Satu “S” atau Dua “S”?

Pamusuk Eneste (Majalah Tempo, 9 Jan 2021)

Swiss terkenal bukan hanya karena jam tangan Rolex, Longines, dan Mido. Juga bukan karena banyak bank beken di sana. Swiss juga tersohor bukan karena petenis Roger Federer, peraih 19 gelar Grand Slam. Bukan pula karena di sana terdapat sejumlah badan dunia, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Badan Buruh Internasional (ILO), badan PBB untuk pengungsi (UNHCR), badan sepak bola dunia (FIFA), dan Dewan Gereja Dunia.

Sumber Ilustrasi: Unsplash https://unsplash.com/photos/6M0iEJChHhk

Baca lebih lanjut

Jembatan Bahasa: Indonesia-Prancis

Setyaningsih (Majalah Tempo, 2 Jan 2021)

“Kira-kira ada seperempat jam lamanya Hidjo dan Raden Ajeng Biroe berjalan-jalan di dalam Sriwedari sambil omong-omongan. Lalu mereka duduk di kursi yang sudah tersedia di depan restoran yang sedikit remang dan terlindung dari pandangan orang […] Sesudah meminta dua botol limun kepada jongos restoran, lalu dia berkata kepada Raden Ajeng.” Dalam novel Student Hidjo garapan Mas Marco Kartodikromo yang semula dimuat bersambung di Sinar Hindia dan terbit pertama kali pada 1919, lalu diterbitkan ulang oleh Bentang, itu, bisa saja Hidjo tidak mengucapkan kata bahasa Melayu “limun”, tapi bahasa Prancis “limonade” saat memesan minuman kecut dan segar tersebut.

Sumber ilustrasi: Unsplash https://unsplash.com/photos/YhSoK3TOg78

Baca lebih lanjut

Linguistik Forensik

Ahmad Hamidi (Majalah Tempo, 26 Des 2020)

“LABEL ‘forensik’ dalam linguistik terkadang … ya, gitu, deh. Padahal ujung-ujungnya, ya, menggunakan kacamata analisis wacana dan pragmatik pula,” demikian celetuk seorang mutualan—orang yang mengikuti akun media sosial orang lain dan orang lain tersebut mengikuti balik akun yang bersangkutan—saya di media sosial. Di lain kesempatan, dia nyeletuk lagi, “Gimmick ilmu itu adalah ketika demi cari nama, ilmuwan berkoar-koar ilmunya sebagai ilmu baru, dikasih nama tertentu agar terlihat keren dan meyakinkan para pemula.”

Ilustrasi: Shutterstock

Baca lebih lanjut

Pungut

Bandung Mawardi (Majalah Tempo, 19 Des 2020)

Juliari Peter Batubara menimbulkan kesibukan bagi pembaca koran. Kebiadaban demi duit itu menambah masalah. Kita mulai bermasalah dalam bahasa. Pemberitaan mengenai kasus suap pengadaan bantuan sosial mengajak pembaca rajin membuka kamus-kamus. Di halaman koran, kata-kata mungkin gampang dimengerti, tetapi memicu keraguan. Kita menanggung keraguan bertema sinonim. Kesibukan membaca berita dilanjutkan dengan membuka kamus-kamus atau buku pelajaran bahasa Indonesia.

Ilustrasi: Kompas

Baca lebih lanjut

Nakal

Nur Hadi (Majalah Tempo, 12 Des 2020)

Sebut saja namanya Arif. Lantaran sering pulang diam-diam ke rumah tanpa sepengetahuan pengurus pesantren, akhirnya Arif mendapat peringatan keras dan berujung pada skors. Arif masuk deretan anak nakal. Namun, setelah diselisik lebih jauh, ternyata Arif sering mengalami perundungan yang dilakukan oleh teman sekamar.

Baca lebih lanjut

Kotak Kosong

Samsudin Adlawi (Majalah Tempo, 5 Des 2020)

Drama selalu mewarnai hajatan pesta demokrasi. Pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2020 juga tidak luput dari drama. Bahkan, kali ini dramanya bakal lebih seru.

Keseruan itu disebabkan oleh makin banyaknya calon tunggal dibanding beberapa pilkada sebelumnya. Setidaknya ada 28 calon tunggal dalam pilkada serentak 2020. Mereka tersebar di 23 kabupaten dan 5 kota. Total ada 270 daerah yang menggelar pilkada. Perinciannya: 9 provinsi akan memilih gubernur-wakil gubernur, 224 kabupaten memilih bupati-wakil bupati, dan 37 kota memilih wali kota-wakil wali kota.

Baca lebih lanjut

Masker dan Kluster

Ahmad Sahidah (Majalah Tempo, 28 Nov 2020)

Salah satu alat pelindung diri yang sangat populer adalah masker. Kita sejatinya mengenal penutup mulut dan hidung ini sebelum virus korona merebak. Biasanya masker digunakan oleh dokter gigi yang sedang memeriksa karang dan kerak pasien atau polisi yang menjaga jalan persimpangan untuk mengatur kelancaran lalu lintas. Maklum, jalan kita tidak sehat karena polusi udara kadang melebihi ambang batas aman.

Sumber Ilustrasi: Dreamstime

Baca lebih lanjut

Lonteku, Terima Kasih

Seno Joko Suyono (Majalah Tempo, 21 Nov 2020)

Geladak adalah lantai atau dek kapal. Namun, geladak bisa menjadi metafora bagi sesuatu yang ternistakan. Frasa anjing-anjing geladak, misalnya, bisa berarti anjing-anjing liar atau penjahat di pelabuhan. Geladak diasosiasikan dengan dunia kriminal, bajingan, dan preman. Film Anjing-Anjing Geladak (1972) yang disutradarai Nico Pelamonia berdasarkan naskah Sjuman Djaya, misalnya, berkisah tentang sindikat narkotik. Seluruh bagian cerita mengambil adegan sudut-sudut kota. Akan tetapi, awal film ini dimulai dari penurunan peti-peti bubuk haram di sebuah dermaga.

Sumber Ilustrasi: Tangkapan Layar YouTube

Baca lebih lanjut

Alip Ba Ta

Tendy K. Somantri (Majalah Tempo, 14 Nov 2020)

Shady Shae, seorang pemuda berkulit hitam, berlari-lari kecil di bawah gerimis di salah satu sudut Kota London. Dia mencari orang-orang yang bersedia mengikuti program kuis singkat untuk ditayangkan di kanal YouTube-nya. “Today is Indonesia’s independence day,” ujarnya kepada peserta kuis jalanan itu. Kemudian dia menanyakan letak negara Indonesia dalam peta dunia. Empat laki-laki muda yang mendapat kesempatan pertama tidak bisa menjawabnya. Pada kesempatan kedua, dua perempuan muda berhasil menebak letak negara Indonesia. “Asia …?” Terdengar seperti kurang yakin. Shady langsung memberikan hadiah uang sambil meminta kedua perempuan itu mengucapkan selamat hari kemerdekaan kepada Indonesia dan berteriak, “Merdeka!”

Sumber Ilustrasi: Tangkapan Layar Kanal YouTube Alip Ba Ta

Baca lebih lanjut

Sukarno sebagai Penulis Kamus Politik

Fauzi Sukri (Majalah Tempo, 7 Nov 2020)

Pada edisi dummy-nummer Fikiran Ra’jat (15 Juni 1932), dalam rubrik Primbon Politik (Politiek Vragenbus), Sukarno menulis apa yang bisa disebut sebagai “kamus politik” radikal nasionalistik. Ada kebutuhan massal dan mendesak pada kamus politik bersamaan dengan kebangkitan gerakan nasionalisme sejak awal abad ke-20.

Sumber Ilustrasi: Berita Satu

Baca lebih lanjut