Humor Bahasa dan Bahasa Humor

Yanwardi*, KOMPAS, 12 Des 2015

Ilustrasi: Trans 7

Humor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang lucu, keadaan yang menggelikan hati, kejenakaan, dan kelucuan. Humor bisa terjadi dalam segala bidang kehidupan manusia, bisa verbal bisa nonverbal. Humor verbal, yakni yang menggunakan bahasa, dengan mudah dijumpai dalam, misalnya, acara lawak. Karena menggunakan bahasa, acara lawak menarik ditelaah dari sisi kebahasaan.

Baca lebih lanjut

Keamanan Bahasa

Ibnu Burdah*, KOMPAS, 5 Des 2015

Ilustrasi: Iqraa Arabic Language Center

Dahulu pembicaraan tentang pertahanan keamanan pasti terkait dengan militer. Isu keamanan dalam perkembangannya kemudian meluas mencakup pangan, air, lingkungan, dan seterusnya. Abdussalam Masdiy, Guru Besar Linguistik Universitas Tunis, menambahkan satu lagi isu: keamanan bahasa nasional. Dalam buku Huwiyyah al-Arabiyyah wal Amni al-Lughawiy atau Identitas Arab dan Keamanan Bahasa, ia menegaskan, persoalan yang sedang dihadapi bahasa-bahasa nasional adalah persoalan politik, kesadaran para pengambil keputusan dan masyarakat pada umumnya tentang pentingnya menjaga bahasa nasional.

Baca lebih lanjut

Batas-Batas Makna

Samsudin Berlian*, KOMPAS, 28 Nov 2015

Ilustrasi batas (Sumber: Colette Baron-Reid)

Bagi manusia, tiada kenyataan di luar makna. Kenyataan alam semesta sebagai keseluruhan dan serpihan kenyataan sebagai unsur penyusun dan perekat bangunan alam adalah potensi makna. Realitas dunia menyata di luar kita hanya ketika makna mewujud di dalam pikiran kita. Kalau ada kenyataan di luar makna, kita—per definisi—tak mungkin mengetahuinya. Pun kemampuan pemaknaan manusiawi kita bercacat. Itulah keterbatasan kita.

Baca lebih lanjut

Bit Merah

André Möller*, KOMPAS, 21 Nov 2015

Ilustrasi: The Telegraph

Musim gugur di tanah air penulis sudah mendekati detik-detik terakhir tahun ini dan, dengan begitu, musim lomba lari pun bisa dinyatakan selesai. Sebagian orang akan berlari sepanjang musim dingin tanpa peduli akan salju atau suhu yang menyengat, dan sebagian lain baru akan mengeluarkan sepatu larinya kalau diiringi bunga-bunga yang mekar nanti. Yang pasti, di mana-mana akan diadakan lomba kalau musim semi telah tiba, seolah-olah kami harus bergegas-gegas berlari sebelum musim dingin tiba lagi.

Baca lebih lanjut

Akal-Mulut dalam Ujaran Kebencian

Stanislaus Sandarupa*, KOMPAS, 20 Nov 2015

Ilustrasi: Didie SW/Kompas

Surat Edaran Kepala Polri bernomor SE/06/X/2015 tertanggal 8 Oktober 2015 tentang ”ujaran kebencian” menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Ada yang melihatnya sebagai aturan, peringatan, dan perlindungan—bahkan ancaman terhadap kebebasan berpendapat—dari sudut politik, komunikasi, dan hukum.

Baca lebih lanjut

Gonta-ganti Istilah

Damiri Mahmud*, KOMPAS, 14 Nov 2015

Ilustrasi sekolah (Sumber: Tabung Wakaf Indonesia)

Dalam seluk-beluk bahasa dikenal apa yang disebut dengan istilah. Waktu saya mengaji dulu, dipelajari apa yang disebut dengan makna lughat dan makna isthilah. Makna lughat adalah arti yang tersurat, sedangkan makna isthilah adalah arti khusus atau tersirat. Dicontohkan arti lughat kata shiyam adalah ’menahan’, sedangkan arti isthilah-nya ’menahan diri dari yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari’.

Baca lebih lanjut

Bahasamu Kastamu

Eko Endarmoko*, KOMPAS, 7 Nov 2015

Ilustrasi: Agung Zetiadji

Tidak ada yang istimewa benar pada bahasa Indonesia kita dibandingkan dengan bahasa umumnya di mana-mana pun. Bahasa Indonesia adalah cara orang Indonesia terhubung satu sama lain. Antara mereka yang bersekolah tinggi dan yang buta huruf, antara si kaya dan si melarat, antara lelaki dan perempuan, antara kaum Muslim dan mereka yang punya agama berbeda, antara pejabat dan rakyat, antara orang Lamongan dari tanah Jawa dan Patipi dari bumi Papua, antara penegak hukum dan para durjana. Bahasa Indonesia dipakai bukan hanya oleh mereka yang berasal dari golongan, kelamin, derajat, agama, dan ras yang sama. Dan ”Indonesia” dalam frasa ”bahasa Indonesia” jelas menjadi pewatas kita sebagai (sesama) bangsa Indonesia yang bertutur dalam bahasa Indonesia, entah sebagai bahasa ibu atau bahasa kedua.

Baca lebih lanjut

Berbahasa Satu, Bahasa Bingung …

Mohammad Hilmi Faiq & Sarie Febriane, KOMPAS, 25 Okt 2015

Ilustrasi: KOMPAS/Riza Fathoni

Ilustrasi: KOMPAS/Riza Fathoni

Bahasa merupakan hasil konsensus masyarakat dalam menyampaikan pesan secara verbal. Ketika konsensus tersebut dipersempit ke dalam kelompok tertentu, maka kesalahpahaman dan kebingungan pun terjadi. Inilah yang muncul seiring maraknya pemakaian bahasa ”alay”.

Baca lebih lanjut