Menyusuri Cikal Bakal Kamus Indonesia

Majalah Tempo, 28 Nov 2011. Azhari Aiyub, Sastrawan, tinggal di Banda Aceh

Pada akhir abad ke-16, Kesultanan Aceh menawan sebuah bahtera Belanda. Dari salah seorang tawanan yang malang lahir sebuah cikal bakal kamus Melayu pertama.

Dalam bukunya, Kerajaan Aceh, Denys Lombard memberikan perincian bahwa Cornelis de Houtman–nakhoda kapal yang gemar membuat onar di bandar-bandar penting di rantau itu–mati dengan pedang di tangan. Ia tewas dalam sebuah perkelahian dengan orang Aceh, sementara saudaranya, Frederick, dikurung di Pedir. Selama dua tahun di penjara Frederick mengoleksi kata-kata Melayu yang disertai dengan pedoman pengucapan dalam kalimat. Kitab Frederick tersebut, menurut Lombard, yang mengutip A. Marre, khusus ditujukan sebagai panduan bagi para pelaut yang ingin menjelajahi lautan Hindia Timur.

Baca lebih lanjut

Raib Kata, Kembali Kata

Majalah Tempo, 23 Mei 2011. Azhari Aiyub: Sastrawan, tinggal di Banda Aceh

Sumber: Wikimedia CommonsKata Nanggroe Aceh Darussalam telah berubah kembali menjadi Aceh.

Pada 2009, Irwandi Yusuf–tokoh Gerakan Aceh Merdeka yang kini menjabat Gubernur Aceh–lewat keputusan gubernur, menyingkirkan kata Nanggroe Aceh Darussalam dan mengembalikan kata Aceh yang sempat raib selama delapan tahun di dalam lembaran resmi negara. Kata Nanggroe Aceh Darussalam pertama sekali ditetapkan-juga melalui keputusan politik-pada 2001 oleh Presiden Megawati melalui Undang-Undang tentang Otonomi Khusus, sekaligus penetapan atas pemberlakuan Syariat Islam di Aceh.

Baca lebih lanjut