal itu bisa terjadi karena pewaris diartikan sebagai orang yang mewarisi warisan. Kesalahpengertian itu bisa dijumpai pada sejumlah judul di kanal berita daring.

Berikut beberapa contoh yang diambil persis seperti adanya: ”Jepang secara Resmi Umumkan Pewaris Takhta Putra Mahkota Akishino”, ”Berdarah Biru, Ini 5 Sosok Pewaris Tahta Kerajaan Diseluruh Dunia”,  ”Sinopsis Film Netflix ’A Christmas Prince’, Kisah Cinta Wartawan dan Pangeran Pewaris Tahta”.

Kata pewaris, yang terdiri dari imbuhan pe dan kata dasar waris, bermakna ’orang yang mewariskan’. Kata ini tergolong kata benda. Dengan kata lain, pewaris berarti juga ’orang yang memberikan warisan kepada ahli waris’.

Imbuhan pe- pada pewaris bermakna ’orang yang melakukan/mengerjakan sesuatu’.

Agar lebih gamblang, coba tengok kata lain yang berimbuhan pe-, misalnya petambak ’orang yang pekerjaannya bertambak’, peternak ’orang yang pekerjaannya beternak’, dan pedagang ’orang yang pekerjaannya berdagang’.

Adapun ahli waris bermakna ’orang yang berhak menerima warisan’. Jika mencermati gabungan kata yang lain selain ahli waris yang didahului kata ahli dalam KBBI V, ditemukan 56 gabungan kata.

Kata ahli mempunyai makna, di antaranya, ’orang yang mahir, menguasai, paham sekali dalam suatu ilmu’ dan ’orang yang memiliki kemampuan dalam menelaah, menganalisis, menginterpretasi suatu ilmu’. Meskipun demikian, seperti halnya ahli waris, tidak semua gabungan kata yang didahului ahli bermakna orang yang mahir atau menguasai, paham sekali dalam suatu ilmu.  

Gabungan kata yang dimaksud, di antaranya, ahli bait yang bermakna ’sanak keluarga serumah’, ’kerabat terdekat’; ahli famili ’sanak saudara’; ahli peserta ’pemegang saham’; dan ahli rumah ’keluarga seisi rumah’.

Dengan demikian, bisa disimpulkan, pada kisah seorang pramusaji di restoran itu, warisan yang ditinggalkan Bill Cruxton ialah uang, dan ia sebagai pewaris, sedangkan Cara Wood sebagai ahli waris.

Sementara perbaikan beberapa judul berita daring tersebut ialah ”Jepang secara Resmi Umumkan Ahli Waris Takhta Putra Mahkota Akishino”, ”Berdarah Biru, Ini 5 Sosok Ahli Waris Takhta Kerajaan di Seluruh Dunia”, ”Sinopsis Film Netflix ’A Christmas Prince’, Kisah Cinta Wartawan dan Pangeran Ahli Waris Takhta”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.